Jenderal Soedirman merupakan pahlawan nasional yang dikenal oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Begitu juga namanya yang diabadikan sebagai nama jalan protokol di kota-kota di Indonesia, termasuk di Jakarta. Dirinya pun disebut sebagai pejuang gerilya karena perangnya yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi

Namun demikian, terdapat sepenggal sejarah hidup Jenderal Soedirman yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat. Salah satunya mengenai tempat kelahiran Jenderal Soedirman. Banyak yang menganggap beliau berasal dari Yogyakarta, karena jejak perjuangannya memang banyak dilakukan di kota tersebut, termasuk makamnya yang ada di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Yogyakarta.

Sebuah monumen yang berjarak 32 kilometer dari pusat kota Purbalingga menjadi saksi sekaligus penanda sejarah kelahiran sang panglima besar. Monumen tersebut diberi nama, Monumen Tempat Lahir (MTL) Jenderal Soedirman, karena di monumen tersebut terdapat sebuah rumah, di mana Jenderal Soedirman dilahirkan sekaligus dibesarkan oleh kedua orang tuanya. Jenderal Soedirman lahir di Desa Bantar Barang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada tanggal 24 Januari 1916.

Monumen tersebut diresmikan pada 21 Maret 1977 oleh Jenderal Soerono, pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Di halaman monumen tersebut terdapat dua bagian utama, yaitu ruang diorama (replika perjuangan Jenderal Soedirman) dan rumah kelahiran sang Jenderal. Selain itu terdapat juga sebuah masjid dan perpustakaan.

Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah, pengunjung sudah bisa mendapatkan pengetahuan tentang sejarah kelahiran dan perjuangan Jenderal Soedirman. Terutama ketika kita masuk ke ruangan diorama. Diruangan tersebut terdapat replika-replika sejarah Jenderal Soedirman, mulai dari ia lahir, masa-masa perjuangan perangnya melawan Belanda, ketika ia dilantik oleh Soekarno menjadi Panglima Besar, hingga ia wafat (29 Januari 1950) pada umur 34 tahun. Selain itu, diruangan tersebut juga terdapat replika tandu yang digunakan sang jenderal untuk melakukan gerilya, serta peta perjalanan perang gerilya Jenderal Soedirman.

Ditengah halaman monumen, terdapat sebuah rumah yang menjadi tempat kelahiran sang jenderal. Meski hampir seluruh kondisi rumahnya mengalamai pemugaran,namun bentuk dan posisi rumah tersebut tetap dipertahankan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Purbalingga. Rumah tersebut berbentuk Joglo dengan bagian depan diperuntukan sebagai teras. Sementara dindingnya masih tersebut dari anyaman bambu. Di dalam rumah tersebut terdapat dua buah kamar. Salah satu dari kamar tersebut, merupakan kamar di mana Jenderal Soedirman dilahirkan. Dikamar ukuran 3×3 meter tersebut, terdapat sebuah replika kasur ayunan yang dulunya digunakan oleh Soedirman ketika masih bayi. Sementara di kamar lainnya terdapat sebuah tempat tidur yang tertutup kelambu.

Sayangnya, meski merupakan tempat saksi sejarah lahirnya Jenderal Soedirman, keberadaan monumen ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Hingga saat ini, tak banyak orang yang terlihat mengunjungi monumen tersebut. Mungkin karena lokasinya yang jauh dari pusat kota Purbalingga ataupun kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia. (Yefta Andrew/SA/1471505345)