Mengenal musang sebagai hewan peliharan dirumah

musang-pandan

Musang adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pemangsa (bangsa karnivora) dari suku Viverridae. Hewan ini kebanyakan merupakan hewan malam (nokturnal) dan pemanjat yang baik.

Yang paling dikenal dari berbagai jenisnya adalah musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Musang ini biasa hidup di dekat pemukiman, termasuk perkotaan, dan sering pula didapati memangsa ayam peliharaan di malam hari.

Mengenal musang sebagai hewan peliharaan. Musang saat ini sudah menjadi sangat menarik  bagi para pemilik dan pehobis hewan kesayangan, ini disebabkan musang begitu  mengesankan dan menyenangkan sebagai hewan kesayangan yang dijinakan. Bila anda  befikir bahwa musang adalah hewan khas, sebaiknya pikirkan lagi. Musang adalah hewan liar  yang di temukan di alam, mereka mempunyai habitat sendiri yang berbeda dengan lingkungan  kandang. Saat ini populasinya semakin sedikit karena berkurangnya hutan arsi tempat musang  tinggal, penangkapan oleh manusia juga mengurangi keberadaan mereka.

Meskipun popularitas musang meningkat dengan tajam beberapa tahun belakangan ini,  musang memerlukan pemahaman dan pengetahuan total mengenai mereka bila ingin hidup  bersama kita. Kita tidak bisa begitu saja masuk petshop dan memilih musang sebagai hewan  peliharaan kita, kita mesti mengetahui terlebih dahulu semua tentang musang dari hal dasar  sampai detail. kita mesti mengetahui pelatihan pelatihan dasar musang yang mencakup  sanitasi, perilaku, dan masalah membuang sampah atau kotoran.Mengenal musang sebagai  hewan peliharaan sebelum menangkap atau membelinya adalah keharusan.

Musang sangatlah aktif, musang senang mengeksplorasi hal hal baru dan pergi kedaerah lain  di luar kandang mereka. Musang mempunyai kecenderungan untuk menggigit siapapun atau  apapun yang ada di hadapan mereka, musang juga mempunyai kemampuan untuk melarikan  diri dengan cepat. Tidak di pungkiri, agresifitas musang dan rasa penasarannya akan sesuatu  membuat mereka semakin di gemari sebagai binatang peliharaan. Musang sering melarikan diri  dari kandang mereka, sebagian pemilik akan menemukan mereka kembali di balik lemari atau  lemari es. Itulah mengapa anda mesti mengenal musang sebagai hewan peliharaan.

Sebagai pemilik anda harus banyak bersabar dalam melatih musang, sebab musang adalah  mamalia liar yang memerlukan waktu untuk di jinakan. Anda mesti meluangkan waktu khusus  untuk melatihnya, bermainlah dengan musang kesayangan anda. Berinteraksi langsung  dengan musang anda serta perhatikan pola perilaku mereka dengan jelas. Berikan reward and  purnishment kepada musang anda, bila ia berperilaku dengan baik dalam membuang kotoran  di temapat yang di sediakan misalnya, berikan dia hadiah atau sekedar elusan sayang dari  anda. Jika musang membuang kotoran di luar tempat yang telah di sediakan anda bisa menegurnya, anda juga bisa mengajarinya sambil memberi musang anda makan.

Kita tahu bahwa musang sangat suka menggigit, ini adalah perilaku alamiah mereka saat di  habitatnya. Namun sebagai binatang kesayangan, kita mesti mencoba membuatnya  mengurangi gigitan itu. Disarankan jangan kerteriak pada musang sebagai hewan peliharaan anda, cukup batasi dengan memanggil nama mereka. Dapat juga dengan tatapan tidak setuju  saat musang anda menggigit, ini sudah cukup bagi binatang kesayangan anda.

 

jenis – jenis musang

  • Musang air (Cynogale bennettii)

Musang-air

  • Musang rase (Viverricula malaccensis sin. Viverricula indica)

DSC00505

  • Musang luwak/pandan (Paradoxurus hermaphroditus)

musang-bulan_20151127_190239

  • Musang akar (Arctogalidia trivirgata)

apa-musang-one-man

  • Musang bulan (Paguma larvata)

musang-bulan-jinak-di-luar-rumah

  • Binturong (Arctictis binturong)

Binturong_ZN

  • Linsang (Prionodon linsang)

88c86eef3f749ee3cdc92439c0799ee0

  • Tenggalung (Viverra tangalunga)

76824_4214672042418_197716031_n

  • Musang biul

Harga musang biul

 

CARA MENJINAKKAN MUSANG

Musang liar tentu akan berkarakter agresif karena belum terbiasa, merasa terancam, panik, bahkan stres dengan keberadaan manusia. Satwa ini membutuhkan waktu untuk beradaptasi dalam menjalankan kehidupan barunya bersama manusia.

Untuk membantu Musang  liar beradapatasi, tentu dibutuhkan trik-trik khusus sehingga Musang Pandan menjadi jinak. Berikut pembahasan mengenai cara menjinakkan musang dengan cepat dan benar :

  1. MENYIAPKAN KANDANG BAGI MUSANG

Untuk menjinakkan Musang liar, tentu dibutuhkan sebuah kandang yang kokoh untuk membatasi sifat liar dan agresif yang dimilikinya. Namun pastikan pula kebersihan kandang terjaga agar musang yang dijinakkan tidak terjangkit penyakit.

  1. RUTIN MEMANDIKAN MUSANG

Di beberapa pekan awal proses penjinakkan, musang perlu sering dimandikan. Hal tersebut dilakukan agar insting liar Musang yang dijinakkan dapat berkurang. Namun jangan sentuh Musang secara langsung karena Musang yang belum jinak akan mudah menyerang.

  1. PEMBERIAN PAKAN MUSANG SECARA TERATUR

Berilah pakan Musang yang sedang dijinakkan setidaknya 2 sampai 4 kali dalam sehari dengan berbagai variasi makanan. Dalam hal pemberian pakan saat menjinakkan musang , sebaiknya gunakan tangan secara langsung agar musang dapat merasa nyaman dengan kehadiran Anda.

Berilah musang makanan berupa buah-buahan segar yang divariasikan tiap harinya. Namun makanan berupa daging, baik ayam atau pun bekicot pun perlu diberikan sekitar satu minggu sekali. Karena bagaimana pun juga, musang merupakan hewan omnivora yang berarti pemakan segala.

  1. MENGAJAK MUSANG BERKOMUNIKASI

Biasakan pula untuk mengajaknya berkomunikasi agar musang mudah mengenali suara Anda. Waktu makan adalah jadwal paling tepat untuk mengajak musang berkomunikasi. Karena selain cepat mengenali suara Anda, musang juga akan lebih cepat mengetahui jadwal makan hariannya.

  1. MEMBERIKAN SENTUHAN-SENTUHAN PADA TUBUH MUSANG

Jika musang mulai terlihat sedikit jinak, mulai lah untuk memberinya sentuhan lembut pada tubuhnya. Usap lah tubuhnya secara perlahan dan penuh kehati-hatian. Jangan terburu-buru atau memberikan gerakan mendadakan ketika menyentuhnya agar musang tidak kaget atau malah menyerang.

Mulai lah kontak langsung dengan musang pandan ketika pemberian makan dengan cara menyuapinya. Jangan menyuapi musang menggunakan sarung tangan karena mereka akan menganggapnya sebagai ancaman pada dirinya.

Jangan lupa pula untuk memotong makanan dengan ukuran yang cukup besar, agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, Anda memiliki jarak untuk menghindar dari serangannya.

  1. MENGAJAK MUSANG JALAN-JALAN LAYAKNYA ANJING

Setelah musang semakin terlihat jinak, mulai lah untuk mengajaknya berkeliling layaknya hewan peliharaan seperti anjing. Kalungkanlah rantai hewan agar pergerakan musang dapat Anda kendalikan serta mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. MULAILAH BERMAIN DENGAN MUSANG

Langkah terakhir dalam proses penjinakan musang adalah mengajaknya bermain. Namun perlu diingatkan, tahap ini adalah tahap paling terakhir karena harus dilakukan ketika musang pandan sudah cukup jinak.

Mulailah mengajak musang bermain dengan memberanikan diri untuk menggendongnya. Gendonglah musang dalam tempo waktu yang tak begitu lama, kemudian turunkan lah kembali. Lakukan hal tersebut secara berulang beberapa kali.

Jangan langsung menggendong musang dalam waktu yang lama. Jika musang merasa tidak nyaman ketika digendong, kemungkinan besar ia akan menyerang wajah Anda.

Seiring berjalannya waktu, musang akan semakin menjinak. Namun kadang kala musang akan kembali memberikan kejutan berupa gigitan ataupun cakaran. Entah hanya sebatas bentuk ungkapan ingin bermain ataupun karena “jiwa liarnya” yang kambuh kembali. Karena bagaimana pun juga, musang tetaplah binatang liar yang cukup buas.

 

CARA MEMELIHARA DAN MERAWAT MUSANG DENGAN TEPAT

Setelah musang yang Anda pelihara menjadi jinak, Anda tentu harus tetap memberikan perawatan maksimal. Selain agar tidak kembali menjadi liar, perawatan yang maksimal pun akan sangat berguna dalam hal kesehatan musang.

Jika perawatan terhadap musang kurang sempurna, efek buruk tak hanya berpotensi kepada musang, melainkan kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Mengapa demikian? Tentu saja, seperti yang telah kita ketahui jika binatang terserang penyakit, maka penyakitnya tersebut dapat dengan mudah menular kepada manusia.

Untuk memberikan perawatan yang maksimal dalam proses pemeliharaan musang, setidaknya Anda dianjurkan untuk melaksanakan beberapa poin berikut ini.

 

  1. KEBERSIHAN KANDANG MUSANG PERLU DIPERHATIKAN

Kebersihan kandang serta lingkungan sekitar tempat musang dipelihara perlu diperhatikan. Jika kandang atau lingkungannya kotor dan terawat, maka kemungkinan musang terjangkit penyakit lebih besar.

Rutin lah untuk membersihkan kandang musang yang dipelihara. Semakin sering kandang dibersihkan, maka kesehatan musang yang dipelihara akan lebih terjaga pula. Sebaliknya, jika kandang jarang dibersihkan, maka musang yang dipelihara akan semakin mudah terserang penyakit.

  1. PEMBERIAN MAKAN MUSANG DILAKUKAN SECARA TERATUR

Pemberian makan pada musang jelas perlu dilakukan secara teratur. Jika musang kelaparan, kemungkinan ia akan menjadi semakin agresif. Selain itu, berbagai macam penyakit pun akan lebih rentan menyerangnya.

Mengingatkan kembali, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pemberian makan pada Musang yang paling tepat adalah 2 sampai 4 kali dalam sehari. Sesuaikan pula makanan yang diberikan dengan usia musang yang dipelihara, karena nutrisi yang dibutuhkan pun berbeda-beda tergantung usianya.

  1. PERHATIKAN KESEHATAN TUBUH MUSANG YANG DIPELIHARA

Kesehatan musang yang dipelihara tentu perlu selalu diawasi dan diperhatikan. Jika kondisi fisik musang terlihat melemah, atau terdapat beberapa gejala penyakit yang dialaminya, maka itu bertanda kurang baik.

Solusinya, Anda dapat memberikan makanan-makanan sehat yang alami dan menghentikan pemberian makanan buatan semisal bubur bayi. Makanan sehat dan alami yang dapat Anda berikan adalah buah-buahan segar dan juga madu, karena musang sangat menyukai makanan tersebut.

Namun jika sekiranya penyakit yang dialami musang pandan semakin parah, maka sangat dianjurkan untuk membawa musang peliharaan ke dokter hewan. Dokter hewan lebih paham secara mendetil apa yang perlu dilakukan untuk membantu pengobatannya.

Musang yang terlihat memiliki berat badan berlebih pun bukan lah hal yang baik. Kondisi musang yang seperti itu mengakibatkan terjangkitnya penyakit obesitas atau yang kita kenal dengan sebutan “kegemukan”.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Anda dapat sering mengajak musang pandan yang dipelihara bermain di taman. Ajak musang peliharaan berlari-lari agar lemak berlebih dalam tubuhnya dapat terbakar sehingga berat badannya pun akan berkurang.

  1. PERAWATAN FISIK MUSANG PUN PERLU DIPERHATIKAN

Tak hanya kucing dan anjing saja yang harus dimandikan, hewan peliharaan lainnya pun perlu mendapatkan perawatan yang serupa, tak terkecuali dengan musang. Kondisi tubuh yang kotor sangat berpengaruh pada kesehatannya.

Mandikan lah musang yang Anda pelihara setidaknya satu kali dalam seminggu. Dengan memandikan musang secara teratur, kesehatan serta kebersihannya pun akan semakin terawat dengan baik.

Jika jarang dimandikan dan kebersihan tubuhnya tidak dirawat, kemungkinan besar rambut-rambut yang menyelimut tubuhnya akan mudah rusak, bahkan rontok. Selain itu, kondisi tubuh yang tidak bersih juga berpotensi menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit.

Selain memandikannya, Anda juga perlu memperhatikan kondisi kuku musang pandan. Ketika kuku musang sudah terbilang panjang dan tajam, jangan lupa untuk memotong ujung kukunya tersebut. Lakukan lah secara rutin dengan hati-hati agar musang yang dipelihara tidak terluka.

SESUAIKAN MAKANAN MUSANG DENGAN USIANYA

Seperti yang tadi sudah dijelaskan secara singkat, musang merupakan jenis hewan Omnivora yang berarti musang akan memakan berbagai jenis makanan, tidak hanya terpaku pada daging semata ataupun buah-buahan saja.

Namun biarpun begitu, apa yang dikonsumsi oleh musang akan lebih baik jika disesuaikan dengan kebutuhan nutrisinya. Kebutuhan nutrisi musang anakan dengan kebutuhan nutrisi musang dewasa tentu tidak sama.

Oleh karena itu, sebaiknya pakan yang diberikan untuk musang sesuai dengan usianya, lebih tepatnya sesuai dengan kebutuhan nutrisinya. Berikut ini beberapa jenis makanan yang cocok untuk musang sesuai dengan usianya.

  1. PADA SAAT MUSANG MASIH BAYI

Ketika musang bayi, atau berumur sekitar 0 sampai 2 bulan, maka makanan terbaik baginya adalah susu. Tentu saja, susu terbaik bagi musang adalah susu yang berasal dari jenisnya sendiri. Ya, ASI orang tua musang tersebut.

Namun jika sekiranya induk dari sang bayi musang telah tiada, maka susu bubuk non laktosa rasa vanilla dirasa cukup baik diberikan kepadanya. Gunakan lah dot khusus hewan peliharaan. Berikan lah susu sekitar 4 jam sekali kepada bayi musang.

Setelah musang mencapai umur satu bulan, mulai lah mengenalkannya dengan makanan lainnya, namun pemberian susu tetap dilakukan. Berikan lah makanan blender berupa telur, hati ayam, pakan kucing, atau buah-buahan. Makanan tersebut dapat dicampurkan pula ke dalam susu yang diberikan.

Selain makanan blender, bayi musang juga cocok diberikan bubur bayi sebagai makanan utamanya. Selain menyukainya, kandungan gizi dalam bubur bayi juga cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi musang.

  1. PADA SAAT MUSANG BERUMUR 2 SAMPAI 4 BULAN

Ketika musang berusia sekitar 2 sampai 4 bulan mulai mampu mengkonsumsi makanan-makanan lainnya. Buah-buahan halus sangat tepat diberikan bagi sang musang anakan. Setidaknya dalam seminggu, musang diberi makanan berupa pepaya atau pisang sebanyak 2 kali.

Selain buah-buahan halus, anakan musang dapat diberi makanan berupa bubur bayi atau nasi yang dicampur dengan kecap. Namun sebaiknya jangan bergantung pada kedua makanan ini, khawatir terjadi ketergantungan. Belum lagi kedua makanan tersebut bukan lah makanan musang yang alami di habitat liarnya.

Daging ayam atau kepala ayam yang telah direbus lebih layak diberikan untuk anakan musang yang berumur 2 hingga 4 bulan. Makanan ini lebih baik diberikan ketimbang bubur bayi atau pun nasi kecap. Jangan lupa pula untuk memberinya minum.

  1. PADA SAAT MUSANG DEWASA

Setelah musang berusia lebih dari 4 bulan, berarti ia sudah termasuk sebagai musang dewasa. Makanan yang diberikan pun sebaiknya dibuat seperti pada habitat aslinya. Ya, makanan hidup lah yang paling cocok untuk musang dewasa.

Musang dewasa sangat cocok diberikan makanan hidup berupa serangga, tikus, kadal, cacing-cacingan, dan berbagai macam hewan-hewan kecil lainnya. Makanan hidup akan tetap menjadikan musang tidak kehilangan instingnya dalam berburu.

Jangan lupakan buah-buahan dalam pemberian pakan. Musang tetap lah merupakan hewan omnivora yang membutuhkan berbagai macam asupan nutrisi makanan. Jika pemberian pakan dapat seimbang, musang  berpotensi hidup lebih sehat.

Sebagai tambahan, musang juga amat menyukai madu. Anda dapat memberikannya madu utuh yang masih menempel pada sarangannya. Kandungan yang berada dalam madu sangat bermanfaat bagi kesehatan musang.

 

RESIKO YANG AKAN ANDA PEROLEH KETIKA MEMELIHARA MUSANG

Tentu semua hewan yang akan dijadikan sebagai hewan peliharaan pastinya memiliki resiko tersendiri. Pun sama halnya dengan memelihara musang. Anda harus siap menerima resikonya ketika memelihara musang ini.

  1. WALAUPUN SUDAH JINAK, MUSANG TETAP BERPOTENSI MELONTARKAN SERANGAN

Insting binatang buas dan liar yang dimiliki oleh musang peliharaan Anda akan tetap ada walaupun sudah melewati proses penjinakan. Terkadang, musang sesekali akan melontarkan serangan berupa gigitan atau cakaran.

Biasanya musang pandan akan memberikan serangan tersebut ketika ia sedang merasa lapar atau stres. Namun terkadang juga, serangan yang dilontarkan oleh musang hanyalah bentuk permainan dan keakraban antara musang dengan sang majikan.

  1. MUSANG PUN BISA TERSERANG PENYAKIT

Setiap makhluk hidup di dunia ini tentu berpotensi terserang penyakit. Begitu pun dengan musang. Kadang kala, musang akan terserang penyakit, entah itu penyakit ringan ataupun penyakit yang berbahaya, bahkan sampai berefek pada kematian pada musang.

Sebelum terserang penyakit, ada baiknya anda selalu menjaga kesahatan musang yang anda pelihara. Salah satu caranya ialah dengan selalu menjaga kebersihan musang, kebersihan kandang, serta asupan gizi untuk musang yang tepat.

Musang                 sering kali terkena penyakit berupa diare, mogok makan, 0besitas, stres, dan berbagai penyakit-penyakit lainnya. Jika musang anda terlanjur terserang penyakit, jangan pernah ragu untuk membawanya ke dokter hewan atau orang-orang yang berpengalaman dalam menangani kasus tersebut.

Jika masalah kesehatan pada musang peliharaan anda tidak diselesaikan sesegera mungkin, kesehatan anda sebagai majikannya pun bisa terancam. Kadang kala, ada beberapa penyakit pada musang yang dapat menular pada manusia di sekitarnya. Oleh karena itu, sebaiknya penyakit pada musang harus segera  diobati.

  1. AGAR TERHINDAR DARI PENYAKIT, MEMBERSIHKAN KANDANG MUSANG ADALAH PEKERJAAN “WAJIB”

Seperti yang telah disinggung sekilas pada poin pembasan sebelumnya, untuk menjaga tubuh musang  dari adanya berbagai macam penyakit, Anda perlu senantiasa membersihkan tubuh musang, kandangnya, serta lingkungan di sekitarnya.

Memandikan musang harus dilakukan dengan rutin dan sesuai aturan. Begitu pun ketika membersihkan kandang musang. Kebersihan kandang musang harus dirawat serutin mungkin dan sebersih mungkin. Kandang yang bersih akan menjadikan musang kesayangan Anda lebih terhindar dari penyakit-penyakit yang mengintainya.

 

  1. AROMA TUBUH MUSANG KADANG KALA TERCIUM TIDAK SEDAP

Musang memang dikenal sebagai salah satu hewan yang memiliki aroma tubuh nan harum bak daun pandan. Akan tetapi, aroma harus pandan tersebut dapat berubah menjadi aroma yang justru memuakkan.

Poin ini pun jelas perlu Anda perhatikan sebelum memelihara musang. Mengapa demikian? Alasannya tak lain dikarenakan yang menerima konsekuensi kali ini tak hanya anda pribadi, melainkan orang-orang yang berada di sekitar kandang musang pun akan terkena imbasnya pula.

 

PENYAKIT-PENYAKIT YANG MENGINTAI MUSANG

Untuk semakin meningkatkan kewaspadaan kita selaku majikan dari musang peliharaan kita, ada baiknya bagi kita untuk memahami terlebih dahulu penyakit apa saja yang dapat menyerang musang, termasuk cara mencegah serta cara pengobatanya.

  • DIARE PADA MUSANG

Tak hanya manusia saja yang dapat terserang penyakit diare. Musang juga dapat terkena penyakit diare ini. Musang pun akan cukup menderita ketika ia terserang penyakit diare.

Solusi pencegahan diare pada musang adalah dengan menjaga makanan yang dikonsumsi musang setiap harinya. Pastikan ada tak pernah lupa untuk memberikan musang yang anda pelihara buah-buahan segar yang baik untuk pencernaan seperti pisang dan pepaya.

Jika penyakit diare ini sudah terlanjur menyerang musang kesayangan anda, tentu anda dapat membawanya ke dokter hewan. Anda juga dapat memberikan musang yang anda pelihara dengan Cefixime dalam bentuk sirup maupun kapsul 100 mg. Obat tersebut berfungsi untuk mengurangi bakteri jahat yang hidup di dalam usus musang. Berikan obat tersebut sesuai dengan dosisnya.

  • MUSANG TERLIHAT MUAL DAN MUNTAH-MUNTAH

Kadang kala musang yang anda pelihara mengalami gejala yang ditandai dengan muntah-muntah. Penyakit ini juga masih berkaitan erat dengan sistem pencernaan musang anda.

Solusi pencegahan serta penyembuhannya pun tak jauh berbeda dengan penyembuhan diare. Makanan terbaik untuk mengatasi masalah pencernaan adalah buah-buahan. Jika seandainya kondisi semakin parah, anda dapat membawanya ke dokter hewan.

  • KOTORAN MUSANG BERBAU AMIS, BERLENDIR, ATAU BAHKAN BERDARAH

Parahnya kesehatan pencernaan musang yang anda pelihara dapat terlihat dari kotoran yang dikeluarkannya. Jika kotoran musang yang anda pelihara anda berbau amis, berlendir, atau bahkan berdarah, sebaiknya anda segera membawa musang kesayangan anda ke dokter hewan.

Obat Imodium dapat anda berikan untuk membantu penyembuhan penyakit ini. Dengan diberikannya Imodium, musang akan lebih jarang mengeluarkan kotorannya, serta ususnya pun tidak akan terlalu banyak melakukan gerakan. Namun perlu diingat, hanya gunakan obat ini ketika benar-benar dibutuhkan.

  • MUSANG MENDERITA ANEMIA (KEKURANGAN DARAH)

Musang juga dapat terkena penyakit anemia. Sebelumnya, apa sih anemia itu? Anemia adalah salah satu penyakit yang diakibatkan karena kekurangan sel darah merah sehingga ditandai dengan kondisi tubuh yang melemah dan tidak bersemangat.

Untuk mengatasi penyakit ini, anda dapat memberikannya buah-buahan yang banyak memiliki kandungan zat besi. Kandungan zat besi berguna dalam memperbanyak kandungan sel darah merah pada tubuh musang. Dengan begitu, musang kesayangan anda akan segera bersemangat lagi.

  • SAMA SEPERTI KUCING, MUSANG BERPOTENSI TERSERANG TOKSOPLASMA

Ternyata tak hanya kucing saja yang bisa terserang penyakit Toksoplasma, musang juga bisa terkena penyakit ini. Penyakit memang penyakit yang berbahaya. Terlebih lagi toksoplasma merupakan jenis penyakit yang dapat menular kepada manusia.

Musang  bisa terserang penyakit toksoplasma akibat mengkonsumsi protozoa jenis toxoplasmosis gondii. Protozoa tersebut dapat termakan bersama makanan-makanan yang dimakan oleh musang pandan.

Untuk mencegah penyakit toksoplasma ini menular kepada anda selaku majikan musang, jangan lupa untuk membiasakan diri agar mencuci tangan anda setelah menyentuh tubuh musang peliharaan anda. Selain itu, bersihkan lah tubuh musang anda beserta kandangnya secara rutin.

  • TAK HANYA ANJING, MUSANG JUGA BISA TERKENA PENYAKIT RABIES

Seperti yang kita ketahui, penyakit rabies merupakan penyakit yang mematikan. Penyakit rabies ini disebabkan oleh virus rabies yang terletak pada air liur hewan. Jika virus ini menular kepada manusia, rabies berpotensi menyebabkan kematian.

Biasanya kita mengetahui bahwa penyakit rabies adalah jenis penyakit yang biasa terjadi pada anjing. Namun ternyata, bukan hanya anjing saja yang dapat terserang oleh virus rabies ini. Musang juga dapat menderita penyakit rabies.

 

Untuk melakukan tindakan pencegahan terjadinya rabies pada musang yang anda pelihara, anda dapat memberikannya vaksin rabies. Kasarnya, vaksin merupakan virus yang sudah melemah. Oleh karena itu, vaksin ini sebaiknya diberikan kepada musang yang sudah dewasa karena sudah memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat.

 

Itulah berbagai informasi lengkap mengenai musang. Apakah Anda tertarik untuk memelihara hewan yang satu ini? Atau bahkan mungkin sudah memilikinya di rumah? Yang terpenting rawatlah musang dengan semaksimal mungkin, agar musang pandan milik Anda tetap sehat dan jinak. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berikut cuplikan video musang saat bermain:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s