Critical Eleven; Versi Novel dan Film

Halo semuanya!

Untuk kesempatan kali ini, aku mau me-review satu judul film yang diadaptasi dari novel best seller. Waw, apakah itu? Yep, judulnya adalah Critical Eleven karya Ika Natassa. Ada yang nggak kenal sama penulis kece satu itu?

IMG20170518135131

Untuk novelnya sendiri diterbitkan tahun 2015 lalu oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Sementara filmnya dinaungi oleh Starvision Plus Legacy Pictures dengan disutradari oleh Monty Tiwa dan rilis pada 10 Mei 2017 lalu. Di sini, aku bukan mau memberi sinopsis atau rangkuman dari ceritanya, sebab aku yakin, banyak dari teman-teman yang mungkin sudah membaca atau bahkan lebih dulu daripada aku, he-he. Aku hanya ingin membagikan pendapatku tentang relevansi dari novel dan filmya. Kenapa begitu? Menurutku sebagai pecinta novel, banyak hal yang nggak bisa diceritakan melalui gambar atau video. Itulah kenapa, aku menyebutnya; kekuatan kata.

Sama halnya dengan Critical Eleven. Ada beberapa adegan yang dalam imajinasiku nggak bisa terealisasikan dalam filmnya. Bukan berarti para pemain enggak maksimal (siapa sih yang meragukan akting dari aktor kenamaan semacam Reza Rahardian?), tetapi memang setiap orang akan memiliki imaji dan ekspektasi yang berbeda. Jadi, saat dikomunikasikan lewat gambar dan video, hasilnya akan mendapat respon yang beragam. Bagiku pribadi, ada beberapa keganjalan yang nggak sesuai dengan apa yang kubayangkan ketika membaca novelnya, yaitu;

  1. Di awal-awal perkenalan dalam novel, Anya (tokoh utama cewek) mengatakan kalau Ale (tokoh utama cowok) memiliki tubuh tinggi dan Anya hanya sebatas pundaknya. Namun, dalam filmnya, Adinia Wirasti terlalu tinggi untuk memerankan sosok Anya. Bahkan, tingginya dengan Reza Rahardian sebagai Ale hampir sama. Bayanganku pada sosok Anya adalah gadis manis dan cantik, tetapi Adinia terlalu ‘sporty’ dan ‘wanita karir’ untuk sosok Anya.1
  2. Di adegan Ale dan ayahnya sedang berbicara. Di dalam novel, dikatakan kaau Ibunya Ale tidak tahu permasalah rumah tangga Ale saat ayahnya bertanya tentang rumah tangga Ale dan Anya yang buat Ale kaget atas pengetahuan ayahnya itu. sedangkan dalam film, dibuat kalau ibunya Ale juga lebih mengetahui tentang kondisi rumah tangga Ale-Anya.2
  3. Alur cerita. Dalam novel, lebih dibuat maju-mundur sementara di film dibuat maju. Dan, ini menurutku nggak masalah sih, karena kalau dalam film memang lebih enak alur maju.
  4. Intonasi. Entah hanya aku yang merasa atau memang Anya dalam film terlihat sangat kaku saat menyebut kata ‘Le’. Padahal, dalam bayangkanku, itu adalam momen manis percakapan Anya dan Ale.

Terlepas dari itu, aku juga mau memberi kelebihan dari versi filmnya, antara lain:

  1. Soundtrack dari Isyana Sarasvati yang berjudul Sekali Lagi menambah kesan ‘dalam’ untuk suasana haru. Apalagi di scene Aidan (anak mereka) meninggal dan saat Anya menangis di kamar yang sudah dipersiapkan untuk anak mereka.
  2. Pengambilan gambar untuk set wilayah: New York. Membuat imajinasi tentang keindahan kota sebagai saksi mereka semakin cantik.
  3. Pekerjaan Ale. Bagi aku pribadi, Perminyakan itu asing karena belum pernah lihat secara riil. Namun, dengan adanya gambar di film, semuanya semakin jelas.
  4. Tambahan ending sampai anak kedua mereka besar juga berkumpul bersama semua keluarga juga manambah kesan yang manis, bahwa cinta memang benar bisa menyembuhkan luka.

Dan, itulah beberapa hal yang menurutku paling kuingat baik dari novel maupun filmnya. Berikut ada trailer dari film Critical Eleven dan teman-teman bisa membandingkannya sendiri. Semoga menikmati. Sampai bertemu di review berikutnya!

 

One thought on “Critical Eleven; Versi Novel dan Film

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s