Setelah Perang Korea berakhir pada tahun 1953, industri film Korea mulai berkembang perlahan dan mencapai masa keemasan. Pada dua dekade berikutnya, industri film Korea mengalami stagnasi akibat semakin banyaknya orang yang memiliki televisi sendiri. Mulai tahun 1980-an, industri film Korea mengalami kebangkitan kembali, terutama dikarenakan kerja keras para sutradara yang berbakat. Usaha mereka cukup berhasil dan film-film Korea pada masa itu mulai mendapat pengakuan pada berbagai festival film internasional.Setelah itu, mulai dekade 90-an, film Korea semakin banyak ditonton di seluruh dunia. Pada tahun 2000, Chunhyangjeon, film yang disutradarai oleh Im Kwon-taek, menjadi film Korea yang pertama yang berkompetisi dalam Festival Film Cannes. Film Seom yang disutradarai oleh Kim Ki-duk, masuk ke dalam Festival Film Internasional Venice.

Sekitar tahun 2000, drama Asia, baik yang berasal dari Jepang, Korea atau Taiwan, mulai bermunculan dan ‘memperkenalkan diri’ di Indonesia. Korea Selatan, adalah drama yang paling banyak memiliki penggemar di Indonesia. Selain kebudayaan dan boyband, Korea memang terkenal dengan drama-dramanya yang memiliki kualitas bagus. Sudah tidak terhitung berapa banyak drama Korea terkenal yang pernah ditayangkan di Indonesia. Full House dan Princess Hours adalah dua dari sekian banyak judul drama Korea yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia.

Drama Korea memiliki kelebihan yang menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan drama Asia lainnya, yaitu drama yang bergenre romantic-comedy. Meskipun awalnya bercerita mengenai komedi, namun drama tersebut selalu berakhir romantis, misalnya saja Full House, My Sassy Girl – Chun Hyang, My Girl, Princess Hours, Wonderful Life, dan masih banyak lagi. Full House adalah drama yang paling disukai oleh para penggemar drama Asia. Drama yang diperankan oleh Jung Ji Hoon, atau yang lebih dikenal dengan Rain, dan Song Hye Gyo yang menceritakan tentang seorang artis dan penulis novel yang terlibat dengan kawin kontrak. Drama yang bergenre romantic-comedy ini tentu saja mendapat fans yang banyak karena cerita yang ditawarkan tidak biasa dan dengan ditambah akting kedua pemain yang sangat apik dalam memerankan karakter mereka.

Selain itu, drama Korea juga terkenal dengan kisah cinta yang sedih, contohnya Sad Sonata (Sad Love Song), A Moment To Remember, dan lainnya. Kedua drama tersebut adalah contoh dari drama yang mampu membuat penontonnya menitikkan air mata karena kisah sedih yang diceritakan. Salah satu contoh drama tragedi Korea adalah A Memories Of Bali. Drama yang menceritakan tentang konflik percintaan dan perebutan kekuasaan hingga pembunuhan ini mengambil setting di Indonesia, tepatnya di Bali.

Baru baru ini serial darama yang mempunyai rating tertinggi adalah Descenant Of The Sun (DOTS) yang sempat booming di tahun 2016 kemarin, DOTS menduduki posisi pertama, dengan raihan rating yang semakin lama semakin meningkat, drama ini berhasil memecahkan rekor rating tertinggi drama Korea setelah 4 tahun.

Bahkan DOTS mendapatkan beberapa penghargaan karena serial dramanya membuat booming se-Asia, contohnya saja penghargaan terbaru yang diterima oleh drama ini adalah penghargaan dari Asian Television Awards ke-21. Acara ini digelar di Suntec Convention Center, Singapura pada Jumat 12 Februari. di Negaranya pun serial drama ini memborong banyak piala di acara KBS Drama Awards Korea Selatan, pemeran utamanya pun mendapatkanbest couple  di acara bergengsi tersebut, DOTS memang menguasai KBS Drama Awards . Total, drama yang penggarapannya dilakukan di Yunani itu memenangkan sembilan di antara sebelas nominasi. Selama 2016, drama tersebut telah meraih 33 piala1