Mesir adalah sebuah kerajaan besar di Afrika Utara, dan makanan pokok penduduknya adalah hasil bumi dan roti. Semua kebutuhan pokok tersebut disimpan dalam gudang-gudang penyimpanan. Tetapi di sekitar bahkan hingga di dalam gudang-gudang tersebut tidak aman, karena tikus-tikus suka mencuri dan merusak persediaan makanan. Di saat yang bersamaan, penduduk Mesir dilanda wabah penyakit yang tidak diketahui penyebabnya. Penyakit ini menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Tidak ada seorang tabib pun yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

Di sekitar rumah penduduk dan tempat penyimpanan terdapat kucing-kucing liar, kucing-kucing liar tersebut suka menangkap tikus-tikus yang suka mencuri dan merusak persediaan makanan tersebut. Penduduk Mesir pun merasa beruntung dengan kehadiran kucing-kucing liar dan mereka mencoba menjinakkannya. Bangsa Mesir menggunakan cara dengan memberi makanan pada mereka. Akhirnya, kucing pun berhasil dijinakkan oleh penduduk Mesir dan menjadi pembasmi tikus-tikus.

Pada saat yang bersamaan ketika tikus-tikus perusak mulai berkurang jumlahnya, wabah penyakit yang menyebabkan kematian itu pun mulai berkurang. Penduduk Mesir meyakini penyakit berbahaya yang menyebabkan kematian ini disebabkan oleh tikus-tikus tersebut. Oleh sebab itu, penduduk Kerajaan Mesir merasa kagum dengan kepandaian kucing menangkap tikus, dan mengangkat kucing sebagai dewa pelindung mereka, yang bernama Dewi Bastet.

IMG_4583

Namun nasib kucing di Eropa tidak seberuntung nasib kucing di Mesir. Di Eropa kucing diidentikkan dengan sihir yang menebarkan kejahatan dan menimbulkan bencana. Setiap penyihir bepergian selalu menggendong seekor kucing hitam di tangan kirinya. Tidak diketahui pasti, mulai kapan dan mengapa kucing dibenci di Eropa dengan mitos-mitos tersebut. Hingga suatu hari, wabah Black Death yang disebabkan oleh tikus-tikus menyerang Eropa, merusak lahan pertanian serta menggagalkan panen.

Kehadiran kucing sebagai pemangsa tikus telah mengubah kebencian orang Eropa terhadap kucing. Kucing akhirnya menjadi hewan yang popular. Penduduk Eropa jadi ingin memelihara kucing untuk mengindari serangan tikus yang telah menjadi hama tersebut. Mereka merasa kagum, karena kucing memiliki kepandaian menangkap tikus yang tidak dimiliki oleh hewan jenis lain.

IMG_4550
Seiring berjalannya waktu dan tingkat pendidikan penduduk yang mulai berkembang, kepercayaan terhadap ilmu sihir pun mulai musnah. Pandangan penduduk Eropa mengenai kucing mulai membaik dengan kehadirannya sebagai pemangsa tikus yang sangat membantu. Kucing dianggap sebagai hewan yang menguntungkan berkeliaran di lingkungan rumah.

Popularitas kucing pun memasuki keluarga dengan tingkat sosial tinggi. Hingga saat ini, manusia memelihara kucing hingga menganggap hewan lucu ini sebagai anggota keluarga. Saat ini pun kucing dipelihara kebanyakan sebagai penghibur suasana di rumah. Kesabaran, kehangatan, kelincahan dan keuletan yang ditunjukkan membuat salah satu hewan peliharaan ini sangat menggemaskan.

IMG_4527