Dahulu kala ada seorang peternak keturunan Tionghoa yang tinggal di daerah dadap Tangerang yang sekarang lebih dikenal dengan cina benteng bernama Lie Ceng Oek. Keluarga beliau sendiri sebenernya engga memiliki atau mewarisi beladiri apapun dari negeri asalnya. Singkat cerite sampe beliau sedang berteduh di sebuah goa di daerah tersebut setelah selesai mengangon ternak peliharaannya saat itu terjadi hujan.

 

Ketika sedang berteduh, Lie mendapat panggilan untuk masuk ke dalam goa tersebut, di dalam goa lie ceng oek bertemu dengan sosok tinggi yang disebut oleh orang betawi ki idan/ ki jidan. Mulai dari situlah lie ceng oek belajar silat, setelah beliau tamat belajar beladiri, lie ceng oek mulai membangun reputasinya di dunia persilatan yang kala itu di daerah tersebut masih banyak para pendekar dan centeng terkenal.

IMG_1155

bie sie ( nama yang diberikan lie ceng oek kala itu) Nama Bie Sie sendiri akhirnya berubah menjadi BEKSI atas logat masyarakat betawi kala itu, “Bek” yang berarti pertahanan dari bahasa Belanda dan “Si (Tsi) yang berarti empat dari bahasa Tiongkok. Jadi silat Beksi maksudnya adalah pertahanan dari empat penjuru.

Seni bela diri Beksi adalah merupakan ilmu bela diri yang memadukan antara seni, keindahan, ketepatan dalam mencapai sasaran, kekuatan, kecepatan serta kedinamisan dalam gerak dan olah pukul yang serta sikut yang keras. Dalam ilmu beladiri Beksi terdapat berbagai macam jurus-jurus yang memiliki ciri khas tersendiri. Jurus-jurus pada BEKSI terkenal dengan pukulan serta tendangan yang keras, cepat, ringkas dan mengarah pada tempat-tempat yang mematikan pada tubuh lawan. Permainan jurus pada “Beksi”, ada banyak gerakan yang menghentakkan kaki ke lantai, yang disebut Gedi serta gerakan tangan yang sangat cepat. Oleh sebab itu dianjurkan untuk melotot dan tidak berkedip dalam melihat gerak lawan.

IMG_1154

Berikut salah satu contoh gerakan yang ada disilat beksi