IMG_0429

Hallo readers, apa kabar?

Sudah baca buku hari ini? Saya harap sudah yah. Jika minggu lalu saya menceritakan mengenai betapa serunya ketika belanja buku di event BBW (Big Bad Wolf), maka kali ini saya akan mereview salah satu buku yang saya beli di event tersebut. Judulnya adalah Burung-Burung Migran karya Miranda Harlan dan Sutik A.S.

Migran bukan penyakit yah, tapi sebutan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Ketika pertama kali melihat buku ini, saya jatuh cinta dan langsung suka dengan covernya. Menurut saya, judulnya juga menarik sehingga saya memutuskan untuk membeli buku ini.

Dan saya benar! Harapan saya sesuai dengan isi buku yang ada.

Buku ini sangat luar biasa bagusnya. Secara umum, menurut saya buku ini merupakan sebuah biografi dari seorang Sutik A.S yang ditulis oleh Miranda. Bedanya adalah, buku biografi tentang seorang mantan TKW ini berhasil diubah layaknya sebuah novel. Novel yang luar biasa.

IMG_0431

Di bab pertama, ketika membaca buku ini kita akan merasa seperti sudah benar-benar masuk dalam cerita dan kehidupan Sutik.

Jalan cerita dengan alur maju-mundur, tidak membuat pembaca bingung karena penulis mampu menuliskan dan mengisahkan kejadian demi kejadian dengan baik.

Kita akan begitu menikmati kehidupan seorang Sutik dengan anak-anaknya, hubungannya dengan mantan suami yang salah satu dari mereka membuat ia bangkrut, kisah cintanya dengan Yamin seorang pria yang lebih muda dari padanya sampai dengan keputusannya untuk menjadi seorang TKW demi menyambung hidup. Walaupun tujuan utamanya adalah untuk menyusul dan membawa pulang sang pujaan hati Yamin.

Kompleks. Cerita yang sungguh penuh dengan kejadian tak terduga. Bagi saya sendiri yang begitu awam dengan proses pengiriman tenaga kerja ke luar negeri sampai merasa bahwa ini merupakan hal yang perlu banyak perhatian dan pembenahan secara besar-besaran.

IMG_0434

Akan ada bagian yang menceritakan tentang proses administarasi yang harus dilalui oleh Sutik dan kawan-kawan untuk dapat sampai ke tempat penampungan TKW. Lalu kejadian kelam dalam perjalanan yang tentu saja tak seorangpun diantara kita ingin mengalami hal itu. Namun, bagi Sutik dan kawan-kawan, hal itu terpaksa mereka lakukan untuk tetap bertahan sepanjang perjalanan sampai dengan diberangkatkan.

Ada bagian yang menceritakan bahwa tak selamanya, semua majikan di negeri seberang berlaku jahat terhadap asisten rumah tangganya. Walaupun memang ada yang jahat seperti yang diberitakan, namun Sutik termasuk beruntung memiliki majikan yang begitu sayang padanya.

Kisah selanjutnya, terus bergulir ketika akhirnya dia berhasil menemukan Yamin, suami tercinta. Alasan yang membawa Sutik sampai sejauh itu ke Malaysia. Adapula cerita kelam ketika Sutik akhirnya sekali lagi harus mengorbankan harta terbesarnya sebagai seorang perempuan demi menyelematkan salah satu sahabatnya yaitu Sumiati yang mana saat itu dalam buku diceritakan sudah seperti kacang lupa kulit. Walaupun Sumiati akhirnya punya cerita buruk dan menjadi salah satu kejadian yang tak ingin kita dengar.

Masuk penjara sebagai tahanan yang terkena hukuman akibat diduga menyimpan narkoba pernah dijalaninya. Setelah keluar dari sana, dia memutuskan untuk pulang kembali ke tanah air setelah berdiskusi banyak dengan suaminya,Yamin.

IMG_0436

Di saat pulang, Sutik akhirnya membuat perkumpulan pemberdayaan untuk wanita-wanita mantan PSK.

Secara umum, menurut saya buku ini sangat menginspirasi banyak orang. Cinta yang hadir sebagai bumbu pelengkap dalam cerita rasanya begitu pas. Setiap membaca lembaran demi lembaran yang ada, kita akan selalu penasaran dengan cerita apalagi yang akan berlanjut. Apa lagi yang akan terjadi. Seperti ada sebuah magnet yang membuat kita akan betah berlama-lama disana. Bahasa yang puitis menjadi kendaraan yang baik dan benar menurut saya, untuk membawa jalan cerita ini menjadi lebih manis, mengayun namun tepat sesuai dengan fakta.

IMG_0438

Penulis sangat berhasil menurut saya dalam menyamapikan setiap kisah yang kembali diceritakan dalam sebuah buku. Mengambil sudut pandang orang pertama atau sebagai ‘aku’ dalam sebuah cerita yang nyatanya bukan pengalaman pribadi merupakan keputusan yang ekstrem saya rasa. Namun, sekali lagi penulis kembali menepis itu semua dengan karya luar biasa.

Salam sukses selalu!

Meylisayshn_