Penulis Skrip Radio

PhotoGrid_1495899108238

Memasuki arena penulisan naskah radio, berarti memasuki sebuah dunia yang memadukan kemampuan “Wawasan” dan “Keterampilan” secara seimbang. Sama seperti tuntutan media cetak dan televisi, penulisan di medium radio siaran juga mempunyai beberapa spesifikasi. Memang ada hal-hal yang berlaku global dan berlaku di semua format media massa. Tapi tak terpungkiri, tetap ada hal-hal yang spesifik dan membutuhkan pemahaman secara khusus. Baik wawasan maupun keterampilan.

Berbicara tentang radio siaran, berarti kita bicara sebuah medium untuk massa yang hanya mengeluarkan suara. Spesifikasi ini mempunyai beberapa akibat dan konsekuensi alamiah yang harus dihayati setiap orang yang berkecimpung di dalamnya. Yaitu bagaimana radio ditajamkan ke penulisan naskah untuk radio. Tuntutan dan rambu-rambunya terasa lebih rumit. Karena penanganan produksinya juga menuntut pemahanan atas spesifikasi produksi radio. Selain itu penulisan di radio juga tidak lepas dari disiplin ilmu lainnya. Karena itu dalam pengajaran tentang “Penulisan Naskah Di Radio” dilaksanakan secara bertahap, termasuk mempelajari materi-materi pendukung untuk mencapai penulisan yang baik di radio. Seperti :

–          Karakter Medium Radio

–          5 Prinsip Menulis Untuk Radio

–          Menulis Untuk Telinga

–          Menulis Singkatan, Nama, Gelar dan Angka

–          Tanda Baca dan Tanda Kutip

–          Bimbingan Ejaan Fonetik

 

Berikut ini prinsip dasar penulisan naskah berita di radio secara garis besar atau poin-poin terpenting:

  1. Menggunakan bahasa tutur (spoken language), menggunakan kata-kata yang biasa diucapkan sehari-hari (spoken words).
  2. Terkait poin 1, acuannya adalah prinsip Write the Way You Talk (Tuliskan sebagaimana Anda mengatakannya)
  3. Gunakan kalimat-kalimat pendek.
  4. Hindari anak kalimat dan kalimat yang rumit.
  5. Ubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
  6. Tulis dengan huruf angka 1-11 dan tulis dengan angka untuk 12 ke atas.
  7. Tulis simbol mata uang dengan cara pengucapannya –Rp = Rupiah, $ = dolar, dsb.
  8. Naskah berita radio tidak mengenal “dalam kurung” (kata dalam kurung).
  9. Awali nama orang dengan atribusi, seperti jabatan, gelar, atau lainnya. Misalnya, seorang warga Bandung –Fulan– mengalami….; Ketua Organisasi Anu –Anu Anuin– menganukan anunya…. dsb.
  10. Gunakan Sign Posting atau tanda-tanda baca, seperti garis miring satu (/) untuk jeda, garis miring dua (//) untuk titik/akhir kalimat, garis miring tiga (///) sebagai penanda akhir naskah.
  11. Masih terkait nomor 10, gunakan tanda dash (strip, –) untuk mengapit nama atau istilah penting, seperti: Ketua Organisasi Anu –Fulani Fulana– menyatakan protes… dst.PhotoGrid_1495899078812

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s