cover      Kabar baik! Trio Grindcore asal bandung Morgg (bass+vocal), Bima (Gitar),Revan (Drumm) yang membentuk grindcore hura-hura RAJASINGA akan mengeluarkan album baru, setelah sukses dengan album “Pandora” tahun 2007 dan album “Rajagnaruk” ditahun 2011, Ditahun 2016 Rajasinga mengeluarkan kembali album baru berjudul “III” yang mendapat respon postive dari masyarakat! bahkan tanggal 7 Mei 2017 lalu saat pagelaran musik metal tahunan terbesar Seasia Tenggara yaitu HAMMERSONIC FESTIVAL digelar lewat album “III” Rajasinga mendapatkan penghargaan sebagai BEST ALBUM OF THE YEAR!.

31 Agustus 2016 kabar baik telah disebar lewat akun sosial media RAJASINGA bahwa album “III” telah keluar! Rasa penasaran gua sangat besar terhadap album ini,sebelum nya dua single terlebih dahulu diperkenalkan  dari album ini (III) yang berjudul “Stoned Magrib” dan “Masalah Kami Di negeri Ini” sudah membuat gua jatuh cinta setelah mendengar nya So?adakah alasan lain untuk tidak membeli album ini?

Album ini dirilis dalam dua versi yaitu versi Reguler dan Versi Deluxe dan bersyukur gua mendapatkan yang versi Deluxe! pasal nya versi Deluxe hanya dicetak 1000 keping

IMG_20170527_011721
Album III Deluxe Edition

Packaging yang amat menarik dan wajib masuk kedalam tumpukan berhala dalam ruangan.

Mungkin sangat terlambat untuk mereview album ini tapi masabodolah!!! tak perlu banyak basa-basi kita masukan CD nya,padatkan tanaman mulia nya,atur volume nya, dan BAKAAAR!

IMG_20170527_012021
Tracklist album III

Masuk lewat pintu nomor III : Dosa (Penghapusan) sebagai bentuk ritual agar berserah dan langsung dilanjut persembahan dikala senja lewat Stoned Magrib. Tarikan ketiga lewat lagu Pembantai ada sebuah teriakan melengking biman yang mengingatkan teriakan Tom Araya pada lagu Angel of Death milik Slayer. Nuansa yang susah ditebak dengan sayatan Riff gitar yang tak beraturan,tajam, tapi nyaman di dengar, RAJASINGA menulis lirik yang kritis pada lagu Masalah kami Di Negeri Ini salah satu lirik nya yang berbunyi “Gele belum legal,Sakit masih mahal” terbaca kan apa maksud nya?

Efek malas telah bekerja! saya mulai enggan untuk mengetik namun lagu Setengah Lima Kurang Sepuluh (½5-10) membuat saya agak bersemangat karena dalam lagu ini nuansa nya memang membuat saya semangat sound buram dan suram milik RAJASINGA memang juara! tiba-tiba kapal berubah haluan di lagu Ada? dengan nuansa punk dan heavy metal mengajak pala untuk terus mengangguk baah!!! padahal saya malas tapi saya tidak bisa menolak ajakan untuk headbang! nampak nya lagu ini menjadi lagu favorit saya pasal nya musik dan lirik di lagu ini sangat bagus dan kalian tau laah RAJASINGA adalah band Grindcore pemuja ganja kelas atas sudah pasti ada unsur sativa,THC,dsb di lirik mereka disetiap album nya

IMG_20170527_153520

Raih tanganku!
Disana kau akan menemukan
Segumpal nafasku terbalut madu
Kupersembahkan untukmu” adalah sebuah penggalan lirik lagu Ada? kenapa? teralu blak-blakan?ini ungkapan atas apa yang mereka suka! lagu ketujuh saya bingung memberi judul apa karena tidak ada isi nya alias kosong dalam booklet tidak ada lirik nya, dalam tracklist dikosongkan namun setelah saya dengar saya tau jawaban pasti nya ini Undang-undang dasar milik Rajasinga.

Setelah bermain dengan tumbuhan mari masuk kedalam lirik mencekam dan kelam lirik yang dibuat oleh Revan sang pemukul drumm konon berasal dari kisah hidup nya dia yang pernah menjalani masa hidup dalam jeruji besi dan memberi judul pada track ke delapan dengan judul Penjara, aahhh mata dan kepala saya mulai tak beraturan namun bajingan! backsound di lagu Orang gila membuat saya tertawa seperti menonton acara waktu saya kecil yaitu si unyil lagi-lagi riff gitar tak beraturan dan ketukan drumm yang tidak singkron tapi enak didengar tapi tunggu! coba dengarkan Riff gitar pada lagu ini ada selipan nada Smell’s Like Teen Spirit nya milik Nirvana yang agung

IMG_20170527_011825

lagu cepat sudah menjadi identik dengan Grindcore bila Napalm Death punya You Suffer, Rajasinga punya Matikau dengan durasi perkiraan saya 4 sampai 5 detik saja! sekarang saya sudah tidak berenergi tapi sayatan tangan biman (Gitar) membentuk nada seperti black metal pada lagu Tidak suka! membuat saya masih ingin berhura-hura pas sekali lagu dilanjut dengan judul Weekend Rocker lagu yang akan mengajak hura-hura ah sial! saya menjadi semakin sulit fokus,marilah kita senang-senang masih ada waktu luang. Lanjut pada lagu Hey!  dengan lirik kritis mebicarakan kembali tentang suram nya negeri ini dengan nuansa rock yang kental dan setelah saya membaca lirik pada lagu ini ada penggalan favorit saya yaitu “Suka gotong royong dan saling menolong, semua omong kosong Yang lemah ditindas, yang kuat beringas, tak mau selaras” Realita negeri ini  bukan? tak terasa sudah habis dan lagu telah sampai di gerbang ujung akhir  III : Dosa (Pengakuan)  menjadi penutup review edan dan slengean saya kali iniii.

Hibridia banyak genre dalam album III milik Rajasinga memunculkan warna baru dalam nuansa grindcore Indonesia bila grindcore ada yang kental dengan musik punk nya atau death metal nya saya pikir harus ditambahkan Grindcore yang kental dengan Rajasinga nya hahaha….

Simak Vidio mereka saat acara Everloud II kemarin tanggal 21,Mei,2017 di Borneo Beerhouse Kemang, Pesta mari berpestaaaa!!!

Sekian bacaan membosankan saya salam SEGAN untuk kalian semua!!!!

Note : jangan lupa untuk membeli CD original mereka tetap dukung karya musisi Indonesia agar mereka tetap bisa berkarya dengan semesti nya!