Kiat Menjadi Anak Rantauan ala Nola

11111111111

Ada pepatah bilang “Tuntulah ilmu sampai ke negeri Cina”, yang memiliki arti bahwa cari dan tuntutlah ilmu sejauh ilmu itu berada. Seperti halnya pepatah itu, banyak remaja Indonesia yang rela pergi dan tinggal jauh dari orang tua hanya untuk mencari ilmu. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Nola Yolanda Ampangallo.

Nola Yolanda Ampangallo, wanita kelahiran Samarinda, 14 Januari 1998. Ia sudah tinggal jauh dari orang tuanya sejak ia duduk di bangku SMA. Berangkat dari keinginannya untuk keluar dari zona nyaman, ia pun akhirnya memutuskan untuk berkuliah di Universitas Budi Luhur dengan mengambil konsentrasi Public Relation.

mc

Selain aktif sebagai mahasiswi di Universitas Budi Luhur, dengan bakat public speaking-nya Nola juga kerap kali di minta untuk menjadi MC di beberapa acara yang diadakan di kampus, seperti acara-acara seminar. Nola juga aktif dalam organisasi tingkat universitas yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Budi Luhur, dan saat ini sudah 2 periode masa jabatan yang ia jalankan. Selain itu, Nola juga pernah mencalonkan diri sebagai calon presiden mahasiswa (Presma) Universitas Budi Luhur bersama rekannya. Ia juga sering mengikuti debat antara kampus baik dalam bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia.

bem

Menurut Nola, menjadi mahasiswi yang sekaligus sebagai anggota organisasi bukanlah hal yang mudah, ia harus pintar membagi waktu antara perkuliahan dengan kehidupan organisasinya. Namun semua itu ia lakukan dengan senang hati, mengingat ia adalah orang yang suka sekali bertemu dengan orang baru.

Menjadi seorang anak rantauan bukanlah sebuah perkara yang mudah. Banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, banyak hal pula yang harus Nola atasi sendirian. Homesick merupakan kata yang terdengar tidak asing bagi para anak rantauan, seringkali pun Nola mengalami homesick, namun ia dapat melewatinya. Nola bercerita bahwa ketika ia mengalami homesick ia mengatasinya dengan cara menelepon Ibunya dan tidak lupa juga untuk berdoa.

Nola juga mengatakan untuk menjadi anak rantauan ada beberapa kiat-kiat yang menurutnya dapat membantu para anak rantauan lainnya. Yang pertama adalah siapkan mental untuk hidup jauh dari orang tua, dan sebagai anak rantauan, restu dari kedua orang tua adalah kewajiban yang harus terpenuhi, lalu siapkan mental untuk dapat bertemu dengan orang-orang baru serta beradaptasi dengan lingkungan yang baru, dan yang terakhir adalah banyak bersabar.

“Jangan pernah menyalahkan keadaan, tapi gimana caranya lu buat bisa beradaptasi dengan semuanya, karena ketika lu bisa beradaptasi, semuanya bakal bisa menerima”

itu lah pesan Nola Yolanda untuk para anak rantauan lainnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s