Macam – Macam Wayang Kulit

 

Pada umumnya masyarakat hanya mengetahui wayang kulit dengan jenis dan rupa yang sama, tetapi tahukah kamu ? bahwa wayang kulit memiliki banyak jenis dan rupanya. Tidak seperti wayang kulit yang kita ketahui pada umumnya. Tetapi meskipun wayang kulit ini beragam jenis dan bentuk, cerita dan karakter yg di ambil masih sama.

Wayang Kidang Kencana

Wayang 2

Disebut Wayang Kidang Kencana karena ukuran wayang lebih kecil dari ukuran wayang kulit pada biasanya. Wayang Kidang Kencana ini memakai pakaian yang terbuat dan dilapisi dari emas atau dalam bahasa jawa yaitu diprada. Wayang Kidang Kencana merupakan asal mula bentuk asli dari wayang kulit Banyumas masa lalu yang memiliki nuansa kerakyatan memiliki karakter yang sederhana, jujur dan terus terang.

Wayanag Bambu

wayang 2.1

Wayang Bambu mengangkat cerita dari kisah kehidupan sehari – hari. Bahasa yang digunakan dalam pertunjukan wayang bambu yaitu bahasa sunda dan diiringi dengan music karawitan Sunda. Tampak wayang bambu dibuat polo sagas para penikmat wayang bambu bebas berimajinasi terhadap tokoh wayang. Wayang bambu terbuat dari bagian ati bambu atau batang bambu bagian dalam. Bambu yang digunakan dalam pembuatan wayang ini yaitu bambu tali karena sangat lentur dan mudah untuk dianyam dan dibentuk wayang.

Wayang Kulit Madya

Wayang 2.2

Pada awalnya pemerintahan mangkunegoro IV Surakarta ingin menggabungkan semua jenis wayang yang ada, maka jadilah wayang madya yang mengikuti pada sejarah jawa. Dari situlah timbul gagasan Sri Mangkunegoro IV untuk membuat jenis wayang baru. Wayang ini mempunyai cirikhas yaitu dari bagian badan sampai ke atas kepala wayang madya ini berwujud wayang purwa. Sedangkan dari badan kebagian bawah kakai berwujud wayang gedong wayang inipun memakai kris yang terbuat dari kulit yang ditatah dan di sungging.

Tokoh yang ada dalam wayang madya seperti wayang purwa, yaitu putra-putra keturunan Panda seperti Sasikirana anak Gathotkaca, Sangasangka anak Satyaki, Dwara anak Samba, dan anak-anak keturunan Parikesit yaitu Yuda yaka, yudayanan, gendrayana.

Wayang Kulit Ukur

Wayang 2.3

Wayang ukur diciptakan oleh seorang seniman asal Yogyakarta yaitu sukasman. Berawal dari pembuatan wayang ini yg selalu di ukur ukur bentuk fisik, dari panjang tinggi hingga lebar pundaknya. Sehingga sang pemilik merasa puas dengan wayang ciptaannya. Maka dari situlah nama wayang ukur di ambil. Sang pencipta wayang ukur inipun juga selalu menciptakan wayang wayang baru. Cerita yang disajikanpun tidak jauh berbeda dengan cerita wayang yang lainnya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s