Penjual Mainan Kreatif

Pak Amir Penjual Mainan Kreatif

Ditengah era milenial saat ini, pengguna gawai sudah semakin banyak. bukan hanya remaja dan orang dewasa, bahkan anak-anak kecil dibawah umur saat ini sudah menggunakan gawai. Efeknya tentu saja pada mental dan cara berfikir anak-anak pengguna gawai tersebut, mereka yang sibuk dengan gawainya secara tidak langsung menjauh dari kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya.

Dahulu, untuk dapat bermain anak-anak akan mencari teman untuk diajak bermain bersama. Mereka biasanya memainkan permainan seperti kejar-kejaran, sampai petak umpet. Semua dilakukan bersama, begitu pula jika mereka memiliki sebuah mainan, biasanya mainan tersebut dimainkan bersama dengan teman-temannya, bahkan untuk mainan seperti kincir angin dan layang-layang.

Berbeda dengan saat ini dimana anak-anak sudah mengenal gawai atau gadget. Dengan gawai tersebut, anak-anak dapat bermain sebuah permainan yang bisa dimainkan seorang diri, karena biasanya lawan bermainnya adalah komputer atau lawan main yang secara otomatis ada dalam permainan tersebut. Kondisi ini secara tidak langsung membuat si anak tidak lagi memperdulikan kondisi lingkungannya, khususnya saat mereka sedang bermain gawai.

Walaupun demikian, tidak selamanya gawai merusak, karena banyak manfaat yang dapat diambil dari adanya gawai tersebut, karena tujuan awal dibuatnya teknologi adalah untuk memudahkan manusia dan memberikan manfaat baik bagi mereka yang menggunakannya.

Dibalik kondisi tersebut, penjual mainan tradisional buatan tangan seakan sedang di ambang keterpurukan, pasar sebagai pusat pembelanjaan yang biasanya disinggahi oleh penjual mainan tradisional, semakin jarang ada karena minimnya kemauan anak-anak  untuk membeli mainan tersebut. Padahal, mainan-mainan tradisional buatan tangan itu merupakan permainan yang menyenangkan dan memberikan edukasi sendiri bagi anak-anak, terutama juga meningkatkan mental bagi anak untuk bergaul dan membaur pada lingkungan sekitar.

Permainan seperti layang-layang, tiruan hewan yang dibuat dari gabus dan batu yang bisa digerakan dengan mengandalkan tangan, bisa memberikan anak kesehatan karena permainan ini dimainkan dengan banyak menggerakan tubuh dan mengeluarkan tenaga. Selain sehat, anak juga menjadi lebih gembira dan dekat dengan orang-orang disekitarnya. Kesemua itu membutuhkan peran orang tua dalam mendidik anak, membiarkan anak bermain permainan tradisional merupakan salah satu contoh cara mengembangkan kemampuan anak.

Lantas seperti apa mainan tradisional tersebut? Berikut salah satu penjual mainan kreatif buatan tangan yang masih bertahan ditengah era milenial saat ini, pak Amir sapaannya:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s