Olahraga Wushu

Wiushu.JPG

Wushu, yang juga disebut sebagai kung-fu, adalah istilah kolektif untuk praktik seni bela diri yang berasal dan dikembangkan di Tiongkok, dan Wushu adalah sumber awal semua praktik bela diri Asia. Kata Wushu berasal dari dua kata yaitu “Wu” dan “Shu”. Arti kata “Wu” adalah ilmu perang, sedangkan “Shu” adalah seni. Sehingga Wushu bisa diartikan sebagai seni untuk berperang atau seni beladiri.

Olahraga Wushu sebenarnya sama dengan Kungfu, awalnya Kungfu adalah olahraga yang berasal dari Negara Tirai Bambu atau Negara China. Karena Kungfu hanya di ajarkan di China dan tidak boleh dipublikasikan, akhirnya lahirlah Wushu untuk dipelajari seluruh masyarakat luas. Akhirnya diciptakan Wushu pada tahun 1990an lalu beredar di seluruh dunia dan masyarakat manapun boleh mempelajari Wushu. Dalam Wushu juga dipelajari seni, olahraga, kesehatan, beladiri dan mental. Mempelajari Wushu tidak hanya terbatas pada hal-hal yang berhubungan dengan gerakan fisik dan kekerasan saja. Tetapi juga melibatkan pikiran.

Imam

 “Wushu itu olahraga yang kompleks, ngga hanya bisa tendangan, terus pukulan, ngga hanya itu tapi dia itu harus memerlukan yang namanya kelenturan, kecepatan, kelincahan, terus daya, apa namanya daya tahan yang kuat. Jadi semuanya ada selain kita diajarkan untuk bagaimana cara, apa namanya pukulan dan tendangan yang kuat tapi kita juga diajarkan bagaimana caranya untuk, eeeee, bisa fleksibel gerakannnya unik kalau menurut saya, gitu kan. Seluruh badan itu gerak. Jadi ngga hanya bisa pukulan, tendangan bahkan sampai akrobatik pun seperti lompat-lompatan, salto itu yang membuat saya tertarik di dunia Wushu.” Ucap Imam

Wushu itu ada dua, ada Taolu ada Sanda. Taolu itu seni, jurus, main senjata, Taolu tidak ada berantemnya atau perkelahiannya, Taolu itu main seninya. Seni yang dipertandikan adalah seni peragaan jurus, seperti jurus tangan kosong, jurus senjata panjang, jurus senjata pendek dan jurus-jurus tradisional lainnya. Sanda adalah fighting atau bertarung seperti tinju, yang membedakan Sanda dan Tinju, kalau Sanda boleh main bantingan, tendangan dan kuncian. Sanda yang memerlukan berat badan atau kategori dalam pertandingannya.

Kalau di Taolu ada tingkatan atau kelasnya seperti kelas junior yang terdiri dari kelas D, C, B dan A. Biasanya kalau umur masih muda sekitar 5-8 tahun masuknya ke kelas D, pada usia masuk Sekolah Dasar (SD) masuknya ke kelas C, pada usia Sekolah Menegah Pertama (SMP) masuknya ke kelas B, untuk usia Sekolah Menegah Atas (SMA) ke atas masuknya ke kelas A. Untuk kategori senior masuknya ke freestyle. Dan masing-masing kelas-kelas ini berbeda-beda untuk mempelajari jurusnya.

“Dilihatnya Wushu itu lebih dinamis, dia membutuhkan lapangan yang luas kalau latihan Wushu. Soalnya, gerakan-gerakan yang ada di Wushu itu, memerlukan lapangan luas dan itu kalau misalkan lapangannya sempit pasti yang pertama kita susah untuk melakukan gerakan tersebut. Bisa aja nanti terbentur atau misalkan luang lingkup gerak kita jadi terbatas, gitu.” Tutur Imam.

 

 

One Comment

  1. Aku lebih suka Silat, tapi Kung Fu pernah belajar sebulan sewaktu SMA. Setelah mukul anak orang, ngacir keluar ga ikutan latihan lagi pas bertepatan dengan bayar iuran bulanan…😂😂 jangan ditiru!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s