Assalammualaikum teman-teman, kali ini saya akan berbagi tutorial atau cara mendapatkan hasil seperti gambar diatas. Dalam dunia fotographi gambar diatas dimbil menggunakan tekhnik panning dengan kamera dslr nikon d5100. Tekhnik panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan pada benda yang bergerak. Cara melakukan panning adalah dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus, sementara background akan tampak kabur/blur. Jangan takut hanya karena ada kata “teknik”, cara melakukan panning dapat dibilang cukup mudah. Teknik Panning sering dipakai untuk pengambilan foto sport atau foto news. Seiring perkembangannya, foto Human Interest juga banyak yang menggunakan teknik foto panning. Nah untuk tahap pertama siapkan kamera dslr mu, gunakan mode M atau manual. Atur shutter speed 1/20-1/50 dengan diafragma 22, aturannya adalah, saat objek foto yang dibidik tampak kurang tajam naikkan shutter speednya. Saat background kurang blur, turunkan shutter speednya.Berikut beberapa contoh shutter speed yang bisa dipakai diawal, namun semuanya tetap harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan:

1. Orang joging/ sepeda biasa dijalanan: 1/20 detik

2.Sepeda gunung uphill/downhill: 1/30 sampai 1/50 detik

3.Mobil: sekitar 1/50 detik

4.Balapan motor/mobil : 1/100 sampai 1/200 detik

jangan lupa mengambil gambar diluar ruangan denga cahaya yang terang. Kemudian atur iso 100 (jangan terlalu besar). Ketika menemukan objek kita harus mengunci titik fokus. Pilih objek yang bergerak dan memiliki background yang cerah dan memiliki warna-warna yang menarik, banyak detail dan memungkinkan fokus terarah pada subjek untuk mendapatkan foto panning yang memiliki background yang menarik.  Arahkan kamera mengikuti objek yang bergerak dan pencet separuh tombol pada shutter release untuk mengambil fokus. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto tidak menarik. Set frame yang cukup lebar, jangan terlalu ketat, kasih ruangan didepan dan belakang subyek sehingga kita cukup leluasa melakukan panning dan subyek secara utuh tertangkap dalam frame. Maka akan didapatkan hasil seperti diatas. Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s