Keunikan Arsitektur Bangunan Rumah Adat Maluku

Rumah adat Baileo merupakan ikon budaya sekaligus gambaran sikap dan jati diri masyarakat Maluku secara umum. Arsitektur dan nilai-nilai filosofis yang cukup unik membuat rumah adat ini cukup populer terutama bagi para wisatawan.

Nama “Baileo” berasal dari bahasa Maluku yang berarti Balai. Sesuai namanya, rumah adat ini memang bukan difungsikan sebagai tempat tinggal masyarakat Maluku. Rumah Baileo secara turun temurun lebih dikenal sebagai balai adat tempat dilangsungkannya beragam upacara adat, pertemuan adat, dan kegiatan keagamaan. Sesuai fungsi tersebut, desain rumah ini kemudian dibuat sedemikian rupa agar dapat menunjang kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalamnya.

Rumah Baileo memiliki struktur panggung. Tegaknya bangunan rumah ini ditopang tiang-tiang kayu pendek yang berjajar ditanam ke dalam tanah. Tiang yang umumnya dibuat dari kayu kelapa ini hanya menopang lantai rumah. Sementara atap ditopang oleh tiang sambungan yang ukurannya lebih kecil.

Kerangka atap menopang atap yang terbuat dari daun sagu atau daun kelapa. Atap tersebut disusun sehingga berbentuk seperti prisma dengan selasar di bagian depan dan belakangnya. Meski dibuat dari bahan alam, atap rumah adat Maluku ini tetap awet dan tahan lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s