Kecurangan Pedagang Beras Jelang Kenaikan Harga Beras

Beras merupakan bahan makanan pokok yang utama dan terutama bagi manusia. Hal ini berarti bahwa beras memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan dan kelangsungan hidup manusia.

Yang menjadi dilema saat ini adalah saat harga beras naik. Khususnya jelang akhir tahun. Salah satu faktor naiknya harga beras yaitu musim kemarau yang berkepanjangan. Hal ini sangat  berpotensi besar mengganggu produksi di daerah penghasil beras.

Saat terjadi kenaikan harga beras, ternyata masih ada pedagang yang memanfaatkan kondisi ini dengan mengerek harga beras. Hal ini membuat masyarakat resah.

Akhin adalah salah seorang agen beras di pasar Karang Anyar Jakarta Pusat. Pekerjaan setiap harinya adalah berjualan beras. Usaha ini sudah lama gelutinya. Nama usaha Akhin adalah PD. Vincent Jaya yang menjual bermacam – macam beras grosir dan eceran.

Sebagai agen beras di pasar Karang Anyar, Akhin tetap berjualan dengan jujur tanpa ada penipuan dengan mengerek harga beras. Baginya rezeki sudah diatur oleh Tuhan. Akhin percaya bahwa kepercayaan yang sudah diberikan kepada pelanggannya adalah hal yang harus tetap dia jaga.

Akhin menjelaskan bahwa setiap menjelang akhir tahun selalu terjadi kenaikan harga beras, hal ini terjadi karena masa paceklik (musim kemarau)  yang menyebabkan hasil panen beras kurang maksimal.

“Kalo setiap tahun itu pasti naik kalo beras cuman tahun ini doang yang agak lambat. Ini masa paceklik jadi masa paceklik itu kata orang masa panennya sudah habis ini musim kemarau”. Ucap AkhinScreenshot_20181219-233502_2.png

Tidak hanya itu, menurut Akhin kenaikan harga beras tahun ini masih lambat tidak seperti sebelumnya. Biasanya harga beras mulai naik pada bulan oktober sampai bulan desember. Dan ternyata hal ini berpotensi pada pendapatan yang didapatkan, yaitu lebih sedikit.

“Kalo beras tuh sudah waktunya setiap tahun sekali itu pasti tetap naik ini hitungan naiknya agak lambat biasa bulan sepuluh bulan sebelas tuh lagi kenceng ini dua belas aja masih begini masih merambat belum kenceng biasa sudah naiknya waduh sudah gak kira-kira. Kalo penurunan sih engak cuman pembagian hasil itunya untungnya lebih dikit lagi” Ucap Akhin. (Rep: Dian Waruwu)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.