Komunitas Ketimbang Ngemis Tangerang

Screen Shot 2018-12-20 at 11.37.56 PM

Saya mempunyai teman yang bernama Nur Fitri Syawalina biasa dipanggil dengan nama lina. Dia adalah orang yang humble. Sekarang dia menjadi ketua di salah satu komunitas yang bergerak di bidang sosial, yaitu ketimbang ngemis tangerang. Saya bertemu dengan dia di salah satu mall daerah Bintaro pada tanggal 15 Desember 2018 untuk saya wawancarai soal komunitas yang dia pegang saat ini. Dia bercerita soal komunitasnya saat ini yang bergerak di bidang sosial itu. Komunitas ini sudah dibentuk dari tahun 2015 yang awalnya dibentuk oleh rizky, awalnya rizky datang ke masjid untuk sholat Jum’at dan melihat ada seorang sosok mulia yang sudah tidak muda lagi dan dia memiliki semangat untuk berjualan. Dia berniat untuk membeli makanannya setelah pulang sholat Jum’at namun ternyata sosok mulia tersebut sudah tidak ada. Hal itu yang membuat temannya lina yang bernama rizky itu membuat ketimbang ngemis nasional. Seiring waktu ketimbang ngemis mulai ramai diperbincangkan di media sosial dan membuat orang orang regional dari masing masing kota membuat ketimbang ngemis regional atau ketimbang ngemis dari masing – masing kota, termasuk ketimbang ngemis Tangerang. Kegiatan dia di ketimbang ngemis Tangerang yaitu mencari sosok mulia untuk diberi bantuan dan setelah melakukan pencarian target mulia baru masing masing dari anggota ketimbang ngemis mencari donatur untuk membantu target mulia. Anggotanya saat ini untuk nasional sudah lumayan banyak. Selain mencari donatur anggota ketimbang ngemis biasanya mengadakan garage sale untuk mendapatkan uang yang digunakan untuk membantu target mulia. Garage sale sendiri yang di maksud oleh lina ialah menjual barang barang bekas yang masih layak pakai. Dia dan teman teman yang lain sangat gigih untuk membantu orang orang yang masih gigih untuk mencari uang walaupun dengan umur yang sudah tidak muda lagi tanpa meminta minta kepada orang lain. Dia berharap komunitas ini dapat menjadi komunitas yang bisa membantu sesama dan bisa bertahan di tengah-tengah kehidupan yang makin individualis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.