Gaya Hidup ala Vegetarian

IMG_3648Sekilas pasti kalian berpikir kalau makanan untuk orang yang diet vegetarian itu tidak se-enak makanan aslinya. Ya, saya pun berfikir yang sama seperti anda. Sampai akhirnya satu piring sandwich beserta keripik kentang tersaji di hadapan saya. Lantas apa yang terjadi selanjutnya? Saya langsung jatuh cinta pada gigitan pertama. Jauh diluar ekspektasi saya sebelumnya. Saya rela jadi vegetarian kalau setiap hari makan seperti ini!

Tapi kalian tau tidak kalau vegetarian dan vegan itu berbeda loh. Vegetarian pada dasarnya merupakan orang yang tidak memakan daging tetapi masih diperbolehkan memakan produk turunannya seperti keju, susu, yogurt dll. Vegetarian sendiri dibagi menjadi beberapa tipe, ada yang tidak mengkonsumsi daging tapi masih mengkonsumsi ikan, ada yang masih mengkonsumsi ikan dan ayam, ada juga yang masih boleh memakan produk berbahan susu, dan banyak lagi. Sedangkan vegan sama sekali tidak diperolehkan memakan semua jenis produk hewani, jadi hanya boleh mengkonsumsi produk nabati saja. Nah sekarang udah tau kan bedanya.

Diana Sutradewi berhasil mematahkan anggapan orang jika makanan sehat itu belum tentu enak. Diana ini adalah pemilik cafe dengan konsep meat free yang memang sudah menjadi vegetarian sejak 5 atau 6 tahun lalu. Motivasi dirinya yang memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian adalah karena ia pernah memiliki masalah kegemukan akibat pola hidup yang tidak sehat. Dalam hal ini, Diana mengaku mendapat banyak dukungan dari sang Ayah.

Pengalaman tersebut juga lah yang membuatnya ingin mengenalkan serta  menyebarkan pola hidup sehat kepada orang-orang melalui cafenya tersebut. Cafe yang dibangunnya itu memang vegetarian friendly. Untuk resep makanan Diana mengaku mencoba dan mencari resepnya sendiri by trial error hingga akhirnya menemukan rasa dan tekstur yang pas.

“Kita ganti dagingnya itu dengan kacang kedelai dan semuanya home made, jadi kita tau betul semua bahan yang terkandung di dalamnya. Untuk beberapa item seperti selai, es krim juga kita buat sendiri. Sedangkan untuk cream, kita menggunakan substitusi dari tumbuhan seperti soya, kacang mete, coconut cream”, jelas Diana saat ditemui di Toska Juice and Coffe di daerah Kalideres, Jakarta Barat pada 7 Desember 2018.

Enterpreneur yang sekaligus pelatih vokal ini tidak hanya ingin menularkan healthy lifestyle dari segi pola makan saja, Diana juga ingin memberikan edukasi jika pola hidup sehat itu harus diimbangi dengan aktivitas yang baik. Diana sering mengadakan workshop di cafenya. Kegiatan workshop yang biasa dilakukan yaitu kesenian, kaligrafi dan menghias kue. Selain workshop, Diana juga fully support beberapa komunitas seperti komunitas dance, yoga dan komunitas sepeda.

“Kalau untuk komunitas bentuk dukungan yang diberikan lebih kepada membantu dalam hal distribute. Jadi seperti misal komunitas sepeda kalau lagi ada lomba kan butuh kaos, bendera, nah kita juga sediakan tempat untuk mereka kumpul” jelas Diana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.