Inilah Fakta Pedagang Malam di Pasar Palmerah

Sudah hampir sebulan saya melalui pasar palmerah setelah habis mengerjakan tugas kampus, saya perhatikan jalanan selalu macet, apakah ini disebabkan oleh pedagang kaki lima?

Sayapun memperhatikannya, dan menjumpai salah satu pedagang kaki lima, Budiman namanya, laki-laki berusia 46 tahun yang sudah cukup lama berjualan di pasar Palmerah ini, hampir 15 tahun berjualan kaki lima dipasar Palmerah Jakarta Barat.

IMG_6555

Saya pun bertanya “mengapa lebih memilih berjualan di trotoar seperti ini?”.

Jadi ternyata berjualan di trotoar seperti ini sudah jadi kebiasaan warga sekitar, dikarenakan memang sudah sedari dulu orang-orang berjualan di trotoar pasar Palmerah ini, entah siapa pencetus utamanya. Pak Budiman sendiri awalnya ingin sekali berjualan seperti semestinya, “Ya dari pemerintah tidak menyediakan lahan, cuman lahan pasar itu gak muat jadi berhubung begitu kebutuhan kepokoan keluarga, bayar anak sekolah kebutuhannya itu gak ada di dalem jadi jualan diluar gitu” ujarnya.

Karena iya kepala keluarga, iyapun memutuskan untuk berjualan diluar yang ia tahu sendiri itu adalah perbuatan yang salah, namun dilakukan demi bisa memenuhi kebutuhannya.

Saya pun semakin penasaran, “memangnya tidak ada teguran dari Satpol PP pak karna berjualan di troroar seperti ini?

“Iyaa pernah, kalo teguran satpol pp itu gak tiap hari mbak kalo misalnya ada satpol pp itu dari kelurahan udah di kasih kode dulu udah kasih peringatan jadi sebelum kasih ada satpol pp masuk kesini udah kasih tau dari kelurahan jadi kita udah tau duluan gitu”. Jawabnya.

Ternyata kelurahan tempat sekitar memberi himbauan kepada pedagang kaki lima jika sebelum Satpol PP berada di tempat.

Pak Budiman memilih berjualan pada malam hari, karna menurutnya tidak terlalu menggu aktivitas pengendara bila berjualan malam hari. Berbeda dengan yang saya rasakan, ketika malam pun saya selalu terjebak macet di sekitar pasar tersebut, saya pun penasaran, mencari pengendara yang sekiranya sering melewati pasar tersebut.

Saya bertemu dengan pak Sulaiman di optic sekitar pasar Palmerah, dan beruntungnya saya ia adalah warga yang rumahnya tidak jauh dari sekitar pasar dan biasa melewati pasar Palmerah tersebut.

“Menurut bapak apakah macet yang terjadi di pasar Palmerah ini disebabkan oleh pedagang kaki lima?” tanya saya.

“Menurut saya tidak, justru sebagian besar itu dipicu karena banyak angkot yang ngetem-ngetem disepanjang jalan yang malah bikin macet parah”. Jawab Pak Sulaiman.

Saya pun bertanya, “jika sedari kecil pak Sulaiman tinggal disini, bagaimana tanggapan bapak tentang orang yang berjualan di trotoar?” tanya saya.

Pak Sulaimanpun berkata yang sama, jika memang sudah sedari dulu pasar ini ada, “entah kapan pastinya, yang jelas dari saya kecil aja pasar ini udah ada, udah ada orang yang jualan di trotoar” ujarnya.

Menurutnya solusi terbaik adalah pemerintah lebih memperhatikan pedagang kaki lima, menyediakan lahan yang semestinya, agar jalanan pun lebih terlihat luas dan pelebaran jalan pun adalah solusi terbaik menurutnya.

Seperti inilah kegiatan pasar malam yang berada di pasar Palmerah Jakarta Barat, seluruh kegiatan baik dari situasi jalanan, kondisi pasar dan interaksi para pedagang dan pembeli yang cukup banyak mengerumuni pasar malam di pasar Palmerah tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.