Imam, 23/12/2018. “Awal saya berjualan sejak tahun 2011, saya berjualan dari pagi sampai siang bersama istri dan harga satuan gorengan adalah Rp. 1000 rupiah, meski murah namun penghasilannya pun lumayan untuk kebutuhan sehari-hari, hanya dari berjualan gorengan  saya Dapat menghidupi keluarga saya, karena di jaman sekarang susah untuk mencari lapangan pekerjaan, dan kebutuhan yang semakin bertambah sementara harga barang-barang kebutuhan pokok semakin mencekik, maka dari itu saya memutuskan berjualan gorengan sampai saat ini.”

Saya berjualan gorengan dari saya berdagang keliling hingga menetap di pasar jika di bandingkan dengan berjualan keliling, berjualan menetap di pasar lebih banyak pembelinya dan keuntungannya apalagi jika di hari minggu sangat ramai karna hari libur banyak orang yang berbelanja dipasar. Dan banyak juga yang membeli gorengan untuk sarapan.

Saat siang setelah istirahat saya berbelanja kepasar untuk membeli bahan-bahan dan saya  mulai membuat adonan gorengan dari sore hingga petang terkadang juga sampai malam dan setelah adonan untuk di goreng besok sudah rapih sayapun istirahat. Sebelum subuh saya sudah bangun saya solat subuh terlebih dahulu setelah itu saya mulai mempersiapkan seperti adonan, merapihkan gerobak. Jam 06.00 wib saya sudah berangkat ke pasar bersama istri saya dan mulai mepersiapkan semuanya.

Saya mulai mulai menggoreng adonan  seperti bakwan, risol, pisang molen dan sebagainya. Istri saya bertugas untuk melayani pembeli. Setiap hari kami melakukannya meski kadang karena lelah kami pun libur berjualan.

Sebagai penjual gorengan dipasar apalagi belum memiliki ruko suka dukanya sangat banyak seperti, “saat panas ya kepanasan dan jika hujan saya memasang terpal agar tidak basah dan saat hujan pun pembeli sepi, pernah suatu ketika gorengannya masih tersisa banyak karna sepinya pembeli dan sisanya terkadang saya bagikan ke penjual lain atau saya  bawa pulang untuk dimakan, belum lagi saya harus membayar uang keamanan pasar dan uang kebersihan pasar tapi juga tak jarang gorengannya tak tersisa disaat ramainya pembeli. Meski begitu Alhamdulillah saya dapat menyekolahkan kedua anak saya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.