Kisah Pedagang Gemblong Pasar Kutabumi Tangerang

20181222_103806

Semua orang sudah tidak asing dengan yang namanya pasar. Baik itu pasar tradisional maupun pasar modern. Isi dari masing-masing pasar pun semuanya hampir sama. Hanya saja mungkin dari keadaan tempatnya yang berbeda, seperti pasar tradisional yang kita ketahui itu kebanyakan masih kotor karena belum dipasangnya ubin lantai agar pasar terlihat bersih, begitu juga sebaliknya dengan pasar modern yang kita ketahui itu sudah berubin dan bersih. Berbagai macam pedagang pun semuanya ada di pasar, mulai dari pedagang sayur, daging, ikan, perabotan rumah tangga, bumbu dapur, baju, makanan, minuman dan lain sebagainya.

Di sini, saya akan bahas salah satu pedagang yang ada di pasar tradisional. Pedagang ini adalah pedagang makanan yaitu gemblong. Makanan manis ini biasanya terbuat dari ketan yang dicampur dengan gula merah ataupun gula putih. Pedagang gemblong yang saya ambil berada di pasar tradisional kutabumi. Ia bernama pak Abdul Kodir Jaelani. Beliau berdagang gemblong di pasar kutabumi dengan naik angkutan umum atau biasa disingkat dan disebut menjadi angkot. Ia mulai berjualan di pasar mulai pukul 7 pagi hingga pukul 12 siang.

Gemblong yang dijual oleh pak Abdul bukan buatannya sendiri, melainkan ia mengambil dari orang lain yang membuat gemblong tersebut kemudian ia jual dengan harga perkotaknya yaitu 10 ribu rupiah. Pak Abdul juga bilang kalau gemblong yang ia jual selalu habis, tak pernah tersisa. Sekalinya tersisa, paling tersisa 10.

Pak Abdul jualan gemblong di tengah jalan pasar, tepat bersebelahan dengan pedagang kue dan pakaian dalam. Ia bilang kalau pertama kali jualan itu ia membayar uang kepada keamanan agar ia selalu bisa berjualan di situ, “jadi, pertama saya di sini, bayar. Bayar ke keamanan.” Ujar pak Abdul. Ia juga sebenarnya mengakui kalau hampir setiap hari ia bayar uang kepada keamanan.

Jika gemblong yang dijual masih sisa banyak, biasanya pak Abdul akan menjualnya lagi ke Bitung. Bukan di pasarnya, melainkan di pinggir jalan dekat dengan bus-bus yang ramai dengan orang-orang.

Semangat jualan gemblongnya pak! Usahamu tak akan sia-sia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.