KISAH PENJUAL ONLINE MENJADI LARIS MANIS

cuma-bermodal-rp-700-ribu-bisnis-ibu-ini-moncer-setelah-jualan-online-180129qInilah kisah sukses Sri Nurul Hidayah, seorang ibu rumah tangga yang berhasil menciptakan peluang dan memanfaatkan passion-nya di bidang kerajinan tangan menjadi bisnis yang menjanjikan. Setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan, wanita yang akrab disapa Nurul ini memutuskan untuk kembali menekuni hobinya di bidang kerajinan tangan dan memasarkan produk buatannya lewat ranah online, khususnya Tokopedia. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, ibu dari satu orang anak ini mampu mengubah hobinya menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya. Bahkan sang suami yang berprofesi sebagai dokter hewan di peternakan, memilih untuk berhenti dari pekerjaannya dan membantu Nurul dalam mengembangkan Kameha Shop.

 

 

Perkembangan teknologi dan informasi yang kian maju menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha kecil di Indonesia. Jika dulu, mereka hanya bisa memasarkan barang dagangannya di toko atau menitipkannya di beberapa tempat, kini mereka bisa memasarkannya secara online. Dengan cara penjualan yang lebih mudah, pasar lebih luas serta tanpa mengeluarkan biaya promosi, berbagai platform penjualan online memberikan potensi lebih besar untuk memajukan usaha UMKM di Indonesia.

Berkah ini salah satunya juga dirasakan oleh Sri Nurul Hidayah, salah satu seller Tokopedia yang belum lama ini baru saja menjalankan ibadah umrah di tanah suci. Sri, nama panggilan akrab ibu satu anak ini mengaku bisnisnya melalui Kameha Shop yang menjual tas, handycraft, tempat pensil serta souvenir mengalami peningkatan yang signifikan pasca bergabung dengan Tokopedia.

“Saya tidak menyangka bisa jadi seperti sekarang. Bisnis ini awalnya cuma hobi, sekarang jadi mata pencaharian untuk saya dan keluarga

 

“Tidak hanya meningkat dari segi materi, lewat punya usaha ini saya bisa bantu orang-orang di sekitar saya supaya punya pekerjaan juga. Ini yang nikmatnya tak terukur,” ujarnya.

Perempuan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerja Sama Yogyakarta ini menuturkan bahwa bisnis yang ia mulai dengan modal 700 ribu Rupiah ini sempat mandek dan sulit untuk berkembang. Produk suvenir yang ia tawarkan ke teman dan tetangga terdekat ini tidak berjalan mulus. Produk hasil karyanyanya pun menumpuk dan sulit terjual. Keinginan untuk menyewa toko guna memasarkan produknya pun tidak bisa terwujud lantaran dibutuhkan biaya yang besar.

“Waktu itu suami saya ngga mau kasih modal, saya malah diminta untuk jual dulu semua produk yang ada. Awalnya saya boro-boro tahu cara jualan online, kepikiran aja gak. Kemudian suami saya menyarankan saya untuk gabung dengan Tokopedia. Sekarang, suami saya malah berhenti kerja, ikutan saya jualan,” ucapnya sambil tersenyum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.