Kristore.id : Jejak Usaha Mahasiswa

Saat ini dunia kewirausahaan sedang tumbuh. Di balik gejolak ekonomi dalam negeri, ternyata masyrakat saat ini seakan bersemangat untuk membuat sebuah usaha, entah itu sebagai mata pencaharian utama atau pun sebagai usaha sampingan semata. Hal ini bisa jadi karena lapangan kerja yang sempit sehingga masyarakat  tergerak untuk berkecimpung di dunia wirausaha.

Dunia wirausaha saat ini sudah menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Hal ini karena dunia usaha konvensional sudah mulai beralih ke digital. Yang membuat proses transaksi bisa terjadi tanpa bertatap muka antara penjual dengan pembeli. Dengan tersedianya berbagai sarana serta bebasnya sosial media saat ini membuat siapa saja boleh membuka usaha melalui dunia maya. Sebut saja Facebook dan Instagram sebagai sosial media yang sering kali digunakan sebagai media untuk bertransaksi, atau jajaran e-commerce yang memfasilitasi masyarakat untuk bertrasaksi dengan mudah, cepat dan aman.

Berbagai sarana tersebut mayoritas digunakan para kaum Millenial hingga generasi Z. Yang mana gairah untuk berpenghasilan di kala muda menjadi salah satu motivasi mereka. Tak hanya itu, melihat banyaknya wajah-wajah muda yang telah sukses di dunia usaha juga menjadi salah satu pelecut semangat para generasi ini untuk membuka usaha.

Pedagang Online

Salah satu pewirausaha tersebut ialah, Maria Kristina. Ia merupakan pemilik sebuah toko daring (dalam jaringan), yaitu Kristore.id. Toko daring menjual jenis aksesoris ikat pinggang dan scarf. Ia mendirikan usaha ini sebagai media penyalur passion-nya. Ia mengakui bahwa barang yang jual merupakan barang yang memang ia sukai, sehingga ketika melihat permintaan pasar yang cukup besar akan brang tersebut, ia memanfaatkan peluang tersebut. Selain itu, ia memilih berjualan melalui media social dan e-commerce karena ia ingin memudahkan para pelanggannya serta untuk menjangkau para pelanggan yang berada di luar kota.

Ia yang merupakan seorang mahasiswa, mengaku cukup sulit untuk mengelola toko ini terlebih jikalau waktunya terbentur masalah perkuliahan. Akan tetapi, ia tetap mengedepankan Pendidikan sebagai prioritas dibandingkan dengan usahanya tersebut, karena menurutnya usaha tersebut hanyalah sampingan semata. Meskipun begitu, ia tetap optimis dengan usahanya ini, selain karena ia memiliki pendapatan dari situ, ia juga bisa belajar tentang dunia wirausaha yang belum tentu ia dapat dari sekolah/kampus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.