Menjual parfum di tengah pasar?

Mungkin kita mengenal pasar sebagai tempat yang kotor, aroma yang bercampur, becek dan lain-lain. Bagaimana dengan penjualnya? Tidak jauh seperti penjual daging, sayur, sembako atau bahan-bahan dapur atau kebutuhan bahan pokok. memang pasar tradisional saat ini sudah mulai banyak yang berjualan apapun yang bisa menguntungkan.

Namun, bagaimana jika ada penjual arfum yang identik dengan wewangian yang justru bertolak belakang dengan identitas pasar yang kita kenal?

PIC 1 BC.jpg

 

 

Rivaldo Parfum, kios parfum yang menjualkan wewangian seperti toko parfum pada umumnya, namun yang membedakannya adalah, toko parfum ini membuka kiosnya di lantai 1 Pasar Kebayoran Lama,  Kebayoran Lama, Jakarta Utara. Rivaldo Parfum membuka lapak di kios lantai 1 tepat disamping kios telur, bumbu dapur, dan bahkan berdekatan dengan kumpulan lapak daging dan ikan. Memang terasa sangat aneh, kenapa bisa memilih membuka lapak di tempat seperti itu. Tetapi faktanya, Rivaldo parfum telah berjualan parfum di pasar kebayoran lama lantai 1 sudah 3 tahun lebih.

 

PIC 3

“Kalo yang beli sih nggak tentu, ada yang baru pertama kali mampir, coba-coba, ada juga yang langganan, tiap minggu, tiap bulan beli.” Ungkap aminudin, salah satu karyawan yang menjaga lapak Parfum Rivaldo.

Mulai buka jam 8 pagi, dalam seminggu pengunjung pasar yang mampir untuk membeli parfum di tempatnya juga tidak sedikit, apalagi ketika hari minggu ataupun tanggal merah. Pelanggan pasar tidak jarang yang mampir untuk berbelanja parfum untuk pertama kali, ataupun yang langganan. Dan ada juga orang pasar atau penjual yang menjadi pelanggan tetap, rata-rata pelanggan yang merupakan orang pasar mencari parfum non- alkohol untuk kebutuhan ibadah sholat.

“kalo sama orang-orang pasar sih alhamdulillah nggak ada kendala, aman aja, sama-sama ngerti aja, sama-sama jualan.” Ucap Ridho, salah satu karyawan yang juga menjaga kios Parfum Rivaldo.

PIC 2

Banyaknya pengunjung pasar ataupun penjual yang berlalu lalang tidak menjadi masalah, bagi pembeli. Sesekali terlihat kuli panggul, pembawa telur ataupun pengunjung yang membawa barang belanjaan lalu lalang didepan kios Parfum Rivaldo. Namun tidak menjadi kendala bagi parfum rivaldo dalam menawarkan produk wewangian mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.