Nyeni Di Komuk Gallery!!

 

 

IMG_9047.JPGIbda Binnafsih Sumadikarta (23) membuka Jasa Karikatur dan Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP).
Dengan pengalaman kerja di perusahaan advertaising, media dan agency design beberapa tahun yang lalu, dan kemampuan otodidak yang di peroleh dari belajar di Youtube.

Hal itu diutarakan dirinya saat di temui di rumah nya yang berlokasi di Ciputat. Sebelumnya ia pernah membuka workshop di Kolong Fly Over Ciputat di depan Bank BCA namun ia memutuskan tidak membuka workshop disana lagi, karena sudah berpindah tempat di rumahnya.

 

 

“Awalnya karna waktu itu saya sempet resign kerja akhirnya ada temen yang minta lukisin wajah untuk pacar nya lah saya coba2 padahal saya belom pernah waktu itu . coba2.  bisa trus saya coba upload di social media waktu itu masih facebook, instagram belom terkenal kan  saya upload di facebook ternyata banyak yang nanyai harga wahh yaudah disitu saya putusin buat usaha karikatur”, Ujarnya.

“Ide yang di mulai sejak Januari 2015 ini di maksudkan agar Ciputat menjadi kota seni dan membuat seni sebagai salah satu alat untuk komunikasi dan sebagai perantara emosi terutama agar Ciputat lebih kreatif dan inovatif lagi khususnya di bidang seni.

“Kalo komuk itu awal namanya, waktu saya  punya komunitas pas SMA, namanya Kotak Muda Kreatif  nah di singkat jadi Komuk . ternyata komuk itu berarti wajah juga kan yaa akhirnya saya ambil nama komuk , komuk gallery kumpulan wajah-wajah, tuturnya lagi.

Berkat teman yang meminta bantuan membuatkan hadiah karikatur untuk pacar nya yang sedang berulang tahun, kemudian hasil karya di upload ke media sosial, respon pasar sangat baik. Akhirnya ia mencoba mendalami usaha ini dengan modal Rp. 300.000 sisa gaji bekerja bulan lalu.

Bukan hanya Karikatur dan WPAP saja yang di tawarkan, ada Vexel, Digital Painting, Siluet Digital dan juga Pop art. Awal usaha ia hanya menggunakan media bingkai saja dan kini ia sudah mulai berinovasi dengan menggunakan media sablon seperti baju, topi, mug dan totebag.

Ibda juga menceritakan tentang awal mula nya menyukai lukis digital, ia mulai menyukai sejak mempunyai wacoom dan disitulah ia tertarik. bukan hanya itu saja ia juga berinovasi dengan media lain seperti melukis di snel drum, di kayu, di manapun media konveksi lain nya ia sanggupi.

Waktu awal pengerjaan karikatur memakan waktu yang lama, ia bisa menghabiskan 8 jam nya atau sekitar seharian penuh untuk menggambar 1 kepala saja namun tidak untuk hari ini, ia bisa menggambar hanya 2-3 jam untuk 5-6 kepala karikatur karna ia sudah terlatih.

Pemasaran yang dilakukan cukuplah unik, ia menawarkan pembuatan jasa design simple dan gratis bagi yang tidak bisa membuat design namun untuk yang mempunyai design sendiri bisa di pakai design sendiri juga. Ibda telah membuka Jasa Karikatur dan WPAP di media online instagram bernama @Komuk_media sejak 2015. Dari usaha ini Ibda kini meraup pendapatan kurang lebih
5-6 juta/bulan. Sebelumnya ia mengerjakan nya sendirian dirumah namun sekarang Ibda dibantu teman nya yang juga seorang ojek online untuk mengantar barang pesanan klien dan membantu menyablon.

 

Harapan kedepan nya untuk Komuk Gallery adalah ibda ingin meningkatkan kreativitas anak bangsa, ia ingin mengajak teman-teman yang tidak punya pekerjaan dan mempunya skill menggambar dan skill lain nya untuk ikut andil di komuk gallery. Yang kedua ibda ingin bersama-sama meminimalisir angka pengangguran di Indonesia. Untuk mimpi besar nya ingin Komuk lebih dikenal dan ibda juga ingin sekali mengurangi angka pengangguran dengan kreativitas.

 

 

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.