O,O SKIN – Bisnis Online Ala Mahasiswa

3

Toko online. Ya. Di zaman yang tengah modern ini, apapun memang serba mudah, kini belanja pun bisa dilakukan secara online, lebih praktis dan tidak ribet, hanya bermodalkan smartphone siapapun bisa melakukannya.

Banyaknya penjual yang menjual barang dagangannya secara online, memungkinkan siapapun bisa melakukannya tak terkecuali mahasiswa. Ya. Meskipun kegiatan kuliah cukup padat, namun bagi mereka yang niat dan ingin membuka usaha, bisnis online memang menjadi salah satu alternatif untuk mereka yang tidak terlalu mempunyai banyak waktu luang.

Salah satu mahasiswa yang menekuni bisnis online ini adalah Nurul Usna, beliau adalah mahasiswa semester 5 yang tengah mendirikan bisnis online pada November lalu. Awalnya, Nurul dan tim membuka bisnis online hanya untuk kepentingan salah satu tugas kuliahnya, di mana ia ditugaskan untuk menjual sebuah produk. Namun, semenjak tugas berakhir, Nurul dan teman-temannya merasa jika bisnis yang awalnya dilakukan hanya untuk kepentingan tugas itu akhirnya ia lanjutkan menjadi bisnis sesungguhnya. Mengapa? Karena ia dan teman-temannya merasa senang dan pelanggan pun cukup banyak yang memesan produknya.

1

Produknya sendiri yaitu berupa kulit ayam krispi yang ia jual dengan berbagai varian rasa, harganya tentu terjangkau bagi siapapun yang ingin menikmatinya, mulai dari Rp. 5000 – Rp. 7000 saja. Hingga saat ini, toko online yang telah dibuka berada di instagram dan shopee. Ketika ditanya “Mengapa lebih memilih menjual makanan?” ia menjawab bahwa makanan adalah salah satu produk yang mudah untuk dibuat dan peminatnya pun cukup banyak.

2

Perbedaan produk yang dijual oleh Nurul dan tim terletak pada kemasan produknya, “o,o skin” ini memilih kemasan yang eco-friendly di mana kemasan tersebut tidak berbahan plastik dan tentunya hal ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik yang ada. Wah, sangat baik tentunya untuk ditiru oleh pedagang lain.

Kemudian, jika melihat status Nurul dan tim adalah sebagai mahasiswa, apakah jadwal kuliahnya terganggu saat mereka berjualan? Tentu tidak, karena dari awal mereka sudah membagi waktu dengan tepat antara kuliah dan berjualan sehingga meskipun Nurul dan tim sibuk berjualan tidak membuat kuliah mereka terlalaikan.

Melihat kisah Nurul dan tim, apakah kalian mahasiswa tertarik untuk mengikuti jejaknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.