PASAR ILEGAL LEBIH NYAMAN?

Kalau bahas tentang pasar tradisional, maka yang ada dibenak kita adalah becek, bau, dan tempat berjualan kebutuhan pokok. Namun pembahasan kali ini berbeda, karena sudah lama pasar ini ingin digusur oleh warga setempat akibat membuat jalanan sekitar perumahan menjadi bau dan macet. Penjual ikan ini bercerita bagaimana banyak warga perumahan komplek Mutiara garuda bilang kalau adanya pasar illegal ini membuat perumahan tampak kumuh. “nah kalo komplek masih adalah yang komplen, kalo disini mah tempat perumahan punya tempat sendiri, ya yang punya kawasan kan punya tempat pembuangan sendiri, nah kalo didepan kan perumahan beda pengurusnya sama sini”

2018-12-25 (48)

Namun pasar tradisional tetap memiliki banyak peminat terutama pasar tradisional komplek mutiara garuda, mulai dari anak-anak, bapak-bapak, dan ibu-ibu. Ada beberapa factor yang membuat pasar tradisional tetap ramai, yang pertama harga yang ditawarkan jauh lebih murah pastinya, apa lagi kalau ibu-ibu yang beli, sudah harganya murah tetap ditawar. Karena pasar ini dekat sekali dengan beberapa perumahan dan pedesaan, jadi pasar ini sangat strategis bagi pembeli karena dekat, apa lagi pembeli bisa memilih barang yang ingin dibeli sendiri dan menawar harga sesuai ke ingin.
2018-12-25 (49)

Pak Sarip menjelaskan bahwa sudah dari dulu pasar ini ingin digusur ”saya pikir kamu foto-foto mau melakukan penggusuran, ya kitakan awam jadi mikirnya saya macem-macem”, namun hingga hari ini penggusuran tidak pernah terjadi ”ya kan disini bukan pasar legal, disini kan pasar rakyat jadi yang ngatur ya rakyat juga, paling bayar 25 ribu sehari, sebutannya mah pasar rakyak, kalo pasar illegal mah terlalu kasar bahasanya”. Pak Sarip menjelaskan kenapa ia tidak mau pindah ke pasar yang legal, hal itu didasari mahalnya biaya sewa tempat yang disediakan oleh pengurus. Selain biaya yang jadi alasan, pak Sarip berbicara kurangnya kepedulian pengurus dalam mengurus wilayah pasar. “rugi juga kalau udh bayar mahal-mahal tapi tetap bayar preman atau kebersihan lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.