Pasar Tradisional Burung di daerag Curug, Tangerang

IMG_20181209_090326

Pasar burung tradisional yang berada di kawasan Curug merupakan pasar tradisional terbesar di kota Tangerang yang menjual bergabai macam jenis burung dengan harga yang bervariatif. Pasar ini berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan pesatnya minat jual beli burung itu sendiri. Menurut informasi yang saya dapatkan dari salah satu pedagang burung disana yaitu Pak Amir. Pak Amir sendiri merupakan seorang koordinator lapangan dari pasar tersebut. Pedagang burung awalnya hanya sekitar 8 penjual di tahun 1997 dan meningkat menjadi 300an penjual di tahun 2001. Peningkatan ini terjadi pada saat lokasi penjualan masih berada di lapangan Curug namun menurut informasi dari Pak Amir sendiri saat ini penjual burung hanya menjadi sekitar 70 pedagang yang berada di lapangan. Pengurangan drastis ini karena adanya larangan berjualan di sekitar lapangan yang rencananya awalnya akan dibangun fasilitas bagi warga sekitar berupa taman dan sarana olahraga. Meski pada kenyataanya warga sendiri kurang menyetujui hal tersebut yang dianggap kurang diminati oleh warga sekitar. Sehingga pembangunan itu pun sampai saat ini tidak tuntas dan larangan mengenai berdagang di sekitar lapangan masih berlaku. Karena regulasi tersebut pedagang-pedagang sempat di pindah tempatkan ke belakang pasar Curug dimana berisikan para pedagang ayam. Hal hasil penumpukan antara pedagang burung dan edagang ayam pun terjadi dan menyebabkan adanya penolakan dari pedagang ayam. Sempat ada perudingan antara Pak Amir dan kepala koordinasi pedagang ayam namun tak membuahkan hasil yang baik. Namun nyatanya hal ini tidak menghalangi minat pembeli untuk datang ke wilayah pasar burung tradisional Curug. Keunikan lain dari pasar burung tradisional terbesar di Tangerang ini adalah pedagang-pedagangnya yang berasal dari berbagai daerah bukan hanya warga sekitar. Seperti contohnya, pedagang dari Jasinga di Bogor dan Garut serta faktanya pedagang disana di dominasi orang-orang dari luar kota. Menurut pria paruh baya ini, hal tersebut dikarenakan kurangnya minat berdagang burung oleh warga local dan dianggap kurang menguntungkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.