Pasar Tradisional

Screenshot (5).png

Apa yang di maksud dengan pedangang tradisional pasar yang bisa bernegoisasi kepada penjual maupun pembeli tidak seperti pasar moderen yang sudah ada harganya sendiri, Mengapa pasar tradisional di adakan karena pasar tradisional lebih murah harganya dari pasar moderen Ibu tati dan pak suryadi adalah seorang pejual kerang hijau dipasar tradisional muara angke ibu tati dan pak suryadi berjualan mulai dari tahun 2005 dipasar muara angke, dulunya ibu tati dan pak suryadi ini adalah seorang penjual ikan dan mengalih menjadi penjual kerang hijau, pak suryadi sebelum menjual kerang hijau iya menjual berbagai macam ikan seperti, kerapu, kakap, baronang dll, karna adanya reklamasi pendapat ikan sangatlah berkurang kadang seharipun pernah tidak mendapatkan ikan untuk dijual, dari situ ibu tati dan pak suryadi mengalih menjual kerang hijau, namun kerang hijau juga berpengaruh karena adanya reklamasi, pendapat mereka mengecil adanya reklamasi, sehari sebelum adanya reklamasi mereka bisa mendapatkan 15drum untuk mejual kerang hijau, namun sekarang reklamasi telah diberitakan oleh pemerintah, karena merusak alam, setelah berhentinya reklamasi pendapat pak suryadi dan ibu tati melonjak untuk berjualan dipasar tradisonal muara angke, hargapun dipasar tradisional sangat murah dibandingkan dengan pasar modern, dengan kerang perKg ibu tati menjual sebesar 3500, namun dalam sehari ibu tati bias menghabisan kerang 10 sampai 15 drum dalam seharinya, namun ibu tati menjual kerang yang sudah dikupas, hanya daging saja yang dijual, hargapun juga berbeda, untuk daging kerang saja 1KG 8500, dalam sehari pak suryadi bias mengatongi 1juta-1,5juta, namun tidak setiap hari pak suryadi mendapatkan 10drum sampai 15drum kadang mereka kalo sepi hanya 5-7drum saja, jika pak suryadi tidap pendapatkan kerang dalam pencarian kerang, maka suryadi membeli kerang pertenakan kepada temannya, namun kerang pertanakan sangatlah mahal harga bias yang dibeli 1-2juta, setelah berhenti reklamasi ini, pak suryadi dan keluarga bias mencari kerang dan mejualnya lagi di pasar tradisonal muara angke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.