PKL Pasar Sipon Menjamur, Pedagang Kios Sepi Pembeli

IMG11293

Pedagang kios dalam Pasar Sipon, Cipondoh, Kota Tangerang mengeluh akibat menjamurnya pedagang kaki lima (PKL). Ketika saya datang dan bertanya tentang keadaan pasar kepada para pedagang yang sedang berkumpul, para pedagang menceritakan kepada saya tentang semrawutnya para PKL, dan menurut salah seorang pedagang kios dalam Badin, penghasilan ia sebagai pedagang ayam potong turun disebabkan para pedagang kaki lima.

“Memang sebelum ada PKL itu dagangan habis berapa?” tanya saya kepada Badin.

Badin menjawab, omzetnya berkurang yang dahulu ayamnya bisa habis 200 ekor per hari, saat ini hanya 100 ekor per harinya. “Omsetnya jauh biasanya 200 ekor paling sekarang cuma 200 ekor, gak sesuai target,” ucap Badin.

Badin sudah 7 tahun berjualan ayam potong di Pasar Sipon dan saat ini dia enggan untuk berjualan di pinggir jalan karena lebih mencari aman ketimbang harus bertentangan dengan peraturan dan membuat jalanan semakin ruwet. Badin menjelaskan kepada saya kalau para pembeli banyak yang membeli di pedagang kaki lima karena lebih mudah, mereka cukup berhenti saja di pinggir jalan tanpa harus bayar parkir. Selain itu para pembeli di PKL juga hanya tinggal memilih ke pedagang yang diinginkan sambil membawa motornya. Motor yang diparkirkan di pinggir jalan membuat semakin sempit jalan yang hanya satu lajur itu. Sedangkan kendaraan yang lewat bukan hanya motor, tetapi juga mobil dan truk.

Hal inilah yang membuat Jalan Irigasi Sipon macet terutama saat jam berangkat kerja, pulang kerja, maupun liburan. Badin bercerita kepada saya kalau dulu memang pernah ada razia pedagang kaki lima namun saat ini sudah lama belum ada razia yang dilakukan Satpol PP. Hal ini membuat pedagang kaki lima tidak kapok untuk terus berjualan di pinggir jalan dan pada akhirnya pedagang kaki lima di Jalan Irigasi Sipon semakin banyak. Bedasarkan pantauan saya, para pedagang kaki lima bukan hanya berjualan di pinggir jalan depan Pasar Sipon, namun juga menjamur di luar area pasar bahkan sampai sebrang rumah warga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.