TETAP SETIA DENGAN PASAR TRADISIONAL KHAS INDONESIA

Setiap hari pasti manusia membutuhkan sesuatu untuk bertahan hidup. Salah satunya ialah makanan. Rata-rata setiap orang makan tiga kali sehari. Pagi, siang, dan malam hari. Untuk itu mereka harus berbelanja. Entah ada yang belanja harian, bulanan sampai tahunan. Lalu, di era seperti sekarang untuk berbelanja sudah semakin banyak pilihan tempat dan caranya. Mulai seperti zaman dahulu yaitu dengan datang ke pasar tradisional hingga melakukan belanja online dengan aplikasi di telepon genggam.

Meski begitu masih ada puluhan pasar tradisional yang bertahan dari terjangan arus globalisasi. Disekitar ciledug saja ada beberapa pasar tradisional yang masih eksis. Seperti pasar Borobudur, pasar Saraswati dan juga ada pasar Lembang. Meski sering orang berpikir dan menilai pasar tradisional itu kumuh, kotor, becek dan sempit tapi dibalik itu masih banyak nilai lebih dari pasar tradisional. Kali ini saya akan membahas itu melalui wawancara dan mengikuti seseorang narasumber yang masih setia berbelanja di pasar tradisional.

DSC_7442.JPG

Setiap pagi sekali dalam seminggu Nurdiyanti seorang ibu rumah tangga pasti berbelanja untuk kebutuhan keluarganya. Dirinya tidak buta akan teknologi. Dirinya masih mengikuti teknologi-teknologi terbaru. Namun untuk masalah belanja dirinya masih percaya dan tetap bertahan untuk berbelanja di pasar tradisional. Alasan yang ia ungkapkan ialah ; satu, karena di pasar tradisional daging masih lebih segar karena tidak melalui proses pembekuan terlebih dahulu. Lalu kedua sayur mayur yang dijual juga termasuk lebih segar karena langsung dari pasar induk. Ketiga, karena pasar tradisional masih bisa tawar menawar harga dan bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

DSC_7445

Dari berbagai alasan yang bisa kita lihat dari ibu Nurdiyanti kita bisa yakin bahwa meski banyak orang yang memandang berbelanjar di pasar tradisional banyak hal negatifnya namun kita juga bisa menemukan hal-hal positif yang bisa membantu kita. Kita semua yang bisa mempertahankan eksistensi pasar tradisional khas Indonesia. Jika bukan kita, ya siapa lagi? Maka dari itu jangan takut untuk belanja di pasar tradisional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.