Pengaruh Kucing terhadap Mood Siswa di Yogyakarta

Manusia adalah mahluk sosial yang berarti mahluk yang tidak bisa hidup didalam kesendirian, adapun pendukung dalam bersosialisasi adalah Komunikasi. Komunikasi sendiri adalah sebuah kajian teori yang diartikan penyampaian sebuah pesan atau makna dari Komunikator terhadap Komunikan yang akan mendapatkan sebuah efek timbal balik dalam prosesnya, bisa berupa interkasi kembali ataupun mempengaruhi psikologis akan tetapi teori ini sampai sekarang berlaku di Indonesia hanya diantara sesama Manusia.

Hal lain di tunjukkan pada Rafi Akmal Raharjo, Fatika Nur Fatimah Siswa/Siswi SMA N 5 Yogyakarta beserta Guru pendampingnya Ririn Wahyu Priyatni S.Sos M.pd yang mungkin bisa menjawab dan memperluas kajian teori Komunikasi bukan hanya belaku antara sesama Manusia. Berawal dari Kucing yang populasinya tersebar banyak di Yogyakarta dan juga seringnya mengamati teman-teman mereka yang mengalami kesedihan atau gejala psikis yang terganggu, kemudian mereka melakukan sebuah interaksi terhadap Kucing terlihat ada suatu perubahan yang Positif, maka dari situ Rafi dan Fatika memulai sebuah Riset bahwa Manusia dapat me ngeksplorasikan keadaan psikisnya terhadap hewan yaitu adalah Kucing, yang bertujuan ingin mencari tahu bisa berdampak teehadap kondisi Mood bagi para Siswa menengah ke atas di Yogyakarta.

Kucing sendiri dipilih oleh Rafi dan Fatika dikarenakan karakternya yang bersahabat dan didukung bentuk fisiknya yang lucu tidak hanya itu, Kucing mempunyai populasi sangat banyak tersebar di Yogyakarta yang seharusnya bisa sering di temui oleh Pelajar . Riset ini ditunjukkan kepada Siswa menengah ke atas di seluruh Yogyakarta. Mereka mengambil sampel 157 Siswa yang di random dari seluruh SMA yang tersebar di Yogyakarta. Mereka memulai kegiatannya dengan menyebar kursioner dalam mengambil dan menganalisa data memakai metode Kuantitatif, hasilnya sekitar 52,22% dari populasi responden kursioner mengatakan bahwa mereka semakin bersemangat bila bertemu kucing dalam mengekspresikkan keadaan psikisnya, dengan melalui interaksi terhadap kucing mereka mempunyai dampak positif yang bisa meningkatkan kegembiraan atau keceriaan sehingga melupakan atau mengurangi beban masalah yang sedang dialami. Dengan hasil yang didapat Rafi dan Fatika berharap penelitian ini bisa bermanfaat dan juga ingin mengembangkan lagi dengan berbagai aspek yang mendukung agar memperoleh data yang lebih Valid dan lebih memuaskan.

bejarcerita.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.