Amarah dan Lelah menjadi Berkah

Semester ini saya mendapatkan mata kuliah jurnalistik online, sudah ada pemberitahuan sebelumnya dari kelas Unggulan angkatan sebelumnya, bahwa nanti kelas kita selanjutnya akan di ajar oleh dosen yang bernama Budi Afrian alias Mas Buyung. Saya sebelumnya belum tahu siapa dosen tersebut. Dari cerita angkatan UB sebelumnya tugas jurnalitik online akan banyak dan deadline pengumpulannya sering mepet atau bisa dibilang tidak seminggu pas petemuan. Dan hal itu terjadi  benar adanya, pas saya mengecek jadwal ternyata benar saya mendapat dosen yg bernama Budi Afrian. Semua teman di kelas rata-rata sudah panik dan siap-siap menanti tugas apa saja yang akan di berikan, dan dalam peraturan kelas mas Buyung tugas adalah UTS. Setiap minggu pasti ada saja tugas yang diberikan kepada kita. Tugas awal masih mudah menurut saya, saya bisa mencari lewat internet. Dan tugas yang sebenarnya baru dimulai.

TUGAS 6

Kali Maja, Pegadungan, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat (08/12/2019)

Saya mendapatkan tema tugas tentang kualitas air di Jakarta, Alhamdulillah saya mendapatkan tempat yang dekat lain halnya sengan teman saya yg absennya di atas mulai dari 1-13 mendapatkan tema dengan tanggul pantai Jakarta, yang pastinya lokasinya ada di daerah Utara Jakarta. Saya saat itu hanya bisa menertawakan mereka karena harus pergi kembali kesana, yang sebelumnya pernah kesana. Awalnya bingung ingin membuat reporting plan tentang apa, sampai akhirnya saya mencari ide melalui berita online dan akhirnya saya menemukan ide. Judul Reporting Plan saya “Memanfaatkan Aliran Kali Maja Untuk Mencuci Pakaian”. Lokasi tersebut berada di daerah Pegadungan, Rt.05/RW.009, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat, sangat kaget melihat benar adanya seperti yang ada di berita online warga sana rata-rata mencuci pakaian menggunakan air kali.

Warga Mencuci Pakaian di Kali Maja (11/11/2019)

Salah satunya saya bertemu dengan ibu eti, awalnya saya takut ingin berbicara dengan beliau namun mau bagaimana lagi kalo saya tidak saya Tanya nanti malah menjadi berita yang tidak valid. Akhirnya saya memberanikan diri untuk duduk di samping beliau. Ternyata beliau mau menjawab pertanyaan apa yang saya jawab, tidak seperti ekspetasi di wal saya “wah  ibu-ibu pasti judes nih kalo lagi nyuci terus di ganggu, malah nanya-nanya lagi”.

Sebelumnya saya mempunyai trik untuk mencari informasi, karena saya orangnya yang mencodong kearah introvert. Saya sebelumnya mampir dulu ke warteg untuk mencari informasi. Itu trik yang saya gunakan untuk menggali informasi dari wraga sekitar, benar saja saat saya Tanya pemilik warteg tersebut bahwa warga memang sudah lama menggunakan air kali untuk mencuci pakaian karena air rumah mereka yang asin. Dan sekali saya nanya beliau pemilik warteg tersebut menceritakan dari awal, bisa dibilang curhat mengenai hal tersebut. Nah ini fotonya, mungkin ada yang tertarik untuk mampir ke warteg ini. Pemiliknya bernama pak Januri beliau asik sekali diajak untuk mengobrol.

Warteg Pak Januri (11/11/2019)

Sudah dua kali saya balik ke warteg ini, bisa dibilang “basecamp” sebelum saya ingin mengetake suasan disana. Tugas 6 pun sudah saya selesaikan, namun bodohnya adalah saya tidak membawa kamera untuk sekalian menyelesaikan Tugas 6. Oh iya ada yang tertinggal saya ceritakan saat saya berada di kali maja, saya pernah dan bisa dibilang penasaran untuk membuktikan apakah benar air tanah di sana benar-benar asin. Pas sekali saat saya mau pulang waktu shalat zuhur pun tiba, saya menyempatkan diri untuk shalat di masjid daerah kali maja, dan memang benar adanya air tanah di masjid juga terasa asin, dan saya masih kepikiran sampai sekarang memang boleh ya air asin di pakai buat wudhu tidak batal, karena pas masuk ke dalam mulut saat kumu-kumur terasa asin sampai selesai shalat. Pengalaman yang sangat unik bagi saya untuk pertama kalinya. Dan saya tahu daerah sini, dari rumah saya sampai ke Kali Maja membutuhkan waktu yang tidak sedikit, perlu 1jam saya untuk sampai ke daerah sana. Apalagi saya ke sana sedang banyaknya razia, saya harus mencari jalan-jalan tikus untuk sampai tujuan.

TUGAS 7

Tanggul di Kamal Muara (08/12/2019)

Dimana mulai tugas yang saya kerjakan paling jauh dari rumah, tema tugas ini tentang dampak positif tanggul Jakarta. Harus memutar otak mencari ide berita untuk tugas ini, karena harus bersaing dengan teman sekelas yang berjumlah 21 orang. Cukup kelas pastinya harus pergi mengerjakan tugas yang sangat jauh, ya namun mau gimana lagi ikuti saja peraturan mainnya. Daripada saya tidak mengerjakan dan tidak mendapat nilai. Saya pergi kesana tentunya bersama teman saya , yang sebelumnya sudah kesana untuk mengerjakan tugas yg ke-6. Akhirnya saya di bantu oleh teman saya yang bernama Qais untuk mendapatkan ide cerita “Tanggul Menjadi Pembungunan Air Terkahir Ketika Terjadi Banjir di Kamal Muara”. Saya terkejut untuk pertama kalinya melihat daerah kamal muara, karena air laut yang sudah sama tingginya dengan daratan. Mendengar cerita dari warga sana bahwa jika sedang banjir rob jalan di sana tergenang hingga mata kaki.

Banjir Rob di Kamal Muara (05/12/2019)

Bisa lama hingga berjam-jam surut, karena saya sudah balik kesana hampir lima kali, sampai tau jam berapa saja saat air laut mulai pasang. Kira-kira mulai dari jam 11 siang air mulai naik.  Untuk pertama kalinya saya menerobos air rob menggunakan sepeda motor, dan yang terjadi kepada motor saya mengakibatkan menjadi karatan dan susah dihilangkan sampai sekarang. Untuk kenang-kenangan dari sana. Dan untuk pertama kalinya juga saya masuk kedalam rumah pompa yang ada di kamal muara, awalnya saya mengira susah untuk masuk kedalam rumah pompa tersebut, kebetulannya saya sedang makan di depan rumah pompa dan pemilik warung trsebut adalah bapak solihin, beliau adalah penjaga dari rumah pompa tersebut. sampai saya di ajak dan di jelaskan satu-satu alatnya dan bagaimana alat itu bekerja.

Rumah Pompa Kamal Muara (08/12/2019)

Baru kali ini saya mendapatkan seorang dosen yang banyak maunya, dan ribet. Dan saya orang yang panik, takut salah dalam berbuat sesuatu. Saya harus bolak balik ke kamal muara sampai lima kali hanya untuk megambil video. Sama dengan judul yang saya buat Amarah dan Lelah menjadi Berkah, maksudnya marah dan kesal dengan mendapatkan tugas seperti ini karena rasa lelah dan membutuhkan energi yang banyak untuk hanya membuat reporting plan dan di jadikan berita dalam satu menit saja, lelah karena jarak yang cukup jauh dari rumah dan mepetnya deadline yang diberikan. Namun dari semua itu saya bisa mengambil hal positifnya dan mendapat berkah dari ini, saya gak mungkin bisa tau daerah Kali Maja dan Kamal Muara, saya gak mungkin bisa Kenal sama orang-orang yang saya jadikan sebagai narasumber, saya bisa berani untuk mengajak ngobrol orang tanpa malu-malu, saya jadi tau tidak semua warga Jakarta hidupnya enak dan karena tugas Jurnalistik Online saya bisa keliling-keliling Jakarta. Semua itu pasti ada hal negatif dan positifnya bagi saya. saya mendapatkan ilmu dan pengalaman yg banyak dari tugas ini dan saya benar-benar merasa sebagai jurnalis. 

#terimakasihmasbuyung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.