Keliling Jakarta Barat, Timur, dan Utara Untuk Mencari Berita 2 Menit

Gambar diatas menjadi awal rusaknya rencana saya dalam menghadapi mata kuliah Jurnalistik Online di Semester 5 ini.

“Saya akan cari berita di daerah sekitar aja, di Ciledug.” Itulah rencana saya di awal perkuliahan, dan sekarang saya dipaksa untuk keliling Jakarta.

“Tapi mau tidak mau tugas ini harus dikerjakan, ini tuntutan mahasiswa.” Ceramah saya ke diri sendiri.

Lalu dua teman saya Qais dan Taufik mengajak saya ke perbatasan antara Kali Ciliwung dan Teluk Jakarta besok untuk membuat Reporting Plan. Dan keesokan harinya saya berangkat ke Muara Angke dengan Qais, Taufik, dan Aha.

Suasana Muara

Setelah perjalanan hampir 2 jam, salah Google Maps, dan tersesat masuk Komplek orang, kami ber-4 tiba di Muara Angke. Lalu kami parkir motor di ujung, dekat laut dan nelayan.

“Now what?” Saya di dalam hati.

Kita ber-4 tidak tau harus apa, kita kesana hanya modal nekat dan tanpa riset sama sekali. Meski hanya modal nekat, kami berhasil mendapat cerita dari Nelayan, Pedagang pasar ikan, dan Sebuah restoran.  Jam 5 sore kita pulang dengan bau ikan di badan.

Kali Ciliwung di daerah Kampung Melayu

Saya tidak puas dengan cerita saya di Muara Angke. Lalu 2 hari kemudian saya sendirian pergi ke Jakarta timur, tepatnya ke Kampung Melayu. Kali ini saya sudah melakukan riset terlebih dahulu. Saya membuat Reporting Plan berjudul “Sambut Musim Hujan, Begini Komentar Warga Kampung Melayu”. Disana saya bertemu dengan orang-orang di kampung tersebut, dan mendapat cerita dari mereka. Setelah Maghrib, dan hujan sudah berhenti, saya pulang dan semua berjalan dengan lancar tanpa halangan.

Saya buat Reporting Plan –nya, saya kirimkan ke dosen Jurnalistik Online saya yaitu Mas buyung supaya di acc dan bisa segera Liputan, dan….

DITOLAK!

Suasana Muara Baru

Karena Reporting Plan saya sebelumnya ditolak, saya harus membuat 2 Reporting Plan dan Liputan di Jakarta Utara, tepatnya Muara Baru. Kali ini saya melakukan riset jauh lebih banyak, melihat banyak berita yang berkaitan sebelum saya mulai berangkat.

Saya merasa lebih semangat kali ini, karena kali ini saya mulai merasa menikmati tugas ini

Singkat cerita, saya ke Muara Baru sebanyak 4 kali.

Yang pertama, saya bersama Qais, Sinta dan Sarah bertemu dengan pekerja di Rumah Pompa. Lalu kami bertemu dengan warga Muara Baru yang sedang Memancing, dan saya juga sempat melakukan wawancara dengan salah satu ketua RT disitu. Ketua RT tersebut menyarankan saya untuk pergi ke PT Koja didekat situ, dan banyak sekali sampah disana.

Suasana PT Koja

Kedatangan yang kedua, saya berdua Sinta bertemu dengan pekerja Pompa dan melakukan wawancara. Kita juga diajak berkeliling disana. Setelah itu salah satu pekerja Pompa mengajak kita untuk  berkeliling kampung dan juga bertemu dengan Ketua RT setempat. Saya berhasil melakukan wawancara  dengan ketua RT kampung Gedong Pompa dan berhasil mendapatkan cerita tentang perbandingan kondisi Kampung sebelum dan sesudah pembuatan Tanggul Pantai. Setelah itu kami mencari stock shoot dan akhirnya pulang.

Pak Hengky

Kedatangan yang ke tiga, saya secara tidak sengaja bertemu lagi dengan Pak Hengky yang kebetulan sedang cuti kerja. Kami nongkrong, saya menceritakan tujuan saya untuk kembali ke Muara Baru, dan beliau mengajak saya untuk keliling kampung untuk membantu saya membuat Berita.

Kami pun berkeliling dan Pak Hengky banyak mengenalkan saya dengan warga disana. Saya jadi tahu bahwa kampung Gedong Pompa adalah kampung terkumuh di Muara Baru. Banyak sekali sampah, tikus, dan gang-gang yang sangat sempit sekali.

Saya dapat informasi bahwa Kampung tersebut adalah kampung yang akan terkena banjir pertama setiap kali ada hujan atau pasang laut.

Warga kampung tersebut juga ternyata banyak yang memiliki rusun ditempat lain tetapi tetap memilih tinggal disana. Warga-warga bilang bahwa tinggal disana itu tidak nyaman, tapi mereka terpaksa karena alasan pekerjaan.

Saya berhasil mewawancari beberapa Warga Kampung, salah satunya adalah Ibu Surhatian.

Salah satu got di Kampung

Kedatangan yang terakhir, saya hanya mengambil beberapa stock shoot yang kurang dan mengucapkan terima kasih dengan orang-orang yang membantu saya di Muara Baru, terutama untuk Pak Hengky yang berjasa sekali membantu saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.