Tuhan dan Semesta Mendengarkan

Jika tidak ada bahu untuk bersandar, selalu ada lantai untuk bersujud

–Bacharuddin Jusuf Habibie-

Kalimat ini termaktub dalam buku bapak B.J. Habibie. Judul bukunya, “Pesawat Habibie, Sayap-Sayap Mimpi Indonesia”. Kalimat yang sangat indah dan dalam maknanya, membuat hati terenyuh. Bahkan air mata mengintip ingin tumpah.

Salah satu quote yang selalu saya ingat dan saya terapkan di dalam hidup saya. Kata-kata tersebut sangat menyentuh hati saya, dan ‘ngebuat’ saya untuk selalu mengingat Tuhan. Makna dari quote tersebut adalah, ketika kita sedang dihadapkan pada masalah dunia dan tidak ada bahu untuk tempat sandaran kita; tidak ada orang yang bisa kita jadikan tempat keluh kesah, maka kita harus ingat bahwa ada Tuhan yang selalu mendengarkan di dalam sujud kita. Bukan hanya Tuhan yang mendengar, bahkan seluruh alam semesta pun dengar 🙂

Tidak semua manusia mengerti apa yang kita rasakan. Bahkan ketika kita bercerita, manusia hanya mendengarkan karena penasaran, bukan karena peduli pada apa yang kita alami. Maka satu-satunya jalan adalah bercerita di dalam sujud. Karena semua yang kita hadapi adalah skenario yang Tuhan rencanakan, maka Tuhan tahu bagaimana akhir dari semua skenario yang Ia buat 🙂 Ketika saya sholat dan disetiap akhir sujud, saya selalu mencurahkan semua keluh kesah saya kepada Tuhan dan alam semesta, sampai air mata saya tidak bisa ‘mengumpat’ lagi. Rasanya lega sekali setiap melakukan hal itu.

Itulah quote favorit saya. Quote yang selalu membuat saya merasa nyaman dan tenang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.