[Review Film] Slank Nggak Ada Matinya

Film ini bercerita tentang kisah nyata perjalanan seorang Musisi atau Band musik rock pada tahun 1996-2000 yang mana priode ini Slank mengalami sebuah titik balik yang mengubah Slank hingga menjadi band sebesar ini. Perjalan film ini dimulai saat Band Rock ini berada dititik paling atas di Indonesia. Slank berkesempatan mengangkat kisah mereka kedalam sebuah film tentang perjalanan kisah hidup mereka hingga menjadi terkenal pada tahun 2013. Dimulai dengan bergabungnya Ridho diperankan oleh Ajun Perwira dan Abdee diperankan oleh Deva Mahera mengisi kekosongan personil Slank yang menyisahkan Bimbim diperankan oleh Adipati Dolken, Kaka diperankan oleh Ricky Harun, dan Ivanka diperankan oleh Aaron Shahab merupakan pembuktian bahwa Slank tidak pernah bubar.  

Sebenarnya tidak hanya datang dari kehidupan professional para personel Slank. Dibalik kepopuleran mereka tiga dari personil mereka yaitu Bimbim, Kaka, dan Ivanka dirundung begitu banyak masalah yang disebabkan ketergantungan mereka terhadap obat obatan terlarang. Ibu kandung Bimbim yaitu Bunda Iffit yang diperankan oleh Merian Bellina yang menjadi manager merekapun tidak sanggup menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Tidak hanya sang Bunda dibantu dengan Abdee dan Ridho sang personil baru mereka membantu Bunda Iffit untuk Bimbim, Kaka, dan Ivanka agar dapat terlepas dari obat obatan terlarang sehingga dapat bermusik dengan jalan pikiran yang jauh lebih baik lagi.

Focus yang diberikan pada usaha masing-masing para anggota tersebut untuk melepaskan diri mereka dari jeratan obat-obatan terlarang juga mampu dikembangkan dengan sangat baik dan menjadi hal yang menarik untuk diikuti. Hal tersebut mengajarkan bahwa kita harus bisa melepaskan kebiasaan buruk dan harus bisa melakukan hal yang lebih baik lagi, supaya hidup lebih teratur dan terarah. Maka dari itu Slank bisa mengubah itu semua karena ada kemauan dari diri masing masing. Bukan hal yang mudah memang untuk melepaskan kebiasaan buruk, sejatinya hanya diri sendiri yang dapat merubah itu semua.

Kelebihan film ini, film ini mampu mengekspresikan gambaran bagaimana perjalanan kisah Band Slank menjadi lebih nyata. Namun, para actor utama kurang dalam bemberikan penjiwaan pada karakter-karakter yang diperankannya.  Sangat terlihat bahwa para actor hanya berusaha untuk meniru  dari gestur tubuh para anggota asli Slank tanpa benar-benar menjadi karakter asli dari anggota Slank. Film ini juga menggambarkan semangat anak muda, dan juga orang dewasa yang ingin mengejar mimpinya, walau disajikan dengan gaya yang slengean, tetap saja film ini mampu menghadirkan semangat itu hingga akhir sembari bernostalgia dengan lagu-lagu Slank, pastinya Film ini ga boleh kamu lewatin!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.