Kegigihan dan semangat kerja Bapak Rastoni

Cari rezeki yang halal memang susah, tapi bukannya nggak ada sama sekali, mereka yang mau berusaha pasti bisa mendapatkannya, salah satunya adalah bapak tua bernama Rastoni ini. Kisah Pak Rastoni kini usianya 65 tahun, tapi dia masih setia menenteng cangkulnya dan membawanya keliling untuk bekerja.

IMG_9484

Di usianya yang sudah tak lagi muda, ia hanya mampu bekerja sebagai tukang cabut rumput keliling atau pekerjaan apapun yang orang tawarkan kepadanya. Bermodalkan cangkul ia berjalan keliling kota Jakarta, bahkan terkadang ia pernah dua minggu keliling namun tak ada satupun pekerjaan yang menghampirinya.

Tapi, meskipun sulit, ia tetap setia menjalani pekerjaannya, atau lebih tepatnya menjalani pekerjaan yang masih mampu dikerjakannya. Karena sebagai orang tua tentu saja bapak yang satu ini berharap bisa istirahat di rumah dan bermain bersama cucu-cucunya.

IMG_9480

Belajar melalui Bapak Rastoni, kita sebagai anak muda yang masih kuat tenaga (fisik) diajak untuk bekerja keras lebih lagi, kenapa? Untuk bekal masa depan kita secara pribadi, baik kita pria maupun wanita, kita harus gigih dalam mengerjakan sesuatu dan kurangilah mengeluh dalam bekerja sebab itu membuat kita hanya pikiran. Capek itu pasti, tapi ketika rasa lelah itu datang, maka ingatlah bahwa ada keluarga yang tengah menunggu di rumah, mereka yang menaruh harapannya padamu. Mari, kita bekerja lebih giat lagi demi nusa dan bangsa. (1471505139/YusufGabriel/SA)

Cerita Kehidupan Ibu Suparmi si Penjual Pisang

BSD, Tangerang. Suparmi adalah seorang ibu yang bekerja penuh waktu sepanjang hari. Ibu Suparmi saat ini berumur 57 tahun yang mesti memenuhi kebutuhan hidup. Ibu Suparmi bekerja sebagi tukang sapu halaman dan menjual pisang. Dari pagi, ia bekerja sebagai tukang bersih-bersih di kawasan BSD Sektor 14, setelah itu ia pulang ke rumah untuk mempersiapkan diri kembali lagi berjualan pisang. Ibu Suparmi sudah menekuni jualan pisang ini semenjak tahun 1995 dengan kondisi ekonomi keluarga ini tidak terlalu baik.

_MG_7647

Ibu Suparmi tinggal di daerah kecil dekat stasiun Rawa Buntu, Tangerang. Dahulu, ibu Suparmi berjualan banyak pembeli tetapi semakin bertambahnya usia dan zaman, buah pisang yang dijual hampir tidak laku dalam sehari. Harga pisang di jual dikenai harga 25.000/sisir, buah pisang yang di jual merupakan hasil kebun. Ibu Suparmi bukan hanya menjual pisang saja tetapi menjual buah-buahan lain (terkadang) seperti semangka, jambu, rambutan, masing-masing sesuai musimnya.

_MG_7646

Ibu Suparmi memaparkan cerita singkat hidupnya kepada penulis yaitu manis pahitnya hidup, ia bercerita kalau ia sudah merasakan semua fase kehidupan dan dengan semangatnya, Ibu Suparmi bercerita bahwa hidup memang seperti itu, semua itu kembali ke diri masing-masing, apakah mampu menghadapi semua ditambah lagi setiap harinya harus dipenuhi rasa bersyukur.

So, syukuri hidupmu dikala susah maupun senang, dikala manis maupun pahit, orang bercerita tentang apa kita, mengolok kita, membuat kita down, kita tidak harus panik karena semua cerita hidup sudah diatur. Percayalah dan yakinlah, Tuhan akan mengangkat derajatmu.