The Entrepreneurship – Ayam Gepuk Pak Gembus

Ardi Danu Saputro_1471505808_SA

 

Jakarta – Ridho Nurul Adityawan sebut saja “Pak Gembus”. Lahir di salah satu kota kecil di Jawa Tengah yaitu di Magelang, salah satu kota pemilik 7 keajaiban dunia “Borobudur”. Sebut saja Pak Gembus, punggawa (creator) Ayam Gepuk Pak Gembus ini memang sudah memiliki bakat dalam hal entrepreneur sejak duduk di kelas 2 SMA. Lulusan Diploma III dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Semarang ini memang sempat berkerja di beberapa perusahaan besar akan tetapi tidak bermaksud untuk mengabdi hanya untuk batu loncatan dalam penggalangan dana (mencari modal) untuk bekal usaha. Setelah bekerja selama kurang lebih 3 tahun di 3 perusahaan, dia memutuskan untuk “mundur tanpa berita” dari perusahaan terakhirnya di Jakarta untuk langsung terjun di dunia usaha pada tanggal 14 september 2013.

         Nah buat kalian yang penasaran dengan awal mula hadirnya Ayam Gepuk Pak Gembus ini, yuk mari kita simak pemaparan dari Mas Ridho selaku owner :

      Setelah mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan dari tahap peralatan, mencari lapak, pembuatan logo, branding, sampai dengan persiapan mental akhirnya dibukalah “Ayam Gepuk Pak Gembus” pertama kali tanggal 02 Oktober 2013 di jajanan kaki lima Jalan Pesanggrahan Jakarta Barat. Menjalankan usaha sendiri dan memang benar-benar sendiri memang bukan hal yang mudah bagi Punggawa Ayam Gepuk Pak Gembus. Angin, badai, seperti belum terbiasa, tidak ada pembeli, bongkar pasang tenda, mendorong grobak sampai dengan penitipan ke pasar, memang hal yang tidak bisa dipercaya olehnya. Benar-benar sesuatu yang sulit untuk dimengerti. 4 bulan bersama Ayam Gepuk Pak Gembus akhirnya jawaban demi jawaban terjawab.

 gemProses pengolahan ayam yang menjadi bahan utama usaha ayam gepuk Pak Gembus.

      Letih, lesu, lelah, terobati sedikit demi sedikit, mulai merasakan keuntungan, dari situ mulailah Creator Ayam Gepuk Pak Gembus ini mencari pendamping untuk mendampingi dia berjualan. “Perlahan tapi pasti katanya”, yang penting sabar, percaya proses, gak ada hal yang instant di dunia ini, kalo pengen cepet kaya ngepet aja, tutur pria berusia 28 tahun itu. Alhamdulillah…Puji Tuhan, sampai dengan pertengahan tahun 2016 Ayam Gepuk Pak Gembus sudah mencapai kurang lebih 192 cabang yang dikembangan dengan sistem Franchise. Yang lebih tidak bisa dipercaya lagi adalah sudah ada cabang sampai Ambon, Manado, Makassar, Palembang, Medan, Pekanbaru, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya. Masih percaya tidak percaya tapi memang begitu adanya.

         Ayam Gepuk Pak Gembus adalah kuliner dengan menu utama Ayam Goreng pertama dengan sajian berbeda dengan menu ayam goreng yang sudah ada sebelumnya. Ayam Gepuk sambel bawang “Pak Gembus” merupakan perpaduan ayam goreng pedas manis dengan “sambel bawang” segar (mentah). Sajiannya sangat sederhana dan sangat menggugah selera para penggila pedasnya sambel.

Tag line:

  1. Tentukan Sendiri Pedasmu : pelanggan dapat menentukan berapa jumlah cabai yang pelanggan inginkan.
  2. Anda Pedas Kami Puas : target kita adalah pecinta pedas, dan ketika pelanggan merasakan pedasnya dan nikmatnya sambal kita, itulah kepuasan kita.

busSalah satu masukan dari Pak Gembus bagi mereka yang ingin mencapai kesuksesan.

          Alumni D-3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Semarang ini mempelajari skema bisnis waralaba dari Internet yang dipelajarinya dalam sepekan. Setelah memahami seluk-beluk bisnis waralaba, ia menyodorkan proposal bisnis waralaba Ayam Gepuk Pak Gembus ke salah satu pelanggan setianya. Setelah kedua pihak saling sepakat, warung waralaba Ayam Gepuk Pak Gembus dibuka untuk pertama kali di kawasan Mangga Besar dan Kebon Sirih, Jakarta. Ketika itu, pemegang waralaba menyerahkan dana senilai Rp 15 juta kepada Ridho. Untuk memancing minat pembeli waralaba lainnya, ia mempromosikan sistem waralaba Ayam Gepuk Pak Gembus di banner. Sistem waralabanya menganut tiga asas, yaitu kekeluargaan, beretika dan terpercaya. Pewaralaba yang melanggar tiga asas itu akan ditindak tegas. “Kami bersikap tegas dengan menutup warungnya.” Ridho menegaskan saat ini, harga waralaba Ayam Gepuk Pak Gembus dibanderol Rp 30 juta-33 juta. Pembeli waralaba antara lain mendapatkan tenda, kursi, meja, dan 12 ekor ayam. Di awal pembukaan gerainya, si pemegang waralaba diwajibkan mempromosikan paket Rp 10 ribu (ayam dan nasi) dalam satu pekan.

The Entrepreneurship – Westbike Messenger Service

Ardi Danu Saputro_1471505808_SA

 

Jakarta – Jasa pengantaran paket kini tak hanya menggunakan kendaraan bermotor saja, Westbike Messenger Service atau yang lebih akrab dengan sapaan WMS hadir dengan inovasi baru. WMS menggunakan sepeda sebagai alat transportasi untuk mengirimkan paket berupa barang, dokumen ataupun makanan. WMS berada di Jakarta Barat, yang berdiri pada tahun 2013. Bisnis ini merupakan gerakan go green yang dicanangkan oleh foundernya yaitu Hendi Rachmat. Sebagian besar kurir WMS merupakan mahasiswa aktif yang juga senang bersepeda terutama menggunankan sepeda jenis fixie. WMS menyediakan layanan pengantaran VIP dan VVIP, dengan harga yang terjangkau dan pelayanannya yang cepat.

     Nah buat kalian yang penasaran dengan awal mula terbentuknya Westbike Messenger Service ini, yuk mari kita simak pemaparan dari Mas Hendi selaku founder WMS :

        WMS kini memiliki 16 kurir yang berusia sekitar 20 tahun. Semua yang terlibat dalam bisnis ini sama-sama mencintai aktivitas bersepeda, tak terkecuali sang pendirinya. Dari hanya sekadar hobi, bisnis unik akhirnya tercipta. Sambil melihat pasar yang berubah karena penetrasi kurir berbasis aplikasi, WMS tengah menyiapkan aplikasi serupa. Tidak hanya untuk keperluan pengiriman dan pengambilan barang, aplikasi yang akan diluncurkan minggu terakhir Februari itu akan menjadi wadah bagi komunitas.

foto4Salah satu kurir Westbike Messenger Service, saat sedang mengantarkan paket.

      Mendapat gagasan dari kota-kota besar, seperti New York, San Francisco, dan California, Hendi coba melakukan sesuatu terkait sepeda, sekaligus menjawab masalah kemacetan Jakarta. Terpikir olehnya untuk merintis usaha kurir dengan sepeda. Hendi, yang tidak menyelesaikan kuliah Ilmu Politik di Universitas Nasional, memulainya dengan membuat survei perilaku pembeli dan penjual barang secara daring. Dari studi yang dia buat, pada hari kerja pukul 09.00-19.00, kebutuhan pengiriman cepat tanpa banyak hambatan jadi mendesak. Penjual tidak ingin membuang waktu dan energi terlalu banyak untuk menyerahkan barang kepada kurir. Terungkap pula, pembeli paling tidak suka menunggu terlalu lama dan ingin barangnya sampai 2-3 jam, bukan 2-3 hari. Hasil survei ini dijadikan pijakan WMS. Salah satunya, WMS menawarkan paket VVIP dengan jaminan dua jam sampai dan VIP yang sampai pada hari yang sama. Order terakhir diterima pukul 19.00. Berikut penjelasannya :

           Ada masanya ketika sepeda fixie meramaikan jalan-jalan di kota-kota di Indonesia. Saat itu, setiap hari tanpa kendaraan (car free day), fixie warna-warni yang ditunggangi anak-anak muda, lelaki dan perempuan, menambah keceriaan di jalan-jalan raya. Banyak yang tumbuh di masa-masa itu, termasuk beragam jenis usaha terkait sepeda di awal tahun 2000. Namun, setelah masa keemasan itu berlalu, mereka yang tumbuh bersamaan dengan fixie tumbang satu per satu. Banyak anak muda yang gandrung dengan fixie karena terseret arus bernama tren lantas beralih ke tren gaya hidup berikutnya. Untuk mereka yang benar-benar gandrung pada fixie, suasana setelah ”badai” yang menyapu fixie ini menyenangkan. Pecinta fixie sejati tampak ke permukaan dan menghidupi kecintaannya yang penuh tantangan. ”Badai menjadi pemilah dan pemicu bagi kami untuk memikirkan menghidupi kegairahan kami pada sepeda fixie,” ujar Hendi.

aaaaaSepeda jenis fixie yang digunakan para kurir WMS sebagai alat transportasi.

      Dewasa ini, WMS yang tradisional harus berhadapan dengan jasa pengantaran dengan fasilitas aplikasi. Terlebih, jasa pengantaran dengan aplikasi itu menawarkan harga yang jauh lebih murah. “Saat ini kami jungkir balik lagi. Tantangan baru bagi kami untuk berinovasi dengan tetap fokus pada movement untuk kebaikan Jakarta,” ujar Hendi yang tengah menyusun strategi baru bagi usaha kurir dengan sepeda di Jakarta. Namun, kata Hendi, WMS tidak tumbang dan meratap. Perubahan tidak disalahkan. Inovasi sesuai perkembangan zaman dilakukan dengan tetap teguh berpegang pada misi awal membuat gerakan untuk Jakarta yang lebih baik. Pelanggan loyal yang memiliki kesamaan visi untuk menjawab persoalan macet dan lingkungan membuat WMS punya tambahan kekuatan. Berikut pesan-pesan dari Mas Hendi berkaitan dengan menjadi seorang entrepreneur :

The Journey – Umrah April 2017

Ardi Danu Saputro_1471505808_SA

Jakarta – Umrah adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram. Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka’bah dan sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.
Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
Ini merupakan dokumentasi singkat perjalanan umrah jamaah yayasan an-nur dalam melaksanakan ibadah umrah pada tanggal 17-26 April. Saya beserta rombongan bertolak menuju tanah suci pada Senin 17 April 2017, dimana kami melakukan take off pada pukul 20:00 WIB, sesampainya di sana sekitar pukul 02:30 waktu setempat kami langsung bersiap mengambil miqat dan menuju ke Mekkah. Disana kami melakukan rukun-rukun  dalam umrah hingga selesai. Kami juga melakukan ziarah-ziarah ke berbagai tempat dan juga memperbanyak ibadah. Kurang lebih selama 4 hari kami berada di Mekkah dan bertolak ke Kota Madinah. Di Madinah sendiri kami juga melakukan ziarah-ziarah ke berbagai tempat yang sangat berkesan bagi saya pribadi, dan tak lupa pula untuk memperbanyak ibadah. Bagi saya, Umrah adalah salah satu ibadah yang sangat diinginkan oleh setiap orang, selain berhaji umroh menjadi pilihan lain karena proses untuk berhaji lumayan lebih lama dibandingkan dengan umrah.

               Mendapat kesempatan ibadah umrah merupakan sesuatu yang sebelumnya saya tidak pernah pikirkan. Sesuatu yang sulit menurut saya karena ibadah pergi ke tanah suci banyak yang harus dipenuhi salah satunya syarat-syarat berumrah. Banyak syarat yang harus dipenuhi seperti melakukan tawaf tidak boleh melakukan sesuatu diluar syarat, kalau melakukan sesuatu yag tidak diperbolehkan itu ibadahnya batal dan harus membayar denda seperti menyembelih kambing dan harus melakukan sesuatu yang lain. Sangat berat, seperti membaca doa yang baik dan benar tetapi disanalah proses ibadah yang sangat luar biasa kita diharuskan teliti dalam melakukan sesuatu contohnya membaca doa. Umrah pertama saya sangat berkesan untuk melakukan ibadah selama ditanah suci. Ditemani para guide/muthawif yang ramah dan senang membantu jemaah sampai menyediakan dan mengambilkan plastik untuk sandal ketika masuk ke masjid.

             Hingga pada tanggal 25 April 2017 kami bersiap untuk meninggalkan Kota suci ini untuk kembali ke tanah air, berat rasanya untuk meninggalkannya karena begitu banyak kelebihan yang ditawarkan di tempat ini. Pada pukul 20:00 WIB kami tiba di tanah air yang diiringi sambutan hangat para keluarga yang sudah menanti. Semoga saja kita semua masih diberikan umur panjang dan dalam keadaan sehat untuk dapat kembali memenuhi panggilan-Nya. Amin.

Ini merupakan beberapa foto pada saat kegiatan umrah :

Untitled1Untitled23Untitled4Untitled5

Ini merupakan dokumentasi singkat perjalanan umrah jamaah yayasan an-nur dalam melaksanakan ibadah umrah pada tanggal 17-26 April :