Permainan Tradisional Petak Jongkok

1

Permainan petak jongkok adalah permainan yang dilakukan dengan berjongkok untuk menghindari pengejar. Permainan ini dimainkan oleh banyak anak dan tidak memerlukan alat bantu. Permainan tradisional petak jongkok memiliki nama yang bermacam-macam.

CARA BERMAIN PETAK JONGKOK

20171205_174924[1].jpg

Cara bermain petak jongkok adalah :

  1. Tentukan satu orang sebagai pengejar dengan hompimpa/ pingsut.
  2. Untuk menghindari pengejar, setiap anak boleh berjongkok. Bila anak sudah berjongkok, berarti pengejar tidak boleh menyentuhnya.
  3. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok.
  4. Tetapi anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar dan menggantikan pengejar lama bila pengejar yang lama bisa menyentuhnya. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya.

MANFAAT PERMAINAN PETAK JONGKOK UNTUK ANAK

20171205_175158[1].jpg

Berikut ini adalah manfaat permianan petak jongkok untuk anak :

1.Anak menjadi lebih kreatif. Permainan tradisional petak jongkok tidak memiliki aturan tertulis, maka para pemain dapat membuat aturannya sendiri sesuai dengan keadaan pemain dan lingkungan sekitar.

2.Bisa digunakan sebagai terapi terhadap anak. Saat bermain petak jongkok, anak-anak dapat melepaskan emosinya. Mereka bisa berteriak, tertawa, dan bergerak.

3.Mengembangkan kecerdasan spasial anak. Dalam permianan petak jongkok, dikenalkan untuk mengenal konsep ruang atau berganti peran yaitu sebagai pengejar atau yang dikejar.

4.Melatih sportivitas anak.

20171205_180633[1].jpg

Penentuan menang dan kalah: Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah, kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. Namun, permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti.

 

Permainan Tradisional Engklek

a

Sunda manda atau juga disebut Engklek adalah permainan anak tradisional yang populer di Indonesia, khususnya dimasyarakat pedesaan. Permainan ini dapat ditemukan diberbagai wilayah di Indonesia baik di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Disetiap wilayahnya dikenal dengan nama yang berbeda. Di jawa permainan ini disebut Engklek dan biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan.

Terdapat dugaan bahwa permainan ini berasal dari “Zondag – Maandag” yang berasal dari Belanda dan menyebar ke nusantara pada zaman kolonial. Walaupun dugaan tersebut adalah pendapat sementara.

1

Permainan Engklek biasanya dimainkan oleh anak-anak dengan dua sampai lima orang peserta. Peserta permainan ini melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah digambar sebelumnya ditanah. Untuk dapat bermain setiap anak harus berbekal “gacuk” yang biasanya berupa pecahan genting, yang juga disebut “gacoan” yang dalam permainan.

Gacoan ini ditempatkan disalah satu petak yang tergambar ditanah dengan cara dilempar. Petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat kepetak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.

UntitledPemain yang telah menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu berhak memilih sebuah petak dijadikan sawah mereka, yang artinya dipetak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak itu dengan dua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki kotak yang paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.

Cara bermain

  1. Semua pemain melakukan hompimpa yang menang berhak melakukan permaian terlebih dahulu. Pemain pertama melemparkan gaco (yang biasanya berupa pecahan genting/kreweng, keramik lantai, ataupun batu yang datar) ke kotak nomor satu. Saat melemparkannya tidak boleh melebihi kotak yang telah disediakan jika melebihi maka dinyatakan gugur.
  2. Pemain Pertama melompat dengan satu kaki (Engklek), dari kotak 1 sampai kotak 6 kemudian berhenti sejenak di kotak A kemudian kembali lagi dengan mengambil gaco yang ada di kotak satu dengan posisi kaki satu masih diangkat.
  3. Setelah itu pemain melemparkan gaco tersebut sampai ke kotak 2 jika keluar dari kotak 2 maka pemain dinyatakan gugur dan diganti oleh pemain berikutnya.
  4. Begitu seterusnya sampai semua kotak sudah dilempar dengan gaco. Pergiliran dilakukan jika pemain pelempar gaco melewati sasaran, atau menampak dua kaki dikotak 1,2,3,4,5,6 dan berhenti sejenak di kotak A kemudian lompat lagi di kotak 3 dan berhenti di kotak 2 untuk mengambil gaco di kotak 1.
  5. Jika gaco berada dikotak 2 maka pemain mengambilnya di kotak 3, jika gaco berada di kotak 4, 5 dan 6 maka pemain mengambilnya di kotak A.
  6. Kemudian jika semua telah dilakukan oleh semua pemain maka pemain melemparkan gaco dengan membelakangi Engklek’nya jika pas pada kotak yang dikehendaki maka kota itu akan menjadi rumahnya maka boleh berhenti dikotak tersebut seperti pada kotak A tapi hanya berlaku pada pemain yang menang pada permaian tersebut. Begitu seterusnya sampai kotak-kotak mulai dari angka 1 sampai 6 menjadi milik para pemain. Jika semua telah dimiliki oleh sang pemain maka permainan dinyatakan telah selesai.
  7. Pemenang adalah pemain yang paling banyak memiliki rumah dari kotak-kotak pada Engklek yang digambar.

2

Manfaat

Manfaat yang diperoleh dari permainan Engklek ini antara lain adalah:

  1. Kemampuan fisik menjadi kuat karena dalam permainan Engklek diharuskan untuk melompat-lompat.
  2. Mengasah kemampuan bersosialisasi dengan orang lain dan mengajarkan kebersamaan.
  3. Dapat menaati aturan-aturan permainan yang telah disepakati bersama.
  4. Mengembangkan kecerdasan logika. Permainan Engklek melatih untuk berhitung dan menentukan langkah-langkah yang harus dilewatinya
  5. Dapat menjadi lebih kreatif. Permainan tradisional biasanya dibuat langsung oleh para pemainnya. Mereka menggunakan barang-barang, benda-benda, atau tumbuhan yang ada di sekitar para pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat-alat permainan.

 

 

 

Permainan Tradisional Gobak Sodor

Untitled

Permainan Gobak Sodor ataupun biasa orang kenal dengan Galah Asin atau Galasin di Indonesia sudah terkenal dari dulu sampai sekarang. Permainan asli Indonesia ini banyak dimainakan karena memiliki cara bermain dan manfaat yang bagus. Berasal dari kata gobak dan sodor yang memiliki arti bergerak dengan bebas dan tombak. Perlu Anda ketahui juga bahwa permianan ini pertama kali mulai terkenal di wilayah pulau Jawa tepatnya dari daerah Yogyakarta. Awal mula permainan ini dilakukan oleh prajurit di zaman kerajaan sebagai latihan perang melawan musuh untuk melatih keterampilan. Sejarah ini mungkin masih sedikit sekali yang mengetahuinya tetapi begitulah kira-kira awal mula permaianan gobak sodor ada.

Permainan tradisional gobak sodor ini harus memiliki dua grup berbeda, dimana masing-masing tim biasanya terdiri dari 3 atau 5 orangatau lebih. Intinya adalah antar tim saling menghadang secara bergantian agar yang menjadi lawan tidak bisa lolos dalam melewati garis-garis pembatas hingga bolak-balik. Agar bisa memenangkan permainan ini jangan ada yng terkena tangkap penjaga, dan semua lawan harus selamat selama proses bolak-balik dalam area garis yang sudah di tentukan.

 

1

Cara bermainan Gobak Sodor

  1. Carilah tanah lapang yang luas untuk membuat garis-garis pembatas dan buatlah menjadi 6 bagian. Anda bisa memanfaatkan lapanan bulu tangkis. Buatlah garis tersebut menggunakan kapur agar pembatasnya jelas terlihat dan mudah dihapus.
  2. Setelah jadi, silahkan pilihlah teman untuk membentuk dua tim. Seperti awal tadi saya katakan silahkan tentukan jumlah tim anda mulai dari 3 orang di setiap tim. Hal ini disesuaikan oleh luas lapangan yang sudah dibuat. Lakukan pengundian untuk pertama kali siapa yang menjadi penjaga dan siapa yang menjadi tim penyerang.
  3. Tim yang pertama menjadi penjaga anggotanya bertugas untuk menjaga di masing-masing garis pembatas yang ada. Garis ini berbentuk vertikal, setelah permainan berlangsung para anggota harus bisa menjadi penghalang dari tim penyerang yang mengecoh.
  4. Sedangkan tim peyerang tugasnya melewati garis yang dijaga tadi. Agar bisa melewati garis yang terjaga itu kita harus lincah dan menghindar dengan sigap. Dalam satu grup kita harus kompak melewati hadangan tersebut hingga bolak balik dan hingga finish ke awal star awal lagi.

 

Peraturan dalam Permainan Gobak Sodor

  1. Tiap-tiap pemain dari masing-masing tim harus bergerak di sepanjang garis yang telah dibuat di awal permainan, kaki harus menginjak garis.
  2. Yang memulai hanyalah para penjaga garis melintang yang di tugaskan di garis pertama sebagai sodor.
  3. Setiap tim menyerang, dari garis awal dan melewati semua garis melintang yang dijaga oleh lawan. Bila ada beberapa pemain yang sukses melewati dan kembali berhasil ke awal garis maka tim penyerang dinyatakan menang.
  4. Jika ada pemain tim lawan menyentuh salah satu pemain penyerang, maka tim jagalah yang dinyatakan sebagai pemenang, setelah itu antar tim bergiliran untuk menjadi penyerang dan menjaga, seperti inilah seterusnya.
  5. Tetapi jika satu kotak terisit oleh 2 pemain atau lebih maka tim penyeranglah yang kalah dan digantikan oleh tim penjaga.

2

Permainan ini juga sangat asik dipermaiinkan walau kini sudah jarang dilakukan oleh anak muda, karena sekarang dengan beli mouse komputer anda sudah bisa bermain banyak game di komputer anda juga dapat dengan mudah mendapatkannya di online shop indonesia, tapi dulu permainan ini juga sering dilakukan ketika waktu jam olah raga tiba. Karena ada manfaat yang bisa diambil dari permainan ini jadi sekolahpun sering kali melakukan permainan ini. Beberapa manfaat permainan gobak sodor antara laian ialah :

  1. Melatih kekompakan antar tim
  2. Menjaga keakraban dan persaudaraan
  3. Melatih strategi
  4. Menlatih kelincahan
  5. Melatih konsentrasi
  6. Melatih kepemimpinan