Mengetahui Tentang BMX Arena

Untitled2

Lintasan/Arena yang ada di BMX Street menggunakan miniatur atau replika dari benda yang ada dijalan seperti trotoar, tangga, bangku, meja, dan untuk obstacle yang ada di Park Arena yaitu ramp yang menggunakan papan kayu yang disusun di medan berlapis beton atau aspal.

Berikut obstacle yang ada di BMX Street menurut Ade:
1. Quarter
2. Spine
3. Quarter Sub Box
4. Jump Box
5. Berne Quarter
6. Sub Wall
7. Half Pipe


Itu obstacle yang ada di BMX Street. Beda lagi kalo obstacle BMX Freeride lainnya, seperti BMX Dirt Jump, yaitu lompatannya menggunakan tanah, dan satu lagi BMX Bowl yaitu obstacle nya seperti kolam renang.

Spare Part BMX Street

LRM_EXPORT_20171204_202148

Spare Part sepeda BMX hampir sama saja seperti sepeda biasa, tapi yang membedakan sepeda BMX Street dengan sepeda biasa itu di Pivot jok sepeda BMX (Street) agak pendek dibanding sepeda biasa. Kecuali sepeda BMX (Flatland/Race) mungkin Pivot jok nya sama saja seperti sepeda biasa.

Selain Pivot jok, sepeda BMX Street jarang ada yang memasang rem depan maupun belakang. Bisa dijuluk BMX Street itu aliran yang paling extreme di BMX.

Ini dia Spare Part yang ada di BMX menurut Ade Nurhidayah:
– Ban atau biasa disebut dengan nama BMX nya itu Tire, ukuran yang digunakan 20 x 2.1, 20 x 2.25 dan 20 x 2.30.
– Stang atau biasa disebut dengan Bar, ukuran Bar BMX Street: Rise 8.1″, Back Sweep 12°, Crossbar Height 5.6″, Widht 28″, Up Sweep 2°.
– Stem, ukuran Stem 22.2 (diameter pipa stang)
– Rangka sepeda atau biasa disebut dengan Frame, ukuran Frame pipa tengah BMX Street 20 – 21.25.
– Crank, ukuran Crank bergantung kepada ukuran Frame sepeda. Jika Frame memakai Bottom Bracket (BB) USA (lubang diameter dalam rangka sepeda, Crank nya juga harus memakai USA begitu pula dengan ukuran lain.
– Jari-Jari atau Spoke, ukuran jari-jari sepeda BMX 20 x 1.3/8.
– Pegs, dalam BMX Street sering digunakan untuk trik Pegs Grind.
– Garpu sepeda atau Fork, ukuran Fork ketinggiannya hampir sama dengan aliran BMX lainnya, yaitu 314 – 315 mm.

Aliran yang Terdapat di BMX

DSC_0036
Aliran yang ada di BMX itu ada tiga bagian menurut Ade, yaitu Street, Flatland, dan Race/Cross.
– Aliran Street itu sepeda yang loncat/jumping di obstacle, tetapi obstacle yang lebih mengutamakan ada dijalanan seperti trotoar jalan, anak tangga, dsb.
– Aliran Flatland itu sepeda yang melakukan keseimbangan dengan satu roda seperti atraksi sirkus, dengan lokasi sebaiknya yang datar.
– Aliran Race/Cross itu sepeda balap seperti motorcross, dan melakukannya di arena tanah.
– Street, pivot jok sepeda lebih pendek daripada sepeda Flatland dan Race/Cross.
– Flatland, pivot jok lebih tinggi daripada sepeda Street, dan Race/Cross.
– Race/Cross, sproket/gear lebih besar ukurannya daripada Street, dan Flatland.

Trik Dasar BMX

DSC_0038
Untuk trik dasar yang ada di BMX itu ada 5 menurut Ade.
1. Bunny Hop, yaitu sepeda meloncat seperti kelinci tapi cukup tinggi.
2. Manual, mengangkat ban depan atau biasa disebut standing dengan laju sepeda tidak terlalu kencang.
3. Nosh Manual, kebalikannya Manual yaitu mengangkat ban belakang dengan laju sepeda tidak terlalu kencang juga.
4. 180 Trick, yaitu memutarkan sepeda dengan berputar 150 derajat.
5. 360 Trick, yaitu memutarkan sepeda dengan posisi berputar 360 derajat dan posisi sepeda harus berdiri seperti semula lagi.
 Selain itu masih ada lagi trik-trik yang ada di BMX antara lain:

1. Wheelie, hampir sama seperti trik Manual. Yaitu mengangkat ban depan tetapi kalo Wheelie sambil menggoes sepedanya dan tetap duduk di jok sepeda.
2. Endo, hampir sama juga seperti trik Nosh Manual. Yaitu mengangkat ban belakang tetapi kalo Endo sepeda tidak melaju terlalu kencang dan mengangkat ban belakang lebih tinggi daripada trik Nosh Manual.
3. 180 Barspin/Memutar Stang, yaitu menggoes sepeda tapi laju tapi tidak terlalu kencang, lalu angkat ban depan seperti trik Manual tapi jangan terlalu tinggi, lalu putarkan stang sepeda hingga 180 derajat.
4. Grinding, yaitu sepeda melaju cukup cepat, ada trotoar/tangga untuk pegangan tangan kalo di jalanan/street, lalu loncatkan sepeda dan tempelkan pegs/jalu depan atau belakang sepeda.
5. Tail Tap, yaitu sepeda melaju sesuai ramps obstacle, lalu ban belakang nempel di ramps tersebut dan ban depan diangkat/standing tapi posisi sepeda tidak bergerak.