Museum Nasional

IMG_20171203_164543

Membahas tentang museum sejarah, tentunya Museum Nasional dapat dijadikan salah satu destinasi wisata anda, Di museum seluas 26.500 m2 ini terdapat 141.000 benda bernilai sejarah  yang terdapat di Gedung A dan Gedumg B. Gedung A adalah gedung lama yang dulu dikenal sebagai Gedung Gajah, karena di halaman depannya ada patung gajah yang terbuat dari perunggu, hadiah dari Raja Rama V dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum tahun 1871.

Sedangkan Gedung B terdiri dari 7 lantai, 4 lantai di antaranya untuk museum, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 20 Juni 2007. Lantai lainnya digunakan untuk kantor, ruang konferensi, laboratorium, perpustakaan, dan lain-lain. Benda-benda museum terdiri dari beberapa kelompok, seperti taman arkeologi, pra sejarah, rumah adat, manusia dan lingkungan, ilmu pengetahuan dan teknologi, organisasi sosial, dan khazanah emas.

IMG-20171203-WA0000

Museum Nasional memiliki lebih dari 140.000 koleksi, diantaranya keramik asing, arkeologi, koleksi prasejarah, kolonial etnografi, geografi, keramik asing, dan lainnya. Sebagian besar dari koleksi ini berasal dari peninggalan masa pemerintahan Belanda. Serta diperoleh mellaui ekspedisi militer, ekspedisi ilmiah, Zending, Hadiah, serta hasil pembelian. Selain itu museum ini juga memiliki ruang miniatur rumah adat dan galeri tekstil yang juga sangat menarik.

IMG_20171203_163303

Museum Nasional memiliki arsitektur yang elegan. Diadopsi dari arsitektur Eropa, museum ini memiliki desain yang klasik dan menarik. Museum ini memiliki sejarah yang panjang dan merupakan museum yang pertama ada di Indonesia serta terbesar di Asia Tenggara.

Museum Nasional menarik bayaran bagi setiap pengunjung yang relatif murah, yakni Rp 5.000 per orang dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Tapi kalau datang dalam satu rombongan minimal 20 orang, hanya Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Khusus turis asing dikenakan tarif Rp 10.000 per orang. Museum dibuka setiap hari (kecuali Senin dan hari besar resmi) dari jam 08.00 sampai 16.00. Khusus di hari Sabtu dan Minggu ditutup jam 17.00.

Museum ini terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Jakarta Pusat.

Dengan berkunjung ke museum ini tentunya kita dapat melihat dan mengetahui tentang peninggalan-peninggalan ini selain anda memanjakan mata dengan keindahan dan keunikannya anda juga dapat memperluas pengetahuan mengenai salah satu peninggalan bersejarah yang ada di Indonesia.

Galeri Nasional Indonesia

 

IMG_0003

Galeri Nasional Indonesia adalah sebuah lembaga budaya negara yang gedungnya antara lain berfungsi sebagai tempat pameran, dan perhelatan acara seni rupa Indonesia dan mancanegara. Gedung ini merupakan institusi milik pemerintah di bawah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kewajiban utama Galeri Nasional adalah melasanakan pengkajian, pengumpulan, registrasi, perawatan, pengamanan, pameran, kemitraan, layanan edukasi dan publikasi karya seni rupa.

Dari sini lah cikal bakal galeri bertaraf nasional dirintis dengan nama awal Wisma Seni Nasional / Pusat Pembangunan Kebudayaan Nasional. Prof. Dr. Fuad Hasan sebagai kepala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merancang ulang gedung tersebut menjadi Gedung Pameran Seni Rupa Depdikbud pada tahun 1987. Perjuangan pengembangan dan perubahan nama menjadi Galeri Nasional Indonesia baru diperjuangkan oleh Prof. Edi Sedyawati sejak tahun 1995 yang pada akhirnya memperoleh penyetujuan oleh Menko Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara pada tahun 1998. Pada masa pengurusannya, Galeri Nasional sempat diurus oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata lalu berpindah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

IMG_0011

Aktivitas yang dimiliki gedung Galeri Nasional Indonesia beragam mulai dari pameran, preservasi, seminar keilmuan, diskusi ilmiah, pemutaran film, penampilan kesenian, festival, perlombaan dan lain sebagainya dengan tujuan pendidikan dan perkenal budaya pada masyarakat luas. Selain itu, Galeri Nasional Indonesia juga mengoleksi kurang lebih 1700 karya dari para tokoh di Indonesia mulai dari lukisan, fotografi, patung dan pahatan. Terdapat juga karya-karya dari para tokoh seniman negara nonblok seperti Sudan, India, Peru, Kuba, Vietnam, Myanmar dan lainnya.

IMG_8306

Galeri Nasional ini sangat cocok dijadikan destinasi wisata bagi para pecinta seni dari anak muda hingga orang tua, ditambah lagi tempat ini sangat instagramable  bagi para pecinta foto.

Galeri Nasional beralamat di Jalan Medan Merdeka Timur No. 14 Jakarta Pusat, berada persis di depan Stasiun Gambir.

Waktu berkunjung di Galeri Nasional Indonesia Selasa – Minggu Pukul 09.00 s.d. 16.00 WIB (Senin dan hari Libur Nasional Tutup), tidak dipungut biaya alias gratis.

Museum Wayang

MVI_0024.00_00_00_00.Still001

Museum wayang terletak 1 area dengan museum Fatahillah, berdekatan dengan Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri dan juga Museum Keramik. Museum ini menyimpan koleksi wayang dari daerah-daerah di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Bali, Lombok, Sumatera dan juga luar negeri antara lain Malaysia, Suriname, Kelantan, Perancis, Kamboja, India, Pakistan, Vietnam, Inggis, Amerika dan Thailand. Jumlah koleksinya kurang lebih 5.147 buah yang diperoleh dari pembelian, hibah, sumbangan dan titipan.

Museum Wayang sendiri diresmikan oleh Gubernur Jakarta saat itu yaitu Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975. Museum ini sebelumnya disebut sebagai Museum Batavia yang dibuka pada tahun 1939 oleh Gubernur Jenderal Belanda yaitu Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Gedung ini dibangun pada tahun 1912 bergaya Neo Renaissance dan pada tahun 1938 dipugar dan disesuaikan dengan gaya rumah Belanda saat itu. Gedung ini bukan merupakan bekas gedung gereja Belanda, karena gedung gereja tersebut sudah runtuh akibat gempa. Tapi memang berdiri di atas tanah bekas Gereja Belanda Baru atau Nieuwe Hollandse Kerk (1736) dan Gereja Belanda Lama atau Oude Hollandse Kerk (1640-1732).

Saat memasuki gedung museum, kita akan disambut oleh sepasang “Ondel-ondel” yaitu kesenian tradisional betawi. Selain wayang, seluruh perlengkapan seputar ‘perwayangan’ juga dipajang di museum ini, mulai dari alat penerangan untuk wayang kulit, untuk membuat bayangan di belakang layar yang disebut Lampu Blencong, juga ada alat musik pengiring seperti gamelan, panggung yang biasa dipakai untuk panggung boneka, dll.

Koleksi Wayang di dalam Museum ini terdiri dari beberapa perangkat Wayang Kulit, Wayang Golek, berbagai topeng, wayang kaca, wayang seng, lukisan dan boneka-boneka dari luar negeri. Beberapa koleksi langka dari Nusantara antara lain Wayang Intan, Wayang Suket, Wayang Beber dan Wayang Revolusi.

Museum wayang ini buka dari hari Selasa hingga minggu (kecuali hari besar), mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00
Harga tiket masuk untuk dewasa 5.000 rupiah dan 2.000 rupiah untuk anak-anak.