Komunitas Cat Lovers Jakarta

Memelihara hewan merupakan suatu hobi dan kesenangan tersendiri bagi sebagian orang. Tidak sedikit orang yang sengaja memilihara hewan peliharaan untuk menjadi teman main dirumah. Biasanya, hewan seperti kucing adalah hewan yang paling sering dipelihara di dalam rumah. Selain paras dan tingkahnya yang lucu, kucing adalah hewan peliharaan yang sangat mudah mengenali majikannya sehingga dapat dengan mudah diajak bermain di rumah.

IMG_4578

Contohnya komunitas yang satu ini, yaitu komunitas Cat Lovers Jakarta atau dengan singkatan CLJ. Komunitas ini masih terbilang baru, karena berdiri pada 27 Januari 2017 dengan visi menanamkan rasa peduli terhadap kucing dan dapat memberikan pengaruh positif terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Seperti yang dikatakan pada visi dari komunitas Cat Lovers Jakarta, anggotanya pun adalah mereka yang menyayangi kucing.

IMG_4548

Tidak hanya itu, komunitas Cat Lovers Jakarta (CLJ) juga memiliki misi yaitu sebagai wadah informasi dan diskusi seputar permasalahan kucing, meningkatkan pemahaman mengenai perawatan dan penanganan kucing, berbagi info tentang kontes kecantikan kucing, mengadakan bantuan dan donasi untuk kucing-kucing jalanan yang terlantar seperti memberi makan dan memberikan pengobatan, meningkatkan tali persaudaraan antar sesama pecinta kucing, serta menjadi komunitas yang terbuka dengan segala bentuk kerja sama antar komunitas.

Komunitas Cat lovers Jakarta (CLJ) memiliki sekitar 50 anggota yang aktif. Komunitas ini mengadakan pertemuan setiap bulan yang untuk saat ini masih berlokasi di Taman Suropati, Jakarta Pusat. Namun, komunitas ini kedepannya akan menyesuaikan sempat sesuai domisili anggota yang mengikutinya. Setiap harinya para anggota komunitas Cat Lovers Jakarta (CLJ) melakukan komunikasi lewat aplikasi Whatsapp dan Instagram.

IMG_4567

Saat berkumpul, komunitas Cat Lovers Jakarta (CLJ) tidak hanya saling berbagi ilmu tentang kucing, komunitas ini juga mengadakan lomba, doorprize dan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA). Cat Lovers Jakarta (CLJ) berkerja sama dengan dokter hewan dan beberapa Cat House (jasa penitipan kucing, pelayanan kesehatan, gromming, dan menjual makanan kucing). Untuk dapat menjadi anggota dan memiliki KTA, ada beberapa persyaratan dari Cat Lovers Jakarta (CLJ) yang harus disetujui oleh calon anggota. Persyaratan dapat ditanyakan langsung kepada admin dengan menghubungi contact yang tercantum di Instagram: @catlovers_jakarta.

IMG_4528

 

Sejarah Awal Mula Kucing menjadi Hewan Peliharaan Manusia

Mesir adalah sebuah kerajaan besar di Afrika Utara, dan makanan pokok penduduknya adalah hasil bumi dan roti. Semua kebutuhan pokok tersebut disimpan dalam gudang-gudang penyimpanan. Tetapi di sekitar bahkan hingga di dalam gudang-gudang tersebut tidak aman, karena tikus-tikus suka mencuri dan merusak persediaan makanan. Di saat yang bersamaan, penduduk Mesir dilanda wabah penyakit yang tidak diketahui penyebabnya. Penyakit ini menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Tidak ada seorang tabib pun yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

Di sekitar rumah penduduk dan tempat penyimpanan terdapat kucing-kucing liar, kucing-kucing liar tersebut suka menangkap tikus-tikus yang suka mencuri dan merusak persediaan makanan tersebut. Penduduk Mesir pun merasa beruntung dengan kehadiran kucing-kucing liar dan mereka mencoba menjinakkannya. Bangsa Mesir menggunakan cara dengan memberi makanan pada mereka. Akhirnya, kucing pun berhasil dijinakkan oleh penduduk Mesir dan menjadi pembasmi tikus-tikus.

Pada saat yang bersamaan ketika tikus-tikus perusak mulai berkurang jumlahnya, wabah penyakit yang menyebabkan kematian itu pun mulai berkurang. Penduduk Mesir meyakini penyakit berbahaya yang menyebabkan kematian ini disebabkan oleh tikus-tikus tersebut. Oleh sebab itu, penduduk Kerajaan Mesir merasa kagum dengan kepandaian kucing menangkap tikus, dan mengangkat kucing sebagai dewa pelindung mereka, yang bernama Dewi Bastet.

IMG_4583

Namun nasib kucing di Eropa tidak seberuntung nasib kucing di Mesir. Di Eropa kucing diidentikkan dengan sihir yang menebarkan kejahatan dan menimbulkan bencana. Setiap penyihir bepergian selalu menggendong seekor kucing hitam di tangan kirinya. Tidak diketahui pasti, mulai kapan dan mengapa kucing dibenci di Eropa dengan mitos-mitos tersebut. Hingga suatu hari, wabah Black Death yang disebabkan oleh tikus-tikus menyerang Eropa, merusak lahan pertanian serta menggagalkan panen.

Kehadiran kucing sebagai pemangsa tikus telah mengubah kebencian orang Eropa terhadap kucing. Kucing akhirnya menjadi hewan yang popular. Penduduk Eropa jadi ingin memelihara kucing untuk mengindari serangan tikus yang telah menjadi hama tersebut. Mereka merasa kagum, karena kucing memiliki kepandaian menangkap tikus yang tidak dimiliki oleh hewan jenis lain.

IMG_4550
Seiring berjalannya waktu dan tingkat pendidikan penduduk yang mulai berkembang, kepercayaan terhadap ilmu sihir pun mulai musnah. Pandangan penduduk Eropa mengenai kucing mulai membaik dengan kehadirannya sebagai pemangsa tikus yang sangat membantu. Kucing dianggap sebagai hewan yang menguntungkan berkeliaran di lingkungan rumah.

Popularitas kucing pun memasuki keluarga dengan tingkat sosial tinggi. Hingga saat ini, manusia memelihara kucing hingga menganggap hewan lucu ini sebagai anggota keluarga. Saat ini pun kucing dipelihara kebanyakan sebagai penghibur suasana di rumah. Kesabaran, kehangatan, kelincahan dan keuletan yang ditunjukkan membuat salah satu hewan peliharaan ini sangat menggemaskan.

IMG_4527

Suasana TPS 56 Pluit Jakarta Utara, Pilkada DKI Jakarta Putaran 2

IMG_4109
TPS 56 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

19 Mei 2017 adalah saat dimana warga DKI Jakarta menentukan pilihannya pada Pilkada putaran ke-2 untuk memilih siapa yang akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

IMG_4120

Saya pun mendatangi TPS 56 yang berlokasi di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara. pada TPS 56 ini tercatat ada 718 orang yang menjadi Peserta pemilih. TPS 56 bersampingan dengan TPS 55 dan TPS 54, TPS 54 adalah TPS tempat bapak Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa kita sebut bapak Ahok.

Ia bersama keluarganya memilih di TPS 54 yang bersampingan dengan TPS 56 yang saya kunjungi. Tentu saja ketiga TPS ini menjadi pusat perhatian media, banyak wartawan media, banyak wartawan media televisi maupun  online yang meliput diwilayah ketiga TPS ini.

Suasana sekitar TPS 56 ini sangat ramai dengan para wartawan yang sekedar beristirahat sehabis bertugas meliput saat Bapak Ahok menentukan pilihannya dibalik bilik TPS 54, dan tentunya mereka pun menunggu hasil penghitungan suara pemilihan warga.

IMG_4114

Pihak panitia ketiga TPS ini menyediakan makanan dan minuman kepada para peserta pemilih, para pendatang pun seperti saya dan teman-teman wartawan yang meliput bisa ikut menikmatinya.

Jalanan komplek Pantai Mutiara di sekitar TPS 56 ini pun dipenuhi oleh kendaraan baik kendaraan para peserta pemilih maupun kendaraan media televisi dan online. Tak sedikit pula pendukung Pasangan Calon nomor 2 Ahok-Djarot mengenakan baju kebangsaan mereka yaitu kemeja kotak-kotak.

IMG_4125
Suasana saat penghitungan suara pada TPS 56

Dari 718 peserta pemilih hanya ada 537 pemilih yang menentukan pilihannya, sisanya adalah Golput (Tidak Memilih). Dalam 537 suara pemilih yang sah ini, sebanyak 526 warga memilih Pasangan Calon nomor 2 Ahok-Djarot dan sisanya yaitu 11 suara memilih Pasangan Calon nomor urut 3 yaitu Anies-Sandi.

IMG_4130
Hasil Akhir C1 TPS 56

 

Ini video saya di TPS 56 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan suasana saat sedang Penghitungan Suara.

 

Nama: Indah Rubi Firdaus

Nim: 1471505360

Kelas: Digital media SE