MEMBUAT KERTAS DAUR ULANG

IMG_20170508_123120_HDR

Jakarta, 27 mei 2017. Masih dengan topik pengolahan sampah. Jika minggu lalu kita membahas tentang jenis jenis sampah apa saja yang laku untuk di jual dan berapa harga jualnya. Kali ini, kita akan membahas mengenai pengolahan sampah.
Ada banyak sekali barang yang bisa di olah. Botol botol plastik atau biasa kita sebut botol aqua. Biasa di giling untuk kemudian di jadikan biji plastik.
Nah.. Kalo sampah kertas untuk apa ya? Seperti yg kita tahu kertas terbuat dari serat pohon yang diolah. Jadi, semakin banyak kertas yang kita pakai maka semakin besar pula sumbangan kita terhadap pemanasan global.
Gak mau kan ikut serta jadi penyumbang kehancuran bumi? Lalu apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa mengolah kertas kertas yang sudah kita pakai. Kertas bekas yang sudah terpakai bisa kita olah menjadi kertas lagi dan bisa juga di jadikan barang barang yang artistik. Berikut cara bagaimana mengolah kertas:
1. Siapkan alat alat diantaranya blender, penghancur kertas/gunting bila tak ada penghancur kertas, bak, papan
cara membuat kertas daur ulang:
1. hancurkan kertas menjadi kecil kecil
2. Tempatkan di ember besar lalu rendam di air
3. Masukkan kedalam blender dengan perbandingan kertas satu genggam air satu gayung/ 1 liter
4. Blender kertas sampe halus
5. Siapkan ember dengan air dengan perbandingan 6 gayung air 13 gelas kertas halus
6. Tambahkan pewarna bila ingin pewarna boleh dari teh, daun pandan dll
7. Cetak dengan pencetak kertas
8. Angkat lalu letakkan di papan penjemur kertas tekan dengan papan untuk memeras air
9. Jemur hingga kering. Jangan langsung terkena terik matahari karena bisa membuat warnanya pudar
10. Angkat bila sudah kering kertas daur ulang siap di gunakan.

Bagaimana? Mudahkan? Kertas kertas daur ulang ini dapat di jadikan berbagai kreasi seperti paper bag, bingkai foto dll. Mudah kan mengolahnya?
Dengan mengolah sampah yang kamu gunakan maka kamu telah berperan menyelamatkan bumi kita. Ayo.. Kita mulai dari diri kita sendiri untuk Bumi yang lebih sehat.

JENIS- JENIS SAMPAH PENGHASIL PUNDI-PUNDI RUPIAH

Jakarta,20 Mei 2107. Dewasa ini, sampah telah menjadi masalah social yang tak ada habisnya di bahas namun masih saja belum di temukan cara tepat dalam penyelesaianya. Padahal, sampah adalah penyumbang masalah terbesar dalam kehidupan manusia. Mulai dari menjadi sumber penyakit, perusak keindahan, menjadi penyebab banjir, hingga menjadi salah satu penyebab global warming di bumi. Masalah sampah ini seharusnya menjadi masalah kita semua. Namun hanya segelintir orang yang memiliki kesadaran untuk meletakkan sampah di tempat yang benar.

Sebenarnya, tidak sulit untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan dari sampah. Cukup letakkan sampah di tempat yang benar maka kamu akan mendapatkan manfaatnya. Mendapatkan manfaat dari sampah? Apakah bisa? Bisa. Selain mendapat manfaat dalam hal lingkungan kita yang menjadi bersih. Sampah juga bisa menghasilkan pundi pundi rupiah untuk kita lho.. caranya adalah dengan kita mengumpulkan sampah sesuai jenisnya untuk kemudian kita jual atau di tabungkan di Bank sampah. harga sampah pun fluktuatif mengikuti harga emas di pasaran.

Salah satu tempat yang bisa kamu datangi untuk menjual sampah mu adalah Bank sampah Universitas Budi Luhur. Ada beberapa  jenis sampah yang bisa kamu jual disini di antaranya:

  1. Sampah Kertas campuran (kertas Boncos)

Adalah kumpulan dari berbagai jenis kertas yang belum di pisah pisahkan harga dari kertas boncos ini setiap kilonya di hargai Rp.500  per kilonya

 

IMG_20170520_113022_HDR[1]

  1. Kertas HVS(SWL)

Ini adalah kertas yang sudah di pisah pisahkan dan hanya tersisa kertas putih atau kertas HVSnya. Kertas jenis ini di hargai lebih mahal dari kertas boncos yaitu Rp. 2000  perkilonya. Kertas kertas ini nantinya akan di olah dan di jadikan kertas daur ulang kembali.

IMG_20170520_112938_HDR[1]

  1. Pet/bodong

Adalah botol air mineral yang sudah di bersihkan botol jenis ini di hargai Rp. 4000  per kilonya

  1. TCP

Adalah tutup botol yang di hargai Rp 2500 perkilonya

IMG_20170316_151337[1]

  1. Gelas A

Adalah gelas aqua atau gelas yang berwarna putih bening di hargai Rp.6000  perkilonya

IMG_20170520_113100_HDR[1]

  1. Gelas B

Adalah gelas yang memiliki warna semacam gelas “the gelas atau ale ale” atau gelas yang bergambar seperti ini di hargai Rp. 4000 perkilonya

IMG_20170316_151402[1]

  1. Plastic/Kristal

Adalah plastic seperti toples yang di hargai Rp. 2500 perkilonya

IMG_20170316_151323[1]

Sampah- sampah yang di jual ini akan di olah kembali menjadi barang botol botol akan di giling di mesin pencacah plastic seperti ini

IMG_20170323_152409[1]

Lalu akan di jadikan biji plastic. Bagaimana ? tertarik untuk mulai memisahkan sampah sampah harianmu? Selain berkontribusi untuk menciptakan lingkungan bersih kamu juga bisa menghasilkan pundi pundi rupiah yang lumayan untuk menambah pendapatan. Kamu juga bisa mengolah sampah sampah itu menjadi barang- barang baru untuk di jual kembali dengan harga tinggi.

Ayo.. mulai pisahkan sampahmu hari ini. Untuk bumi yang lebih baik.

 

 

Story of PILKADA DKI

IMG_20170419_162032_HDR

Cahya Mahasukma Habsari – 1471507291 – SA

Jakarta,30 April 2017. Ini ceritaku pada PILKADA DKI 19 April kemarin. Pada hari Rabu yang notabennya sekolah dan lembaga pendidikan manapun di wilayah DKI Jakarta seharusnya libur hari itu. Tapi, dosen kami meminta untuk kami ikut berpartisipasi dalam kawal PILKADA pada hajatan besar DKI Jakarta hari itu. Aku bangun pagi-pagi sekali untuk datang ke TPS yang sudah di tentukan untuk aku liputan. ”cah,bangun pagi banget udah kayak mau sholat ied dah!” celetuk temanku pagi itu. hahaha. Memang iya, aku bangun pagi sekali untuk bisa bertemu dengan ketua KPPS agar mendapat ijin liputan.sebelum ramai pemilih.

Sedikit deg-degan takut tidak mendapat ijin liputan di hari itu, karena beberapa temanku di tolak mentah-mentah oleh ketua RT setempat karena tak memiliki surat ijin liputan.dan tidak memungkinkan membuat surat ijin liputan saat itu. Sebenarnya, untuk bisa mendapat foto surat C1 ataupun liputan di TPS itu biasanya tidak di permasalahkan. Tapi kalian pasti tau lah.. dengan cerita-cerita yang menyertai PILKADA DKI 2017 ini. Dari semenjak putaran pertama dan berlanjut pada putaran kedua ini. Berbagai bumbu yang ada di PILKADA DKI ini membuat suasana pesta rakyat ini sedikit panas. Mulai dari kasus penistaan agama yang menimpa salah satu calon, perang status dari masing-masing pendukung calon, hingga berbagai sumpah yang di ucapkan para pendukung jika paslon yang di jagokannya menang.

Karena hal – hal itulah membuat beberapa TPS memperketat peraturan untuk memberi ijin orang orang asing yang hadir di TPS. Aku mendatangi TPS 20 Petukangan Utara hari itu. saat para petugas bersiap menerima para pemilih. Dengan jilbab panjang yang aku pakai pertanyaan pertama  yang mereka ajukan pada ku adalah apakah aku dari salah satu partai pendukung paslon? Dengan sedikit geli. Aku menjawab bukan. Dan segera mengeluarkan kartu mahasiswaku sebelum mereka lebih curiga lagi. mereka lalu mengijinkanku untuk mengambil gambar tapi melarangku untuk masuk ke TPS. Bagaimana mungkin? Sedangkan aku membutuhkan foto c1 dan beberapa gambar suasana pemilu untuk tugas ini.

Dengan nada memohon. Aku coba jelaskan bahwa ini hanya tugas kampus dan mengharuskan ku masuk nanti saat perhitungan suara. Dan akhirnya petugas TPS itu mengijinkan aku melakukan liputan hari itu. pfft.. hampir saja. Kalau tidak maka nilai UAS ku akan terancam. Sembari menunggu pukul 12 datang. Aku menunggu di tempat kos umi, temanku. Bersama 2 orang teman lainnya yang mendapat tugas yang sama. Dan akhirnya kami  harus menunggu jam perhitungan suara di Rumah Sakit karena temanku umi yang harus di infus karena asam lambung hari itu. Tepat jam 12 aku kembali ke TPS 20 tempatku bertugas. Aku duduk di kursi pemilih. Bingung kapan aku bisa melakukan live report karena suasana yang begitu ramai. Aku fikir. Aku datang di jam jam siang karena biasanya di jam itu TPS sudah mulai sepi. Tapi ternyata tebakanku salah. Makin sore warga semakin banyak yang datang ke TPS. Dan akhirnya aku terpaksa sedikit melupakan rasa maluku untuk dapat melakukan live report di depan TPS.

Semakin sore justru semakin banyak warga yang berdatangan di TPS. Belum pernah aku melihat warga seantusias ini dalam sebuah pemlihan kepala daerah sebelumnya. Bahkan banyak sekali warga yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap yang rela menunggu berjam –jam  untuk mendapatkan hak pilihnya (Mereka harus menunggu lama karena mereka baru dapat memilih setelah daftar pemilih tetap habis). Padahal biasanya, Warga yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap saja malas untuk ke TPS. Saya meraskan antusias yang luar biasa pada PEMILU kali ini. bahkan saat tiba perhitungan suara warga berbondong –bondong ke TPS untuk bersama-sama menjadi saksi. Sempat terjadi sedikit kendala di TPS 20 karena perbedaan jumlah surat suara dan daftar hadir pemilih yang ada. Sehingga membuat perhitungan suara di undur. Tapi itu tidak membuat warga memilih untuk pulang. Justru semakin banyak yang datang dan menunggu perhitungan suara di lakukan. Dan akhirnya perhitungan suara di lakukan pukul 16.00 wib dan selesai pukul 17.00 wib dengan hasil akhir kemenangan di pegang oleh paangan nomor urut 3. Ini adalah pengalaman yang menegangkan sekaligus luar biasa menurutku. Karena seharusnya PEMILU itu di sambut dengan antusian seperti PILKADA DKI Jakarta ini. Terlepas dari berbagai konflik yang terjadi. Tapi justru itu yang membuat masyarakat memiliki semangat tinggi untuk ikut andil dalam menentukan masa depan kota mereka. seharusnya, semagat warga DKI ini dapat tertular pada seluruh masyarakat indonesia. Dan semoga tidak hanya dalam PILKADA 2017 ini saja mereka semangat dan menyadari betapa pentingnya suara mereka. tapi seterusnya dalam pesta rakyat yang selanjutnya. Semoga semakin banyak masyarakat indonesia dari seluruh tanah air yang menyadari betpa pentingnya satu suara mereka untuk masa depan kota dan negara mereka. dan dengan penuh semangat menggunakan hak pilih mereka.