BAGAIMANA MEMBAWA PERALATAN FOTOGRAFI UNTUK MENDAKI

sd_00000.jpgKali ini, Saya akan memberikan tips membawa peralatan fotografi untuk mendaki gunung, lalu akan fokus menyiapkan peralatan fotografi yang Anda bawa dan bagaimana menjaganya pada saat sudah dilapangan.

Saya akan bagi 4 bahasan, mulai dari peralatan yang perlu dibawa, baterai, kamera dan lensa, supaya teman – teman memahami dan mengerti apa yang harus dilakukan.

Bawa Seperlunya

Jangan paksakan diri membawa fotografi terlalu banyak dan membuat berat, khususnya bagi yang pertama kali mendaki, dan belum paham betul medan yang akan dilalui. Belum lagi membawa peralatan mendaki yang lain, kecuali sudah diberikan tugas masing – masing kepada teman – teman mendaki. Selain membawa kamera dan lensa, bawa juga alat pembersihnya, seperti pen pembersih lensa, kain microfiber.

Baterai Kamera

Membawa peralatan fotografi bukanlah hal sulit jika tujuannya untuk mendaki puncak bukit atau gunung. Tetapi harus dibedakan pada saat mendaki dengan saat tidak mendaki. Perhatian khusus harus diberikan, terutama peralatan vital seperti baterai, kamera dan lensa.

Mengapa baterai disebutkan pada bagian pertama?

Daya baterai akan cepat terkuras jika berada di ketinggian dengan suhu dingin. Bisa dilihat bahwa suhu kerja atau optimal dari baterai itu tidak boleh sampai dibawah 10°. Percuma kamera dan lensa sudah siap, daya baterai belum dipakai sudah habis. Mau dipakai atau belum dipakai kalau tidak dijaga dengan baik, daya baterai kamera akan berkurang, sangat berbeda jika dipakai sehari – hari, disimpan dalam keadaan lama tanpa perlindungan, daya baterai sangat lama akan berkurang meskipun tidak dipakai.

Bagaimana menghindari daya baterai cepat habis?

Direkomendasikan baterai lebih dari 3, untuk saya pribadi saya selalu bawa 3 baterai cadangan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika sudah dilapangan. Lalu, beri perlindungan pada baterai menggunakan pouch atau kantong yang agak tebal agar suhunya tetap terjaga dan hangat. Anda juga bisa membalutnya dengan kain atau baju Anda agar tetap hangat.

Bodi Kamera

Tidak ada perlakuan khusus pada Bodi Kamera, sebelum mengeluarkannya sudah dalam keaadan terpasang lensa atau ditutup dengan Body Cap. Embun dapat muncul di sensor kamera saat penggantian lensa. Cukup riskan jika menggantinya di suhu yang dingin. Yang Saya lakukan jika ingin mengganti ke lensa lain adalah menggantinya dilakukan di dalam tas secepatnya, karena tas dalam keadaan tertutup dan suhunya berbeda dengan diluar, secepatnya masukkan kamera dan lensa kedalam tas, lalu menggantinya.

Jika Anda pernah lihat kamera sekelas Canon, Nikon dan beberapa merek lain pernah beberapa kali dites pada suhu dingin, mulai dari dibekukan dengan suhu sangat dingin, kamera tetap bekerja. Sebenarnya kamera DSLR sudah sangat tangguh dalam menghadapi kondisi suhu apapun, baik panas atau dingin, bukan berarti kita biarkan tanpa perlindungan. Tiap kamera memiliki suhu kerja yang berbeda, cek kembali buku manual untuk melihat suhu kerja optimal kamera.

Lensa

Jika muncul pertanyaan, sebaiknya lensa jenis apa yang harus dibawa ketika mendaki? Jawabannya lensa Ultra Wide Angle, Wide Angle. Contohnya lensa Canon 16-35 mm, 17-40 mm, 24-70mm, 24-105, 18-135mm. Untuk Nikon seperti lensa 18-135mm, 18-70mm, 18-55mm, 18-200mm. Karena pemandangan ketika sudah mencapai puncak, pemandangannya sangat luas, jadi tidak cukup luas jika menggunakan lensa jenis Telephoto. Sebaiknya bawa satu lensa wide dan satu lensa tele. Jika hanya memiliki lensa Standar bawaan seperti lensa 18-55mm, sudah sangat baik, selain mendukung Wide, bisa juga untuk melakukan Zoom.

Lensa juga menjadi sasaran empuk bagi jamur dan embun. Sebisa mungkin hindari embun hinggap ke dalam lensa. Embun akan menjadi biangnya muncul jamur. Untuk menjaganya tetap sehat terhindar dari penyakit, bawa plastik zip atau tas, jadi pada saat tidak digunakan, simpan langsung dengan dilindungi zip plastik dan masukkan ke dalam tas.

Ketiga peralatan fotografi diatas menjadi topik penting yang bagus dibahas ketika teman – teman berniat untuk mendaki membawa peralatan fotografi. Tips diatas adalah berdasarkan pengalaman saya mendaki, khususnya sering mendaki di Gunung Sibayak. Mungkin ada beberapa teman – teman yang kurang setuju, atau bisa kok membawa lebih dari itu, ya semua kembali kepada teman – teman fotografer.

BAGAIMANA MEMILIH JAKET UNTUK PENDAKI

untuk foto_00002

Jaket gunung merupakan salah satu benda yang paling penting dalam peralatan pendakian gunung. Benda ini akan melindungi tubuh kita dari hawa dingin dan angin yang berhembus di gunung. Jaket gunung hendaknya dipilih dengan cermat dan tepat agar bisa gunakan dalam jangka waktu yang lama serta kondisi yang sesuai dengan gaya pendakian kita. Ikuti tips berikut ini untuk mendapatkan jaket gunung yang sesuai dengan keinginan Anda.

Lihat Budget Keuangan

Jaket gunung merupakan salah satu alat persiapan pendakian gunung yang harus kita perhatikan. Kita harus tahu, semua perlengkapan safety itu tidak murah. Nah, kita perlu melihat kemampuan kita membeli suatu barang. Takarannya sih uang, kalau kalian memiliki uang yang banyak, kalian bisa memiliki jaket gunung dengan brand merk dan kualitas, Oke! Tapi, kalau kalian memiliki budget pas-pasan, jangan khawatir kalian bisa tetap memiliki jaket gunung yang tetap safety.

Hal ini penting, karena kita tidak hanya akan membeli jaket gunung, kita perlu membeli sepatu, tas carrier, dan perlengkapan pendakian gunung lainnya. Untuk yang uangnya banyak, tentu tidak masalah. Kalau yang seperti saya ini, harus pintar-pintar agar peralatan bisa terlengkapi.

Tentukan Ukuran, Model dan Bahan

Ukuran, tentu kita harus memilih ukuran yang pas di badan. Tidak terlalu sempit dan juga tidak terlalu longgar. Dan yang harus diperhatikan juga adalah kenyamanan kita dalam bergerak, jaket gunung yang baik harus bisa menutupi bagian atas tubuh, celah pada lengan dan leher pun sebaiknya menutup sempurna agar udara dingin tidak masuk.

Model, carilah model dengan bagian leher yang panjang hingga mampu menutupi leher bagian atas. Lebih bagus lagi, yang memiliki penutup kepala. Selain untuk melindungi leher dan kepala, hal ini juga dapat melindungi bagian atas tubuh dari udara dingin.

Bahan, ada 2 bahan yang biasa digunakan untuk jaket gunung. Wind-breaker dan water-proof. Bahan dengan water-proof kebanyakan lebih dicari karena lebih tahan terhadap air. Selain itu, carilah jaket yang bagian dalamnya dilapisi oleh bahan polar, karena ini lebih bisa menahan udara dingin.

Detail Jaket

Selain hal-hal diatas, kita bisa lebih mengecek pada detail jaket, yaitu kantung dan resleting. Jaket dengan terlalu banyak kantung membuat kurang efektif, selain banyaknya celah untuk udara dingin masuk, fungsinya pun di pertanyakan. Kantung yang berada pada samping perut bagian bawah, selain bisa untuk menyimpan barang, bisa kita fungsikan untuk menghangatkan telapak tangan.

Resleting yang baik memiliki lapisan tahan air, atau paling tidak ada ada lapisan tambahan untuk menutupi bagian resleting ini.

MEMILIH RUMAH PENDAKI

asdasdas_00000Pada prinsipnya, membeli tenda jangan hanya berdasar nama atau model saja. Beranilah cerewet dengan minta dibuka dan diberdirikan, kecuali sudah pernah punya tenda sejenis atau meminjam temen. Yang jelas, berusahalah pegang secara fisik.

Nah, bagaimana cara mengetahui ciri-ciri tenda yang cocok untuk mendaki gunung? berikut mudah-mudahan tips ini bisa membantu teman-teman dalam memilih tenda yang cocok.

1. Tinggi Tenda

Pilihlah tenda yang lebih rendah konstruksinya. Tinggi tenda setidaknya maksimal 1 meter atau 40 inci. Ini berdasar pengamatan tenda-tenda di luar negeri rataa-rata tingginya 1m atau dibawahnya. Seperti biasa, makin tinggi tenda makin besar daya tangkap anginnya.

2. Bahan Tenda

Perhatikan bahan tenda pilihlah yang dari nylon jangan pilih tenda yang terbuat dari kain katun bahan bagian dalamnya (inner) terbuat dari katun. Bahan nylon cocok untuk iklim Indonesia yang bersuhu Lembab.

3. Jahitan Tenda

Perhatikan apakah jahitannya sudah diberi seam seal atau didoubel lapisan plastik. Perhatikan pula apakah keempat sudut tendanya terangkat atau malah sejajar dengan tanah saat didirikan. Sebaiknya cari tenda yg sudah ada seam pada jahitanya dan kalau bisa cari yang pojok-pojoknya terangkat beberapa cm dari permukaan (bath tub type).

4. Flysheet

Tenda untuk pendakian gunung harus mempunyai lembar flysheet nya, kecuali tenda yang single tent yang terbuat dari bahan breathable garmen yang bisa menahan air tapi kondensasi dalam tenda bisa keluar.  Flysheet sangat berguna untuk melindungi tenda bagian dalam dari hujan, flysheet yang bagus adalah yang menutup tenda hingga kebawahnya.

5. Bobot Tenda

Pilihlah tenda yang masuk akal beratnya dan dimensi yang kecil pada saat di packing. Selain untuk kepraktisan juga sangat membantu ketika harus dibawa-bawa dalam carrier.

6. Kepkraktisan

Usahakan memilih tenda yang mudah dan praktis saat dirakit atau digunakan .

Itulah beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memilih tenda untuk kegiatan pendakian gunung. Untuk mempermudah temen temen bisa langsung cek videonya dibawah.

untuk foto_00000Quotes

Each fresh peak ascended teaches something

(Sir Martin Convay)

MENGEPAK RANSEL GUNUNG SUPAYA TETAP RINGAN

1_00000

Packing Ransel  dan mendaki gunung adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Bagaimana tidak, mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan Mountaineering yang memiliki resiko sangat tinggi. Bagaimana tidak, di gunung kita sama sekali jauh dari segala modernisasi dan fasilitas lengkap yang biasa kita nikmati di kehidupan sehari – hari, tidak ada yang mampu memprediksi kondisi alam di gunug. Kita dituntut mencapai batas maksimal diri kita untuk bertahan di alam terbuka, dengan cuaca yang bisa tiba – tiba menjadi ekstrim, peluang adanya binatang buas, minimnya sumber air, dan berbagai tantangan alam lainnya.

Tas carrier memiliki kapasitas yang besar untuk membawa perlengkapan kita selama berada di gunung. Kapasitas yang besar tersebut berpeluang akan membuat berat yang ditanggung oleh tas carrier akan semakin besar, sedangkan tas carrier tersebut akan digendong oleh kita selama kegiatan pendakian. Diperlukan cara packing carrier yang benar agar kita merasa nyaman dan tidak cepat merasa pegal karena membawa carrier selama berkegiatan di gunung.

Oleh karena itu, peralatan yang kita persiapkan saat packing carrier untuk mendaki gunung haruslah diperhatikan dengan benar. Banyak pendaki yang tidak memperhatikan tentang hal ini, biasanya karena mereka sudah pernah mendaki gunung tersebut sebelumnya, atau karena waku pendakian yang hanya 1 malam, atau karena hal lain, sehingga mereka tidak mementingkan peralatan yang dibawa, dan menyepelekan pendakian.

1. Kelompokan Barang

Pengelompokan barang dimaksudkan untuk mempermudah dalam pencarian barang tersebut ketika diperlukan. Pengelompokan barang juga akan mengurangi resiko lupa akan seuatu barang, karena biasanya satu barang akan berhubungan dengan benda lainnya. Semisal saat Anda mengambil tabung gas, pasti Anda akan memeriksa dimana kompor dan alat masak lainnya.

2. Lapisi bagian dalam carrier dengan trashbag / plastik sampah

Selalu lapisi bagian dalam carrier dengan trashbag / plastik sampah berwarna hitam berukuran besar. Sepele namun sangat penting, karena trashbag dapat melindungi barang – barang anda dari basah pada saat hujan, atau dari dinginnya suhu gunung yang sering mengakibatkan kondensasi dan munculnya embun, biasanya sering terjadi pada pakaian atau jaket kita, terkadang menjadi basah tanpa sebab.

3. Perhatikan Susunan Barang Pada Ransel

 

asd_00000.jpg

Susunan barang dalam ransel anda akan sangat mempengaruhi beban dan kenyamanan pergerakan tubuh anda. Salah posisi penempatan barang akan membuat punggung anda tak nyaman saat memikul beban sambil berjalan di medan yang terjal. Maka dari itu perhatikanlah susunan barang pada gambar di atas.

Dengan distribusi beban yang tepat pada ransel yang anda bawa, tubuh anda akan terasa lebih nyaman dalam memikul beban selama perjalanan berlangsung.

QUOTE

“It is not the mountain we conquer but ourselves.” — Edmund Hillary

(Bukan gunung yang kita kuasai, tapi diri kita sendiri.)

 

 

 

Putaran 2

Jakarta- Pilkada Putaran kedua yang baru saja saya ikuti cukup menarik, karna pada putaran kedua kali ini paslon nomor 2 lebih unggul dibandingkan puataran pertama yang dimenangkan oleh paslon nomor 3.

Putaran Kedua kali ini lebih menarik lagi karna saya berangkat menuju TPS 02 Kelurahan Gandaria, ditemani oleh orang tua dan kakak yang berbeda pilihan. walaupun kami berbeda pilihan tetapi kami tetap damai dan tidak ada perseselisihan ketika berdiskusi politik.

Pencoblosan di TPS 02 berlansung sangat cepat dikarnakan warga dan panitia sangat antusias sekali mengikuti pencoblosan putaran kedua ini. Setelah saya mencoblos di TPS 02 saya lansung pergi menuju TPS 22 yang berada di kelurahan Gandaria Utara tepatnya di Jl. Yado 4.

Ketika berada di TPS 22 saya menunggu hasil hitungan suara untuk saya upload diAplikasi Kawal pilkada agar tidak ada kecurangan pada saat penghitungan suara. Penghitungan suara di TPS 22 lebih unggul paslon dengan nomor urut 2 dengan skor 205 sedangkan paslon no 3 66 suara dan surat suara tidak sah 4 suara.

Muhammad Rian Sahputra

1471500197

(SD)

Youtube: