Cara membuat liquid vape ( DIY ) Part 2

Disini gw bakalan menjelaskan bahwa selain PG dan VG bahan yang sudah gw jelasin di tread yang sebelum nya, selain itu kita masih membutuhkan satu bahan yang tak kalah penting nya, yaitu essence ( perasa ). Sebelum kita membahahan tentang essence kalian hari tahu bahwa liquid memiliki dua rasa utama, yaitu fruitea dan creamy. Apasih beda nya fruitea dengan creamy ? yang pertama kalo fruitea itu dia basic nya pasti mempunyai essence tambahan yaitu chiller ( pendingin ) karena yang namanya fruitea itu pasti dingin, dan kalo creamy itu dia ga pake chiller tetapi lebih banyak mencampurkan rasa-rasa, contoh gw ingin membuat blueberry, gw butuh mencampur dua sampai tiga essence, blueberry original, blueberry cheese, dan blueberry sweet. Dari ke tiga essence tersebut tergantung yang mana yang bakalan memiliki presentase terbesar untuk di campur.

Kangaroo Vape
Contoh essence blueberry

Rumus :

80 PG

20 VG

20 – 5% = 15

Hasilnya adalah : 80% PG 20% VG 5% Essence ( perasa )

Rumus ke-2  : cara membagi essence

5 x 30 = 150 : 100 = 1,5

 

Hasilnya adalah 1,5 ml untuk takaran essence dalam botol ukuran 30ml

Essence yang di jual di pasaran liquid
ini adalah salah satu contoh essence yang di jual di pasaran

Liquid vape home made

Hai. Di blog ini gw bakal menjelaskan tentang cara pembuatan liquid vape, bagaimana sih proses pembuatan liquid vape itu sendiri? soalnya liquid vape sekarang gak hanya di produksi di pabrik besar saja, liqiud khusus nya di Indonesia udah banyak di buat dengan cara DIY ( do it yourself ) dan itu ga kalah enaknya. Pertama-tama kita harus tau bahwa bahan utama dari pembuatan liquid vape itu adalah PG dan VG. Simple nya adalah PG buat penguat rasa dari essence yang nanti kita tuangkan dan VG adalah buat asapnya makin tebal. Karakter dari VG atau PG sendiri kita harus mengetahui, kalo VG itu lebih kental dan PG lebih cair lalu bau nya pun berbeda, Tips selanjut nya adalah kita harus mengkombinasi antara VG dan PG kedalam botol liquid kosong yang akan kita gunakan, dan jangan lupa untuk mengukur berapa ML ukuran botol tersebut, ini sangat penting. Karena kita harus mengukur persenan % VG dan PG yang masuk ke dalam botol kosong, tidak boleh asal-asalan. Karena jika terlalu banyak persenan dari pg atau VG yang pertama itu pasti akan tumpah atau lumer, yang kedua apa bila sudah lumer lalu di bersihkan maka rasa PG VG terlalu kuat sehingga tidak enak untuk di rasakan.

Kalian perlu tahu bahwa cara membagi PG dan VG kedalam satu botol liquid adalah kalian harus tau ukuran botol tersebut misalnya 30 ml lalu kalian pagi dengan berapa persen PG dan VG sesuai dengan selera. Untuk mengetahui selera kalian mengenai PG VG simple nya yaitu PG untuk penguat rasa dan VG untuk menebalkan asap atau uap. PG 20 persen VG 80 persen, contoh rumusnya adalah :

20×30 ml = 600 : 100 = 6 ml ( PG )

80×30 ml = 2400 : 100 = 24 ml ( VG )

Pilgub D.K.I Jakarta 2017 putaran ke 2 TPS 01 Petukangan Utara

image2.JPG

Pada putaran ke 2 pemilihan gubernur D.K.I Jakarta 19 April 2017 saya di tugaskan untuk meliput di TPS 01 yang berlokasi di gang haji Rinan Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Lokasi nya tidak jauh dari kampus Budiluhur, yang lokasi nya dekat dengan jalan raya Ciledug.

Di TPS 01 ini saya menemukan 1 orang tentara militer angkatan darat dan satu orang polisi yang bertugas untuk menjaga keamanan lokasi TPS tersebut, dan tidak hanya seorang diri, saya juga bertemu mahasiswa dari universitas lain.

Suasana pada jam 12:30 ketika saya datang lokasi TPS tersebut masih sepi. Hanya satu sampai dua orang datang dan pergi untuk mencoblos. Lalu satu jam kemudian setelah suara pemilihan di tutup warga mulai berdatangan untuk menyaksikan penghitungan suara yang di pimpin oleh pak RT di Gang H Rinan tersebut. Suasana ketika perhitungan berjalan dengan kondusif, walau ada yang sempat berdebat akibat kertas yang tidak sah.

Dan setelah pemilihan suara selesai dengan lancar, TPS 01 Petukangan Utara Jakarta Selatan ini di menangkan oleh pasangar nomor 2 yaitu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebesar 256 suara, dengan total warga 409. Dan pasangan Ahok dan Jarot sebesar 153 suara. Selain itu ada lima suara yang tidak sah akibat tidak mengikuti aturan-aturan yang di tetapkan oleh peraturan pemilihan gubernur DKI Jakarta.