The Size : Baru Bukan Berarti Tak Mampu

cover the size

Band the size memang bukan band besar seperti Noah, Geisha ataupun Armada. Namun keberadaannya membuktikan bahwa generasi-generasi baru dalam dunia musik tetap ada dan terus berkembang .baru, bukan berarti band “the Size” tidak bisa berprestasi dalam belantika musik. The size mengawali karirnya pada tahun 2009, salah satu personilnya , Biru mengatakan bahwa band ini beraliran alternatif pop ini adalah home band yang sering menghibur di acara pernikahan hingga acara amal. Dan mereka terinspirasi dari banyak band , baik band dalam negeri maupun mancanegara, seperti, Noah, the 1975, sheila on 7 dan lain sebagainya.

 

Karir mereka dalam membentuk dan mempertahankan band The Size bukan perkara mudah, ada banyak hambatan di dalamnya. Mulai dari tidak diterima oleh masyarakat, hanya di bayar dengan nasi kotak hingga perseteruan dan perpecahan yang terjadi di dalam internal band. Band The Size sudah silih berganti personil, terkadang yang membuat perpecahan terjadi karena tujuan dan fikiran tidak sejalan satu sama lain. namun untuk personil yang sekarang cukup bertahan lama , karena mereka membuat kesepakatan dan komitmen bahwa jika terjadi perseteruan di antara personil. Mereka harus ingat bahwa tujuan mereka adalah untuk menghibur masyarakat.

Tahun ini mereka menggarap sejumlah lagu yang nantinya akan dirilis pada tahun 2019. Tujuan mereka membuat suatu band adalah supaya orang bisa menyukai musik dan terus ikut mengembangkan musik indonesia, walaupun tidak harus langsung menjadi terkenal , setidaknya ada karya-karya musik yang baik, yang mempunyai ciri khas , yang bukan hanya menghibur tetapi juga menginspirasi.

Tidak setiap minggu mereka berkegiatan dalam band, kadang dalam sebulan setiap 2 minggu sekali mereka manggung menghibur masyarakat, dan ketika tidak manggung, mereka mempunyai kegiatan masing-masing, membuat band bukan menjadi acuan mereka untuk mencari nafkah, melainkan hobi juga yang melandasinya. Yang menarik dari band the Size adalah selain bermusik, mereka berprofesi lain, ada yang menjadi guru SD, Pembina pramuka ,dan lain sebagainya. yang kedua, alasan mereka menamakan “The Size “ karena ukuran tinggi badan mereka, namun ada makna filosofis didalamnya yaitu mereka ingin musik mereka bisa di terima oleh semua orang (tidak memandang sebuah ukuran (tua, muda, kaya,miskin, perempuan ,laki-laki,cantik, tampan , dll). Jadi semua kalangan bisa menyukai musik mereka.

 

 

The Size : Baru Bukan Berarti Tak Mampu

Bakudapa, Terlahir karena Bertemu

bersama

Banyak sekali remaja Indonesia yang menuangkan kreatifitasnya dalam berbagai hal salah satunya adalah melalui musik, salah satunya adalah Band Bakudapa. Bakudapa Band merupakan sebuah band indie dengan aliran pop – rock dari sekumpulan mahasiswa yang mempunyai hobi dalam bermusik.

Bakudapa sendiri berasal dari bahasa daerah Manado, “Baku Dapa” yang artinya adalah bertemu. Bakudapa selalu senang bertemu dengan banyak orang yang menonton performance mereka. Mereka menganggap bahwa orang yang menonton performance mereka merupakan sumber energi positif untuk mereka. Dipertemukan karena relasi, membuat Bakudapa dapat berdiri selama hampir 2 tahun dan telah menghasilkan 3 single lagu. 2 lagu diantaranya sedang dalam proses rekaman.

Bakudapa terdiri dari 6 personel, diantaranya adalah Iqbal sebagai vokalis, Dipa sebagai keyboardist, Jacko sebagai bassist, Jaka sebagai drummer, Lutfi sebagai rythm dan Ojay sebagai melodist. Mereka merupakan mahasiswa di Universitas di Tangerang dan Jakarta. Dua diantaranya, Iqbal dan Dipa merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

manggung

Terlahir karena bertemu membuat Bakudapa memiliki chemistry yang kuat antar personelnya, walau di kesibukan kuliah yang padat, mereka tetap memberikan waktu untuk bertemu dan kumpul bersama. Jika ada masalah pun, mereka akan selesaikan secara baik-baik, mereka selalu berpikiran positif jika ada salah satu personil yang tidak dapat hadir. Hal itu lah yang membuat mereka kompak sampai saat ini.

Menjalani sebuah band, tentu banyak suka dan duka yang sudah dilewati. Salah satunya adalah saat melakukan performance di kampus UIN, baru 2 menit performance lalu terjadi pemadaman lampu, selain itu karena Bakudapa merupakan band indie, mereka belum ada sponsor yang mendanai mereka, sehingga mereka melakukan semua kegiatannya menggunakan uang dari saku mereka sendiri. Semua duka yang mereka rasakan mereka lewati dengan rasa suka, sehingga mereka tidak merasakan duka selama bersama dengan Bakudapa.

Selama berkecimpung di dunia musik, Bakudapa beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk satu panggung dengan band-band terkenal, seperti Float, Sheila On7 dan juga Sisitipsi. Mereka merasa bangga karena bisa merasakan rasanya satu panggung dengan band ternama tersebut.

with sstipsi

Iqbal dan Dipa mengatakan bahwa mereka menjalani Bakudapa dengan serius tapi santai sehingga tidak melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa. Mereka biasanya mengambil job perform di waktu yang senggang sehingga tidak mengganggu perkuliahan mereka.

Akhir kata, Dipa mengatakan bahwa:

tidak ada hasil yang mengkhianati proses. Jadi nikmatilah segala prosesnya.

 

Finger Style

Penulis : Andi Nurhakim
Permainan Finger Style Oleh Thariq Habib

Penulis : Andi Nurhakim

Fingerstyle guitar adalah suatu teknik bermain gitar dengan cara memetik senar secara langsung dengan ujung jari, kuku, kombinasi keduanya ataupun dengan alat bantu lainnya tanpa menggunakan pick atau plektrum. Istilah “fingerstyle” ini sering dikaitkan dengan “fingerpicking” sebagai suatu teknik standar gitar klasik yang dimainkan dengan mempergunakan gitar nilon.
Sebagai suatu teknik bermain tersendiri “Fingerstyle” bisa juga di artikan sebagai teknik bermain gitar dimana melodi, bass line, harmonisasi pengiring maupun (kadang-kadang) perkusi bisa dimainkan bersamaan hanya dengan satu gitar.

Selama anda membunyikan not/bunyian lain langsung menggunakan jari tangan (baik itu tangan kiri  saja , kanan saja, ataupun keduanya) pada gitar Fingerstyle adalah menggunakan gitar sebagai mini band secara maksimal , sebuah kreatifitas merancang komposisi atau mengaransemen lagu dengan memasukan apapun elemen-elemen suara/bunyian yang memungkinkan dapat di produksi oleh gitar

Thariq adalah salah satu pemain Finger Style yang sudah menekuninya sejak tahun 2014, dimana .Thariq ini awalnya adalah pemain band yang memegang posisi Gitaris dari band yang bernama The Constellations yang berdiri sejak tahun 2012 dimana band tersebut terdiri dari 6 personil band.

Thariq sendiri awalnya belajar bermain Finger Style dari Youtube dimana dia belajar secara otodidak dengan melihat – lihat video yang ada di Youtube, dikarenakan tidak memiliki waktu yang cukup kalau memang harus belajar melalui les Guitar itu sendiri jadinya Thariq lebih memilih belajar secara otodidak melalui video – video yang sudah ada di Youtube.

lagu – lagu yang sering dimainkan pun sebenernya beragam namun ketika ditanya, Thariq berkata lebih senang memainkan yang ber Genre Pop dikarenakan memang Thariq itu sendiri lebih senang dengan aliran musik pop itu sendiri, karena memiliki nada yang santai dan juga lebih banyak disenangi oleh remaja – remaja.

Kelebihan bermain Finger Style gitar adalah bagi anda yang memainkannya akan terlihat lebih mahir dalam memainkan gitar dibandingkan dengan yang hanya bermain rhythm, suara gitarnya pun akan terdengar lebih merdu dan jika anda bermain fingerstyle gitar maka suara yang dihasilkan adalah seperti gitar yang bernyanyi serta diiringi musik yang secara bersamaan dalam satu gitar.

Bermain Finger Style juga bisa mengasah kemampuan otak kita dimana kita akan mencari nada- nada yang sesuai dengan musik yang kita mainkan, disana lah pendengaran dan kemampuan kita dalam mencari nada diasah.

Link Youtube : Video