Motif-Motif Batik Betawi Terogong (Part 1)

Yang kita tahu, batik biasanya berasal dari Pekalongan, Solo atau Jogjakarta. Namun Jakarta juga memiliki batik dan pesonanya sendiri. Pada Batik Betawi Terogong, memiliki  beberapa macam-macam motif yang unik dan menarik untuk kita ketahui. Dan beberapa motifnya akan diulas berikut ini:

  1. Motif Ondel-ondel

Motif ini diangkat dari figur Ondel-ondel sebagai ikon seni tradisi Betawi. Motif Ondel-ondel digunakan pada acara-acara adat Betawi. Ondel-ondel sebenarnya digunakan sebagai boneka untuk penolak bala atau menolak kesialan.  Motif Ondel-ondel ini dibuat untuk mendapatkan kehidupan yang damai, tenteram dan berharap dapat jauh dari bencana.

Saat pentas, Ondel-Ondel tampil berpasangan. Masyarakat Betawi mempercayainya sebagai bentuk keseimbangan antara kekuatan baik dan buruk. Wajah Ondel-Ondel laki-laki dicat  warna merah, matanya melotot dengan kumis dan senyuman menyeringai. Kemudian wajah Ondel-Ondel perempuan dicat warna putih. Ondel-Ondel perempuan memiliki mata yang besar, namun tidak melotot. Senyumnya manis dengan riasan gincu. Dianggap sebagai simbol kekuatan baik dan kesucian.

ondel2
Motif Ondel-Ondel

2. Motif Ondel-Ondel dan Tanjidor

Motif ini maksudnya, gambar Ondel-ondel yang dipadukan dengan gambar Tanjidor. Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Alat musik mirip terompet yang merupakan alat musik khas Betawi. Namun salah satu musik tradisional Betawi ini sekarang sudah mulai jarang ditemukan. Dalam Tanjidor , alat-alat musik yang dimainkan kebanyakan adalah alat musik tiup, antara lain trombone, klarinet, seksofon, dan piston. Lalu mengapa Batik Betawi Terogong membuat motif ini? Karena Ondel-ondel dan Tanjidor adalah sebuah kekhasan dari Betawi.

ondel tanjidor
Motif Ondel-Ondel dan Tanjidor

3. Motif Bunga Tapak Dara

Motif ini terinspirasi  saat Ibu Siti Laela melihat bunga tapak dara saat sedang jalan-jalan, kemudian hal ini menarik perhatian ibu Laela, karena bunga tersebut terlihat cantik dan dirasa bagus untuk dijadikan motif.

tapkdr
Motif Bunga Tapak Dara

4. Motif Buah Cermai

Buah Cermai adalah buah yang yang memiliki rasa asam. Daun dari buah cermai ini mempunyai bentuk yang kecil-kecil dan tidak memiliki banyak ranting. Motif buah cermai terinspirasi karena pohon cermai  pernah ada di Kampung Batik Betawi Terogong.

cermai
Motif Buah Cermai

 

 

 

 

Mengenal Batik Betawi Terogong (part 2)

Untuk para pekerja atau pengrajin Batik Betawi Terogong ini, sekarang sudah berjumlah 12 orang. Untuk bagian pewarnaan dan men cap batik yakni 2 orang dilakukan oleh bapak-bapak. Kemudian untuk yang lainnya adalah ibu-ibu. Dimana para pengrajin batik disini merupakan warga dari kampung terogong itu sendiri. Dan kebanyakan adalah para tetangga dekat disana. Awal mulanya warga dari kampung Terogong ini dapat terpikat pada batik, karena ada pelatihan dari instansi setempat yaitu selama kurang lebih 3 bulan.  Di sanggar Batik Betawi Terogong ini, pemilik dan juga pengelola batik yaitu Ibu Siti Laela dan keluarga besar, rumahnya saling berdekatan dengan saudara-saudaranya. Bagi yang ingin mengikuti pelatihan atau kursus untuk mencoba membuat batik sendiri. Dapat membayar biaya sebesar Rp 75.000,- untuk sekali datang. Dimana hari untuk belajar membatik dapat membuat janji terlebih dahulu agar disesuaikan harinya. Nantinya disana akan membuat batik dengan selera kita masing-masing. Kemudian saat nanti batik yang sudah dibuat tersebut selesai dan sudah melewati tahap proses yang dilakukan, kain batik yang sudah jadi tadi dapat dibawa pulang bagi yang mengikuti kursus tersebut.

 

kemeja
Kemeja
dress.JPG
Dress

Kemudian di sanggar Batik Betawi Terogong ini tidak hanya menghasilkan batik dalam bentuk kain saja, namun juga menghasilkan kemeja yakni lengan panjang dan lengan pendek, dress, dan juga dompet dengan ukuran besar dan kecil. Untuk harga kain batik cap berbahan katun 1 warna harganya mulai dari Rp 150.000,- , lalu harga kain batik cap dengan 2 warna di Rp 200.000,- , kemudian kain batik cap dengan 3 warna harganya Rp 250.000,-. Lalu untuk kemeja lengan panjang dengan bahan katun harganya mulai dari Rp 325.000,- dan kemeja lengan pendek dimulai dari Rp 300.000,-.  Untuk dressnya dimulai dari harga Rp 250.000,- s/d Rp 350.000,-. Namun tidak hanya kain, kemeja dan dress saja. Di Sanggar Batik Betawi Terogong ini juga membuat sebuah dompet. Dompet dengan ukuran besar dan kecil dihargai cukup terjangkau yakni Rp 25.000,-.

dmpt besar
Dompet ukuran besar
dmpt kecil
Dompet ukuran kecil

 

 

HOBI SEKALIGUS MELESTARIKAN TARIAN TRADISIONAL INDONESIA 

Alifya Kemaya Sadra, pemuda kelahiran 29 November 1998 ini mempunyai hobi menari. Ia menyukai sebagai penari semenjak masih duduk di bangku sekolah Taman anak-anak (TK). Menjadi penari memang kegemarannya tetapi bukan hanya semata-mata untuk mengembangkan hobinya, ia juga berhasil mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tak pernah terlupakan di dalam hidupnya.

“Motivasi sebenernya suka aja sih.. Cuma ngeliat penari tuh.. Apa ya, enak aja dan aku tahu nari itu bisa bikin banyak pengalaman gitu lho.. Pengalaman yang nggak bisa aku dapetin kalo nggak nari” Tuturnya tentang motivasi menarinya.

Alifya pernah tampil mempersembahkan sebuah tarian tradisional di hadapan para pejabat negara Indonesia bukan hanya pejabat atau rakyat Indonesia saja, tetapi ia juga pernah menampilkan tarian tradisional di hadapan pejabat Korea Selatan dan tampil dalam Festival di Beijing. Hobinya pula yang mengantarkan ia untuk terus melestarikan budaya Indonesia, khususnya tarian tradisional yang ada di Indonesia ini.

Pemuda saat ini juga bisa dikatakan jarang sekali bangga dengan budayanya. Seiring perkembangan zaman yang dimana budaya dari luar pun banyak masuk ke negara Indonesia dengan mudahnya entah itu melalui media sosial ataupun langsung. Maka dari itu anak-anak zaman sekarang pun lebih melihat arah budaya mereka ke budaya luar yang rata-rata berpakaian terbuka, adanya pergaulan bebas, dan lainnya, sehingga mereka pun melupakan kebudayaan yang ada sejak lama di Indonesia ini.
Alifya bangga karena dengan hobinya lah ia bisa sekaligus melestarikan budaya dan semakin cinta dengan apa yang diwarisi oleh nenek moyang yaitu kebudayaan, khususnya dalam tarian tradisional. Banyak remaja memilih untuk mempelajari tarian-tarian modern daripada mempelajari tarian tradisional Indonesia.
Sanggar puspo budoyo adalah tempat dimana sekarang Alifya terus belajar menggali lagi ilmu-ilmu berbagai macam tarian tradisional yang sangat beragam adanya di Indonesia. Ia rutin untuk berlatih setiap hari selasa dan hari minggu, itu semua dilakukan tanpa ada rasa malas sekalipun. Saat ini Alifya masih duduk dibangku perkuliahan, tetapi kegiatan nya di sanggar pun tidak turut mengganggu aktivitasnya di perkuliahan atau di kesehariannya. Ia bisa membagi-bagi waktunya antara kuliah dan berlatih menari di sanggar.
Dalam menari ini Alifya lebih mendapatkan suka dibandingkan dengan duka nya, karena dengan menari ini ia lebih mendapatkan teman banyak, dan bisa membawakan tari tradisional Indonesia ini ke luar.
Tak luput semua yang Alifya lakukan ini juga karena dukungan dari orang-orang terdekatnya. Khususnya orang tua dari alifya, mereka sangat mendukung penuh apa yang putrinya lakukan tersebut. Terlebih lagi mereka juga seringkali mengantar Alifya pada saat mengikuti festival ataupun tampil sebagai penari dimana pun itu.

“Ya saya mendukung dan mendorong apa yang dilakukan oleh Alifya Kemaya Sadra, karena apa yang dilakukannya selama ini ikut memberikan kontribusi dalam melestarikan budaya-budaya Indonesia, apalagi yang diambil adalah tarian tradisional yang dimana itu satu bentuk kebudayaan yang sudah mulai dilupakan oleh orang.. “Ujar Gaus sebagai orang tua dari Alifya.

Bukan hanya itu, teman-temannya pun ikut memberikan apresiasi kepada Alifya karena bangga dengan salah satu temannya itu bisa membawa sebuah tarian tradisional Indonesia hingga ke luar negeri.
Jadi, untuk para pemuda mulailah ikut bangga dengan melestarikan budaya-budaya yang Indonesia miliki, karena dengan begitu negara Indonesia pun akan lebih dikenal lagi dengan budaya-budayanya tersebut. Mengingat bahwa beberapa waktu lalu sempat budaya Indonesia diakui oleh Negara lain yang setelah diketahui baru masyarakat tidak terima dengan perlakuan tersebut. Sehingga kalau memang tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi,  mulailah bangga dan melestarikan kembali seluruh budaya-budaya yang ada di Indonesia ini, khususnya dalam Tarian Tradisional.

Mengenal Batik Betawi Terogong

Provinsi DKI Jakarta adalah Ibukota Indonesia. Dimana Kota Jakarta mempunyai sebutan sebagai Kota Metropolitan, yaitu sebuah kota yang besar dan menjadi kota yang sibuk. Mengapa demikian? Karena Kota Jakarta banyak berdiri gedung atau kantor pusat pemerintahan di Indonesia. Orang-orang asli penduduk kota Jakarta dinamakan suku Betawi.

motif
Motif Ondel-Ondel Batik Betawi Terogong

Selain menjadi pusat dari pemerintahan Indonesia, Kota Jakarta memiliki macam-macam kebudayaan betawi yang banyak. Salah satunya adalah batik Betawi. Batik adalah kebudayaan asli dari Indonesia dan sudah diakui oleh dunia. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO telah mengakui batik sebagai warisan kebudayaan Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009.

depan batik terogong betawi
Tampak depan Kampung Batik Betawi Terogong

Pada awalnya, batik berasal dari tanah Jawa. Namun, batik tidak hanya berasal dari Pekalongan, Solo ataupun Jogjakarta saja, Jakarta pun juga mempunyai batik yang khas, salah satunya adalah Batik Betawi Terogong. Batik Betawi Terogong berada di Jl. Terogong III No27, RT9 RW10, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. Lebih detailnya, letak Kampung Batik Betawi Terogong ini berada didepan sekolah MI Al Hurriyah dan Masjid Al Muttaqien. Pada spanduk saat kita ingin memasuki kampung Batik Betawi Terogong, terdapat tulisan ”Tinggal di Betawi kudu pake Batik Betawi”. Lalu pada dinding luar terdapat lukisan ikon Jakarta seperti Ondel-Ondel, Monas, dan penari Yapong.

bu laela
Ibu Siti Laela
bu hafidzoh
Ibu Hafizoh

Untuk pemilik atau Ketua Batik Betawi Terogong digagas oleh ibu Siti Laela, kemudian dibantu oleh Ibu Hafizoh selaku pengelola. Sejak Desember 2012 sudah memulai memproduksi Batik Betawi Terogong. Hingga saat ini masih melestarikan Batik Betawi Terogong. Terogong terkenal dengan sebutan kampung Batik Betawi Terogong,  Karena pada tahun 1960an tradisi membatik di Terogong sebenarnya sudah ada. Namun 10 tahun berselang, tradisi membatik di Terogong sudah mulai hilang, hal tersebut dikarenakan batik Betawi kalah bersaing oleh batik-batik yang lain. Untuk itu, Batik Betawi Terogong dihadirkan kembali pada Desember 2012. Pada dasarnya kebudayaan asli yang sudah dimiliki sejak dulu, harus dilestarikan agar tidak benar-benar hilang.