Belajar Sehat dan Belajar Berbisnis dari Sosok Prima Permatasari

BELAJAR USAHA PRIMA.00_01_27_18.Still001

Kesuksesan bisnis seseorang bisa datang kapan saja jika ia memiliki tekad serta niat yang kuat untuk membangun suatu hal demi meraih keberhasilan.

Sukses tidak selalu indentik dengan orang yang sudah berumur. Sukses bisa datang kapan saja, walaupun ia masih tergolong cukup muda. Sama halnya dengan wanita muda satu ini, yaitu Prima Permatasari.

Prima permatasari adalah seorang wanita muda yang sudah sukses merintis karir usaha Primavitnya serta bisa mengajak orang lain untuk bisa menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

Prima adalah anak dari pasangan suami isteri yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dan menurutnya, menjadi seorang pegawai/karyawan mempunyai keterbatasan. Prima juga bercerita bahwa ia adalah orang yang mempunyai keterbatasan di bidang akademik, maka dari itu ia memilih jalan untuk berbisnis. Bakat berbisnisnya sudah terlihat sejak Prima masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Prima sudah mulai berbisnis dengan menjual dan mempromosikan barang-barangnya yang ia jual di sekolahnya.

kemudian, pada waktu ia menjadi mahasiswi di Universitas Negeri Malang, ia juga mulai mencari berbagai peluang lagi untuk berbisnis. dalam bisnisnya, ia sempat berjualan berbagai macam kerudung, makanan, dan lain-lain.

menurut Prima, orang yang pintar di bidang akademis belum tentu pintar membaca peluang di dunia kerja maupun di dunia bisnis.

“banyak yang mereka, pintar di kampus tapi ketika lulus mereka seperti baru tersadar dengan dunia nyata sebenarnya, walaupun dulu akademiknya bagus, mereka punya pengalaman kuliah di luar negeri ketika terjun ke dunia kerja disitu mereka seperti gagap menghadapi dunia kerja. Mereka yang di usia muda, sudah terbilang cukup sukses dan mapan itu justru mereka yang mempunyai bisnis.” kata Prima

di zaman Prima masih berkuliah, sangat jarang sekali anak muda yang senang berbisnis. Namun jika kita tengok era kita sekarang, yaitu era milenial, banyak sekali anak muda yang sudah mulai berbisnis dengan berbagai bidang usaha yang terbilang cukup ‘hype’ di kalangan anak muda.

Namun, berbeda dengan Prima yang membuka usaha dengan tujuan menjadikan orang untuk pola hidup sehat dan dinamakan Primavit. pada awal ia merintis usaha ini ia merasa usaha ini kurang menjanjikan untuk anak muda sepertinya. karena, orang-orang yang merintis usaha ini kebanyakan adalah orang-orang yang sudah berusia. karena prima bergabung dalam komunitas bisnis, prima sering mendapatkan pelatihan-pelatihan bisnis dan sering bertemu orang sukses dan membuat prima semakin bersemangat dan pantang menyerah untuk berbisnis.

“Jadi kalo orang-orang bilang buka usaha itu harus punya modal itu no sense, itu ecxuse, itu hanya alasan, karena sebenarnya buka usaha itu nomor satu yang kita butuhkan yaitu kita punya tekad.”

awal tahun 2010, ia mulai membuka club yang bertempat di Apartment City Park. Ia memulai bisnis ini benar-benar dari bawah. ia menyewa tempat tersebut dengan sistem oper sewa dimana ia menjadi orang ketiga yang menempati tempat tersebut. selama tiga bulan ia membuka usaha ini, ia memperoleh omset yang cukup tinggi. setelah lima tahun, usaha ini membuahkan hasil yang sangat tinggi, ia sudah membuka 80 cabang di berbagai kota. kata ia, kunci sukses dalam berbisnis yaitu kita harus mempunyai tekad yang kuat serta harus bisa fokus dalam satu usaha tersebut dan harus bisa meyakini diri sendiri kalau kita bisa. Primavit adalah salah satu usaha yang bergerak dalam bidang kesehatan, Primavit menjual beberapa produk herbalife diantaranya Nutritional Shake Mix, HAC Mango Flavour, Herbal Concentrate, Guarana Instant Tea, dan lain-lain

21751720_10213594340840089_5687884015627462684_n

Dalam usahanya ini, ia juga mensosialisasikan bagaimana bisa menerapkan pola hidup sehat. menurut prima, hidup sehat itu 80% berasal dari pola makan yang baik, kecukupan nutrisi, dan 20% berasal dari makan dan olahraga. kalau kita mau sehat, kita harus tau mana saja makanan yang harus kita konsumsi dan mana yang harus kita kurangi. kita juga harus bisa berolahraga minimal 2 kali seminggu atau 30 menit tiap hari 6 kali seminggu. dan tidak lupa kita juga harus beristirahat dengan cukup dan minum air putih.

dengan adanya usaha Primavit ini Prima ingin sekali menginspirasi orang disekitarnya agar membangun pola hidup sehat sejak dini. dan ia juga ingin agar anak muda bisa mengkontrol makan, asupan dan olahraganya agar tidak sering sakit dan bisa lebih fokus untuk berkarya dalam suatu hal.

 

“anak muda adalah aset bangsa, kalo dari muda mereka udah sakit-sakitan bagaimana ia bisa berkarya untuk bangsa ini”

Syekh Tari Saman

20171202_113244

Di era modern ini, kebudayaan Indonesia sudah semakin terkikis dan memudar karena adanya kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Padahal banyak sekali kebudayaan Indonesia yang sudah mengharumkan nama Bangsa Indonesia itu sendiri. Salah satunya kebudayaan Indonesia dari bidang seni tari adalah Tari Saman. Tari Saman adalah tari tradisional yang berasal dari Nangroe Aceh Darussalam. Tari ini merupakan salah satu media dakwah yang mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

Tari Saman adalah salah satu kebudayaan Indonesia yang diakui oleh UNESCO. Ada empat hal yang harus dimiliki jika sebuah kebudayaan ingin diakui oleh UNESCO, yakni, originalitas, keunikan, nilai filosofi yang universal, serta daya tular ke masyarakat. Dilihat dari segi sejarah, Tari Saman sudah ada semenjak abad ke-13 dan dikembangkan oleh Syekh Saman.

Pada 24 April 2016 sebanyak 6600 penari Saman mewakili Anjungan Aceh pada Hari Ulang Tahun (HUT) Taman Mini Indonesia Indah. Dan pada 13 Agustus 2017 oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) total penari saman mencapai 12.262 orang yang diadakan  di Stadion Seribu Bukit, Kecamatan Blang Kejren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Untuk kado dari pemerintah Gayo untuk Republik Indonesia yang ke-72 tahun.

Salah satu Putra dari Aceh yang masih melestarikan budaya Tari Saman adalah Jufrizal. Jufrizal yang akrab disapa dengan ‘Bang Alex’ merupakan Syekh Tari Saman yang sudah tertarik dengan kesenian tradisional Aceh sejak usia 9 tahun. Jufrizal sudah berprofesi dan menggeluti bidang Seni Tradisional Aceh sejak 29 tahun yang lalu. Syekh Saman adalah seseorang yang memimpin dan memandu tari saman. Syekh Saman juga bertugas mengiringi gerakan tari saman. Setiap Syekh Saman memiliki ciri khas bernyanyi, bersyair dan memiliki gerakan yang khas. Jufrizal tidak ada sama sekali mengalir darah seni dari keluarganya, ia tertarik kesenian tradisional Aceh karena suka, enerjik, kebersamaan dan kebiasaan di masyarakat Aceh. Sehingga ketertarikan itu yang membuat dirinya untuk ikut dan mendalami budaya Aceh.

Bang Alex

“Lebih bagus kalo jadi Syekh itu memang Putra dari daerah tersebut karena masalahnya ini kan menyangkut soal bahasa, di dalam tarian aceh tersebut lebih kuat kepada syair. Dimana syair tersebut itu banyak bersifat pesan dan kesan untuk yang mendengarkan. Sekarang kita bayangkan saja kalau sempat yang menyanyikan itu bukan orang Aceh, otomatis syair yang dia sampaikan itu belum tentu bisa sampai kepada orang, takutnya makna yang dia sampaikan itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau dengan arti dari syair tersebut. Jadi lebih baik memang harus Putra dari daerah tersebut, kalau pun ada dari luar daerah tersebut diharapkan untuk belajar sedetail mungkin supaya apa yang mau dia ajarkan kepada orang, apa yang mau dia sampaikan kepada orang itu juga sampai dan tidak merubah dari makna pokoknya.” Ungkap Jufrizal.

“Semangat terus untuk belajar karena  yang kalian pelajari inilah kesenian tradisional Indonesia tanpa harus mengkotak-kotakan. Kita berbicara tentang specs yang normal. Jadi lebih semangat mempelajari kesenian Indonesia apapun jenisnya itu, apapun bentuknya itu, kalau kalian semangat untuk mempelajari tersebut berarti paling tidak kalian sudah ikut mempromosikan, untuk melestarikan dan mempertahankan kesenian tersebut. Jadi banggalah sebagai anak Indonesia, kalau kalian terus cinta, terhadap kesenian dan budaya Indonesia dan mau mempelajari baik itu keseniannya maupun filosofi dari kesenian tersebut. Semangat!” Tutup Jufrizal yang memberikan semangat kepada anak Indonesia lewat kesenian tari Saman.

 

River Ranger, Pembawa Perubahan Ciliwung

DSC_0106

Sungai Ciliwung kini semakin banyak mempunyai pahlawan yang membersihkan bantarannya. Salah satu pahlawannya adalah River Ranger yang berada di daerah Condet, Jakarta Timur.

Penulis: Deby Dahlia

River Ranger merupakan sebuah kelas yang mempelajari tentang lingkungan, mengenal lingkungan mulai dari ekosistem sungai hingga tanaman. River Ranger dapat juga disebut dengan komunitas. Komunitas ini didirikan sejak empat bulan lalu oleh seorang pemuda asli dari Condet yang bernama Syahiq Harfi.

“River Ranger itu sebuah kelas, di mana kita dapat mempelajari tentang lingkungan. Mulai dari ekosistem sungai hingga tanaman. Banyak yang mengatakan kami komunitas, memang bisa dikatakan seperti itu, kami berfokus untuk menjaga lingkungan terutama di bantaran Sungai Ciliwung,” kata Syahiq.

River Ranger dihuni oleh Syahiq dan tiga rekannya yang turut membantu Ia mengelola dan mengajak masyarakat. Awal mula pemuda ini mendirikan komunitas cinta lingkungan adalah karena dilatarbelakangi oleh keprihatinan dirinya atas lingkungan rumah dan masyarakat yang dinilai tidak kondusif dan sangat tidak baik bagi pertumbuhan anak-anak di daerah tempat tinggalnya.

Pertama terjun ke masyarakat pun, Syahiq tidak menemukan jalan yang mulus. Butuh waktu kurang lebih dua bulan untuk mengamati, mendekatkan diri dan mengajak anak-anak untuk mau belajar dan menjaga lingkungan bersamanya.

Di bawah naungan Syahiq, River Ringer menjadi tempat di mana anak-anak sekitar dapat terjun langsung ke alam untuk membersihkan bantaran Sungai Ciliwung, yang menjadi pemukiman mereka sejak lahir.

Kegiatan yang wajib dilakukan oleh River Ranger selama berdiri ini adalah melakukan ‘bebersih ciliwung’ dengan masyarakat sekitar yang ingin berpartisipasi menjaga lingkungan. Bebersih Ciliwung ini biasanya dilakukan setiap bulan sekali dengan berbagai macam agenda yang akan menambah pengetahuan peserta dan masyarakat.

Seperti yang diketahui oleh publik, Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai penyebab banjir bagi masyarakat Jakarta. Hal ini disebabkan banyaknya tumpukan sampah di sungai. Tumpukan sampah itu sebenarnya berasal dari limbah masyarakat dan pabrik yang terus menerus di buang ke sungai Ciliwung.

Atas alasan itu, Syahiq ingin mengubah kebiasaan anak-anak sejak dini. Perlahan Syahiq mengajak anak-anak untuk belajar mengenai lingkungan dengan mengajarkan mereka pengetahuan tentang tanaman dan mencoba mengidentifikasi jenis tanaman yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

Selain membersihkan sungai, setiap Rabu dan Jumat, Syahiq bersama anak-anak adalah belajar bersama di sebuah kebun pada sore hari di dekat pemukiman mereka dengan durasi dua jam. Hal ini dilakukan agar anak-anak bisa lebih dekat dengan alam dan berkreatifitas dengan bahan-bahan alam yang ada di sekitar mereka.

Dalam mengajar, biasanya Syahiq dibantu oleh rekannya, Andriana (36). Mereka mengajarkan anak-anak dengan mata pelajaran sejarah terutama sejarah Condet, Bahasa Inggris dan diakhiri dengan mendaur ulang sampah alami, seperi daun yang dapat dibuat menjadi pembatas buku. Saat ini, anak-anak sekitar condet yang sudah bergabung sebanyak 12 orang yang terdiri dari kelas 2 SD hingga kelas 8 SMP. Syahiq juga berharap, anak-anak yang berpartisipasi akan terus bertambah untuk bersama menjaga lingkungan.

Sekian lama mendekatkan diri dan menjalankan River Ranger, akhirnya kegiatan yang sudah dilakukan oleh Syahiq ini mendapat respon yang baik dari para orang tua dan anak itu sendiri. Banyak dari orang tua bahkan sering memberikan Syahiq dan para pengajar asupan energi, seperti makanan sesudah belajar dan bebersih sungai.