Nilai Sastra Dalam Musikalisasi Puisi

bukti

Tak banyak yang tahu nilai nilai sastra yang terkandung di dalam musikalisasi puisi. Bukan hanya itu, sedikit sekali orang yang menyukai puisi. Mereka menganggap membaca puisi itu membosankan, apalagi dengan bahasa yang tidak mudah dimengerti oleh orang awam. Sebenarnya, nilai sastra bisa kita temukan dengan mudah di setial bait-bait puisi yang di musikalisasikan. Secara garis besar, kita harus memahami bait demi bait yang dinyanyikan. Langkah sangat awalnya ialah kita harus menjadi pendengar yang baik. Dengan begitu, kita akan mudah memahami bait-bait yang terangkai menjadi sebuah kalimat.
Perhatikan bait yang di nyanyikan, sangat berbeda dengan lirik lagu pada umumnya, karena lirik yang terdapat di dalam musikalisasi puisi sangatlah istimewa. Berawal dari memahami per-bait, kita jadi mudah mengerti bait-bait selanjutnya. Makna dari bait tiap bait yang ada di musikalisasi puisi bisa teruntuk orang yang kita cinta, kasih sayang terhadap sesama, perjuangan, kehidupan, dan alam. Karena karya sastra itu biasanya tentang kehidupan yang pernah dialami maupun yang sedang dijalani.

Bait-bait yang di musikalisasikan mempunyai makna dibalik kata. Liriknya pun tidak mudah untuk dipahami. Karena, liriknya menggunakan kalimat perumpamaan. Kalimat perumpamaan ialah kata ganti yang menggunakan kata tidak umum, itulah istimewanya musikalisasi puisi. Bagi orang yang menyukai bahasa sastra, bait-bait puisi yang di musikalisasikan mempunyai arti yang sangat luar biasa. Karena dari makna-makna tersebutlah kita bisa sedikit tahu bagaimana cerita hidup si pembuat puisi yang di musikalisasikan tersebut.

Memahami bait-bait yang ada di musikalisasi puisi akan terasa mudah jika kita sering mendengarkannya, karena memahami bait-baitnya tidak cukup didengarkan hanya satu kali. Banyak orang yang tidak terlalu suka dengan musikalisasi puisi, karena mereka menganggap kata dan bahkan kalimat dari bait demi baitnya sulit dimengerti. Sebenarnya tidak, karena musikalisasi puisi menggunakan iringan yang tepat dan hal itu membuat kita nyaman untuk mendengarkan dan bahkan memahami artinya. Silahkan mencoba, kalian para jiwa muda. Hargai karya sastra Indonesia!!

PEMAIN ALAT MUSIK KENDANG CAMPURSARI 


Campur sari adalah sebuah karya musik yang merupakan kesenian yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa, terutama di daerah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan juga wilayah Jawa Timur. Campursari merupakan wujud musik yang adanya gabungan dari alat musik irama pentatonik (tradisional Indonesia) dan sebuah irama nada diatonik (barat). Dua unsur musik yang ada itu kemudian di gabungkan mengahsilkan sebuah jenis musik yang baru, yaitu dengan sebutan music Campursari. Ciri khas penyanyi campursari pun selalu memakai pakaian Kebaya sehingga menambah ketertarikan sebuah musik campursari. 

Pada awalnya musik campursari ini perkenalkan oleh Ki Narto Sabdo dengan cara menggunakan media Wayang. Di saat itu campursari masih ditampilkan dengan model yang lama yaitu adanya gabungan gamelan dan asli keroncong. Saat ini music campursari dikenal sebagai campursari modern yang dipopulerkan oleh seseorang yang bernama Manthous, ia mempopoulerkan musik campursari modern ini pada tahun 1933. Seorang Manthous yang memiliki kepekaan terhadap musiknya tersebut ia mencoba berinovasi dengan musik campursari ini dengan model campursari yang lama. Manthous menggabungkan seperangkat gamelan yaitu, misalnya: Kendang, Gong, Gender di campur dengan alat music keroncong, misalnya Ukulele, Cak-cuk, Seruling, dll. Dengan adanya inovasi tersebut munculah sebuah musik Campursari yang lebih baik, dan juga lagu-lag yang dibawakan lebih enak di dengar oleh masyarakat. Tidak hanya itu, bahkan pada saat sekarang musik campursari digabungkan dengan Gitar elektrik, Bass, dan keyboard. 

Musik campursari rata-rata digemari oleh kalangan orang tua, terlebih lagi masyarakat Jawa yang menjadikan musik campursari sebagai hiburan. Tetapi, dengan berkembangnya zaman musik campursari banyak melahirkan lagu-lagu yang juga digemari oleh kalangan anak muda. Tak hanya itu saja, adapula generasi-generasi penerus yang memilih mejadi musisi campursari. Tetapi musisi yang sudah melegenda seperti Cak Dikin dan Didi Kempot pun masih saja digemari oleh pendengar setia musik campursari. 


Kristianto Dwi Nugroho pria yang gemar memainkan alat musik kendang pun ikut turut menjadi generasi muda yang mau ikut melestarikan musik campursari. Ia mengaku menyukai musik campursari sejak ia masih duduk dibangku kelas 6 sekolah dasar (SD). Menurutnya musik campursari enak didengar lantaran musik campursari itu sendiri memiliki lirik lagu yang mudah dimengerti dan dipahaminya mudah.

Didalam sebuah grup musik campursari Kristianto berperan sebagai pemain kendang. Ia mengaku suka dalam memainkan alat musik itu sejak ia masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP). 

“Saya lebih milih alat musik kendang itu karena lebih suka aja maininnya, kayaknya lebih menantang lebih sulit si kalo emang itu..” tutur Kris.

Adapun kesulitan yang didapat dalam memainkan alat musik kendang itu sendiri, karena seiringnya zaman lagu-lagu campursari pun semakin banyak. Sehingga dalam memainkan musik kendang itu sulit pada saat pergantian lagu yang dimana seorang pemain juga harus paham ketukan demi ketukan yang ada pada lagu tersebut. 

“kesulitannya itu kalo campursari kan sekarang banyak lagunya ya.kita, jadi setiap satu lagu ke lagu lain itu musiknya pasti berbeda, jadinya kita maininnya juga berbeda jadinya lebih susah” tutur Kris mengenai kesulitan yang dialaminya saat memainkan alat musik kendang. 

Jadi musik campursari pun saat ini masih mempunyai sebuah eksistensi dikalangan masyarakat, disaat banyakmya musik-musik dari luar sudah masuk kedalam Indonesia ini. Inovasi-inovasi yang terus berkembang didalam musik campursari ini pun semakin banyak, sehingga masyarakat pun tidak bosan dengan adanya musik campursari ini. 

Pemain Keyboard dalam Band Gangstarasta

gangstarastaofficial_BSmiLi0FFjb

Musik adalah salah satu ilmu atau bidang seni yang berupa suara/ bunyi/ nada yang terkombinasi dalam urutan yang mempunyai kesatuan irama, melodi, harmoni yang dapat menggambarkan perasaan penciptanya terutama dalam aspek emosional. Musik memiliki banyak jenis diantaranya Jazz, Pop, Rock, Reggae, Metal dan sebagainya.

Gangstarasta adalah salah satu band yang beraliran Reggae yang berdiri pada 19 Desember 2001. Mereka pernah merilis album perdananya di tahun 2009 dengan judul Unity. Single yang berjudul Hilang merupakan jagoan dari album tersebut yang membuat nama mereka melambung di Komunitas Reggae Indonesia. Gangstarasta juga mendapatkan 2 kali nominasi Karya Produksi Reggae/Ska/Rock Setady Terbaik di ajang Ami Award. Dan sempat diundang juga oleh salah satu Habib di solo untuk mengaji dan bernyanyi bersama.

Heriyanto adalah salah satu personil dari band reggae Gangstarasta. Heriyanto adalah pemain keyboard dan backing vocal yang bergabung dengan Gangstarasta pada tahun 2003. Selain menjadi anggota dari band Gangstarasta, Heriyanto juga memiliki kesibukan lainnya yaitu kuliah dan menjadi guru seni di sebuah sekolah dasar di Larangan, Tangerang. Tetapi bagi dia musik bukan penghalang kesibukan dia.

Menurut Heriyanto sendiri, memang banyak orang yang mengagap reggae itu identik dengan kriminal, identik dengan ganja, narkoba dan segala macam, dari sini lah orang lain janagn melihat dari sudut pandang yang berbeda atau memandang sebelah mata. Tetapi di Gangstarasta tidak ada satu pun personil yang menggunakan narkoba, karena sudah memiliki komitmen “tidak ada narkoba, tidak ada ganja”, walaupun reggae itu identik dengan ganja.

Dengan lagu yang bejudul Hilang, yang dibawakan pada tahun 2006 di Hard rock. Saat itu sedang terjadi tsunami di jepang, gangstarasta diundang konser untuk membantu bencana alam yang terjadi di jepang dan pada saat itu gangstarasta diliput oleh orang jepang. Selain itu Gangstarasta adalah salah satu band reggae Indonesia yang pernah diliput dari media Jamaica langsung. Karena Jamaica ingin mengenal lebih jauh reggae di Indonesia.

cuwox_gangstarasta_BSX07dogirF

Menurut Heriyanto dalam dunia musik khususnya di gangstarasta pasti pernah mengalami suka dan duka. Sukanya adalah bisa dikenal orang dari sabang sampai merauke dan secara tidak langsung bisa mengetahui dan mengenal lebih jauh lagi daerah-daerah yang ada di Indonesia, karena hampir semua daerah di seluruh Indonesia pernah Gangstarasta datangi. Dan dukanya adalah pada awal Gangstarasta konser, sudah jauh-jauh mereka datang tetapi hasilnya hanya sekedar nasi bungkus. Tatapi Heriyanto sendiri meyakinkan bahwa itulah yang dinamakan dengan proses “Semua itu jangan langsung enak, tetapi kita juga ngerasain dari yang susahnya juga”.

Menurutnya musik itu sudah sangat menjiwai, sudah mendarah daging, karena orang tanpa musik itu mustahil. Banyak orang yang tidak bisa bermain musik, tetapi orang tidak pernah terlepas dari musik. Gangstarasta bagi Heriyanto adalah keluarga, karena disitulah persaudaraan lebih erat. Mulai dari Heriyanto nol dan bisa sampai sejauh ini, dapat dikenal orang itu semua dari gangstarasta.

The Size : Baru Bukan Berarti Tak Mampu

cover the size

Band the size memang bukan band besar seperti Noah, Geisha ataupun Armada. Namun keberadaannya membuktikan bahwa generasi-generasi baru dalam dunia musik tetap ada dan terus berkembang .baru, bukan berarti band “the Size” tidak bisa berprestasi dalam belantika musik. The size mengawali karirnya pada tahun 2009, salah satu personilnya , Biru mengatakan bahwa band ini beraliran alternatif pop ini adalah home band yang sering menghibur di acara pernikahan hingga acara amal. Dan mereka terinspirasi dari banyak band , baik band dalam negeri maupun mancanegara, seperti, Noah, the 1975, sheila on 7 dan lain sebagainya.

 

Karir mereka dalam membentuk dan mempertahankan band The Size bukan perkara mudah, ada banyak hambatan di dalamnya. Mulai dari tidak diterima oleh masyarakat, hanya di bayar dengan nasi kotak hingga perseteruan dan perpecahan yang terjadi di dalam internal band. Band The Size sudah silih berganti personil, terkadang yang membuat perpecahan terjadi karena tujuan dan fikiran tidak sejalan satu sama lain. namun untuk personil yang sekarang cukup bertahan lama , karena mereka membuat kesepakatan dan komitmen bahwa jika terjadi perseteruan di antara personil. Mereka harus ingat bahwa tujuan mereka adalah untuk menghibur masyarakat.

Tahun ini mereka menggarap sejumlah lagu yang nantinya akan dirilis pada tahun 2019. Tujuan mereka membuat suatu band adalah supaya orang bisa menyukai musik dan terus ikut mengembangkan musik indonesia, walaupun tidak harus langsung menjadi terkenal , setidaknya ada karya-karya musik yang baik, yang mempunyai ciri khas , yang bukan hanya menghibur tetapi juga menginspirasi.

Tidak setiap minggu mereka berkegiatan dalam band, kadang dalam sebulan setiap 2 minggu sekali mereka manggung menghibur masyarakat, dan ketika tidak manggung, mereka mempunyai kegiatan masing-masing, membuat band bukan menjadi acuan mereka untuk mencari nafkah, melainkan hobi juga yang melandasinya. Yang menarik dari band the Size adalah selain bermusik, mereka berprofesi lain, ada yang menjadi guru SD, Pembina pramuka ,dan lain sebagainya. yang kedua, alasan mereka menamakan “The Size “ karena ukuran tinggi badan mereka, namun ada makna filosofis didalamnya yaitu mereka ingin musik mereka bisa di terima oleh semua orang (tidak memandang sebuah ukuran (tua, muda, kaya,miskin, perempuan ,laki-laki,cantik, tampan , dll). Jadi semua kalangan bisa menyukai musik mereka.

 

 

The Size : Baru Bukan Berarti Tak Mampu

Zajk: Musik dan Batik

20245649_1576590562371657_1244655018252864110_n.jpg

Zajk, Gitaris yang mencoba “berbeda” dengan menampilkan kearifan lokal berupa batik.

Apa yang didapat seseorang bila mereka mencoba mengkombinasikan sebuah penampilan diatas panggung musik dengan kearifan lokal yang dimiliki Indonesia?

Adalah Zajk, pria asal Batam yang berdomisili di Tangerang yang mencoba memadukan kedua hal tersebut menjadi sesuatu yang unik. Sebuah sajian yang berbeda daripada yang lain. Menjadi bentuk yang begitu khas, berupa fashion show batik yang bermusik, dipadukan dengan alunan alat musik tradisional seperti angklung, gong, gamelan dan sebagainya.

Batik sendiri adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Dan dari ide itulah Zajk mencoba berinisiatif memadukan hal tersebut. Adapun ide untuk memadukannya, berasal dari ajakan teman untuk mencoba sesuatu yang berbeda, di sebuah festival dimana festival tersebut menilai sesuatu yang berbeda, selain dari lagu, keterampilan bermusik, maupun gaya penampilannya . Dan dari situlah ide untuk memadukan unsur nusantara berupa batik, sebagai identitasnya saat bermusik.

Ditemui di Tangerang City Mall (26/11), dirinya menuturkan bahwa karakter yang berusaha ditampilkan olehnya antara lain: Wayang-Wayangan, Kebaya, Srikandi dengan background berupa candi-candi besar juga candi kecil di sekitar Pulau Jawa. Juga disebut bahwa salah satu influensi untuk mencoba kostum batik sebagai identitasnya adalah salah satu inspirasi penampilan dari Baby Metal yang mencampurkan unsur Jepang dengan Gothic Lolita.

BABYMETAL sendiri adalah grup vokal dan tari (band) beraliran exprimental metal asal Jepang yang awalnya terbentuk pada tahun 2010 sebagai sub-unit dari grup idola Sakura Gakuin. Band ini terdiri dari 3 gadis sekolah: SU-METAL (vokal, tari), MOAMETAL (teriakan, tari) dan YUIMETAL (teriakan, tari).

Nuansa dan etnik nusantara terutama etnik jawa dipilihnya karena Zajk ingin menunjukkan “Versi Jawa” dari musik Indonesia. Bila Jepang identik dengan Visual-Kei, maka dirinya ingin menyajikan musik yang begitu “Indonesia”. Hal ini juga dipengaruhi oleh Band Versailles dan Wagakki, dimana Versailles merupakan Band asal Jepang yang menekankan unsur Rennaisance Perancis, sementara Wagakki sendiri kental dengan kebudayaan tradisional Jepang.

11889562_1018197788210940_1844105553761190843_n.png.jpg

Baginya, cara untuk sukses adalah menjadi diri sendiri terlebih dahulu. Kemudian, menjadi yang berbeda dari yang lain, dengan kata lain, carilah keunikan pada dirimu. Kiranya itu adalah cara untuk dikenal dan diakui oleh orang lain.

Videonya dapat dilihat disini

BERSATU LEWAT MUSIK

12195081_1632801596982741_1453216434901218820_o

Seperti yang sudah kita ketahui, saat ini makin maraknya dunia korea masuk ke Indonesia dari mulai drama series korea sampai music Korean pop arau kpop Khususnya bagi pemuda-pemuda Indonesia. Hal ini dapat dengan mudah kita simpulkan dengan hanya meninjau dari cara berpakaian dan lifestyle anak muda zaman sekarang. Mungkin kita juga sering kali mendengar lagu-lagu kpop yang diputar atau dinyanyikan oleh remaja-remaja. Selain itu, kita juga akan menyaksikan beberapa banyaknya antrian tiket konser boyband atau girlband korea selatan yang digelar di Indonesia. Kpop banyak mempengaruhi anak muda zaman sekarang khususnya dari cara berpakaian, tidak sedikit anak muda zaman sekarang yang menirukan gaya dari idola mereka. Tidak hanya gaya berpakaian, tetapi juga kerap kali menyanyikan dan menirukan gerakan dance yang dilakukan oleh idola mereka. Bahkan sangking maraknya dunia kpop di Indonesia, gaya menyanyikan dan menirukan gerakan dance tersebut dijadikan perlombaan.

Tidak hanya Korea, saat ini pengaruh dari Negri Gajah Thailand pun mulai marak masuk ke Indonesia dari mulai drama series Thailand hingga music Thailand. Sudah banyak anak muda Indonesia yang perlahan menyukai dunia Thailand tersebut seperti menonton drama series Thailand dan menyanyikan lagu-lagu Thailand. Namun berbeda dengan korea, musisi-musisi Thailand lebih banyak bersolo karir tidak seperti di Korea yang didominasi oleh boyband dan girlband.

Salah satu anak muda Indonesia yang menyukai Musik Korea dan Thailand adalah Reza. Reza atau yang akrab disapa Eja adalah pemuda asal Tangerang yang berusia 21 tahun. Eja mengaku sudah menyukai Korea sejak duduk di bangku SMA dan mulai mengikuti sebuah grup dance korea bernama Monstamind. Tidak hanya music Korea, eja pun menyukai music Thailand yang berawal dari menonton drama series Thailand. Pemuda ini mengaku sangat senang akan kegemarannya tersebut karena bersifat positif. Dari kegemarannya tersebut, eja sering mngikuti lomba nyanyi dan dance korea yang beberapa kali sudah menjadi juara. Reza pun sering menyanyikan lagu Thailand yang kemudian direkam dan diunggah ke media sosial. Banyak suka duka yang sudah dilalui pemuda tersebut dalam menjalani hobinya, Dia bermimpi suatu hari nanti dapat pergi ke Korea dan Thailand lalu berkolaborasi dengan Idola-idola nya.

ALUNAN NADA MERDU KOMUNITAS BIOLA TANGERANG

a 2

Tangerang merupakan kota besar yang memiliki bermacam-macam komunitas, contohnya ialah komunitas sepak bola, tari, streat art, bahkan musik. Contoh komunitas musik yang ada di kota Tangerang adalah komunitas Biola Tangerang. Komunitas Biola Tangerang sudah terbentuk dari 2013 yang lalu.

Komunitas Biola Tangerang Tercipta dari ketertarikan terhadap seni musik khususnya musik gesek (biola) yang ingin mengubah pola pikir bahwa musik gesek adalah sesuatu alat musik yang eksklusif, mahal, mewah, hanya di gunakan oleh orang yang berduit dan sulit di pelajari. Komunitas Biola Tangerang atau yang di kenal juga dengan “KBT” merupakan sebuah komunitas yang lumayan baru di kota Tangerang, tetapi memiliki jumlah anggota yang terbilang banyak bagi komunitas. Jumlah anggota di Komunitas Biola Tangerang yaitu sekitar kurang lebih 30 orang yang tergabung dalam komunitas itu. Anggota Komunitas Biola Tangerang kebanyakan dari kalangan pelajar. Mulai dari yang masih bertingkat SD bahkan samapai tingak Universitas.

a 33

Anggota Komunitas Biola Tangerang adalah dari khalayak umum yang terdiri dari berbagai macam pekerjaan, status, umur, agama, dan ras. Namun, hal tersebut tidak dianggap sebuah halangan, tapi justru sebagai kekuatan yang harus dikembangkan bersama-sama. Komunitas Biola Tangerang satu dari jutaan komunitas di Indonesia yang mengedepankan kekeluargaan. Walau berbeda-beda tiap anggotanya teteapi mereka tidak menganggap semua itu halangan untuk terus berprestasi.

Pada Komunitas Biola Tangerang, menerapkan sedikit berbeda dalam menerapkan proses belajar alat musik gesek (biola) di bandingkan dengan sekolah musik pada umumnya. Komunitas Biola Tangerang melakukan kegiatan belajar mengajar di luar ruangan atau outdoor. Komunitas Biola Tangerang melakukan kegiatan belajar mengajar atau sharing ilmu pada setiap sabtu sore mulai dari jam 15:00 wib sampai maghrib di Alun-Alun kota Tangerang atau di Lapangan Ahmad Yani kota Tangerang.

rr

Komunitas Kota Tangerang juga sering Pentas di setiap acara-acara besar yang diselenggarakan oleh pemkot Tangerang. Komunitas Biola Tangerang juga pernah tampil di Pekan Raya Indonesia. Tidak hanya belajar biola saja, tapi Komunitas Biola Tangerang bisa belajar alat musik gesek lainnya. Contohnya ialah alat musik contre bass, viola, Cello, dan lain sebagainya. Komunitas Yang tampil di setiap Sabtu sore ini di Alun-Alun kota Tangerang memegang tengguh rasa saling memiliki antar anggotanya, toleransi, tenggang rasa dan lain sebagainya. Kebutuhan akan belajar musik yang murah namun tetap berkualitas, sampai pada kesadaran bahwa di kota tempat tinggal belum memiliki komunitas biola, maka dari itu Komunitas Biola Tangerang atau KBT terbentuk karena untuk wadah para pemain biola di kota Tangerang. Komunitas Biola Tangerang ini dalam berkegiatan tidak hanya mempelajari dan memainkan biola saja, tetapi juga sebagai wadah dimana semua anggota dapat berpartisipasi di dalamnya dengan tindakan yang positif