Pengiring Musik dalam Gereja

VID-20171126-WA0009.00_00_06_03.Still001

Berbicara tentang musik, musik adalah salah satu karya seni yang mengeluarkan suara dan menyusun nada sehingga menghasilkan irama. Musik adalah salah satu hal yang mempunyai nilai kreativitas yang tidak terbatas. Musik yang disajikan pada umumnya mempunyai beberapa genre diantaranya seperti pop, rock, jazz, dan sebagainya. Serta musik dapat digabungkan dengan beberapa alat musik yang dapat memperindah suatu tampilan musik.  Dengan kita mendengarkan musik, secara tidak langsung kita akan tertuju dan mendengarkan musik tersebut dan secara psikologis musik akan membuat kita tertuju pada suatu hal.

Dalam Gereja, salah satu cara untuk beribadah adalah dengan musik dan nyanyian. Musik merupakan salah satu bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Tuhan.  Musik dalam sebuah Gereja digunakan untuk menyanyikan dan menyampaikan doa-doa serta firman Tuhan. Di Gereja, musik berupa paduan suara yang diiringi oleh alat musik.

Pada umumnya, munculnya beberapa generasi muda juga akan menimbulkan pengaruh yang baik terhadap perkembangan musik dalam Gereja.  Dengan merangkul generasi muda yang memiliki semangat, kepedulian dan talenta dalam dunia musik memberi kesempatan untuk generasi muda dalam mengapresiasikan musik dalam gereja. Dan generasi muda juga harus sadar bahwa musik dalam Gereja berbeda dan tidak sama dengan musik pada umumnya.  Karena musik dalam Gereja adalah salah satu hal yang digunakan untuk beribadah kepada Tuhan. Dan generasi muda juga harus selalu memperhatikan dan berhati-hati dalam memilih jenis musik yang akan dipakai dalam ibadah.

Salah satu generasi muda yang aktif dalam dunia musik yaitu,Thania Adindi. Thania Adindi  atau biasa dipanggil dengan Thania adalah seorang perempuan muda yang cukup aktif dalam mengiringi musik di Gereja. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang mampu menguasai beberapa alat musik serta senang  dengan dunia musik. Thania juga masih duduk di kelas dua bangku Sekolah Menengah Atas ( SMA) di SMA Negeri 29 Jakarta.

VID-20171126-WA0009.00_00_50_25.Still001

Sebagai pengiring musik di dalam Gereja, Thania sering mendapatkan tugas untuk mengiringi musik dengan  menggunakan alat musik. Dalam praktiknya, Thania menggunakan alat musik berupa piano atau terkadang Thania juga menggunakan Gitar dalam mengiri musik di Gereja. Dalam hal bertugas mengiringi musik dalam Gereja, setiap minggunya akan ada jadwal  pembagian  siapa saja yang akan bertugas. Ketika Thania akan bertugas, ia akan berlatih agar menghasilkan penampilan yang bagus. Dalam beribadahpun, Thania adalah seorang anak muda yang aktif mengunjungi gereja setiap minggunya untuk beribadah.

Don’t Forget to Watch This Video below,

See you on the next post,

THANK YOU,

HAPPY READING.

Nadia Ophelia 🙂

Alat Pengiring Musikalisasi Puisi

piano-385467_960_720

Piano dan Gitar. Kedua alat musik ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai alat pengiring musikalisasi puisi. saya akan membahas kedua alat yang sering dijadikan pengiring dalam pembuatan musikalisasi puisi.

1. Piano

Piano adalah salah satu alat musik yang digunakan sebagai alat pengiring musikalisasi puisi. Piano digunakan sebagai alat pengiring, karena piano merupakan alat musik yang melodis, sehingga cocok untuk menciptakan atmosfir yang pas untuk para pengedengar musikalisasi puisi. Selain piano, bermusikalisasi puisi juga bisa menggunakan alat musik pengiring lainnya, dan bahkan bisa dipadukan pengiring satu dengan pengiring lainnya.

Piano memang terbilang lumayan sulit untuk para pemusik memusilakisasikan puisi. Piano juga alat melodis yang sangat unik, karena pendengar lebih bisa terbawa suasana jika pengiringannya menggunakan piano.

  1. Nada, nada merupakan bagian terkecil dari musikalisasi puisi. Kita harus sangat memperhatikan nada yang kita buat untuk musikalisasi puisi. Setelah nada, kita harus memperhatikan melodi.
  2. Nada-nada diatas akan bermakna jika disusun secara horizontal dengan interval tertentu, itulah yang dinamakan melodi.
  3. Setelah nada dan melodi, kita juga harus memperhatikan irama. Karena irama menentukan bentuk lagu dari musikalisasi puisi. Maka dari itu, jika kalian tidak memperhatikan point penting yang satu ini, kalian akan kehilangan penjiwaan dari puisi yang diapresiasi.
  4. Tangga nada. Penggunakan tangga nada berpengaruh besar terhadap penjiwaan kunci. Di dalam musik tangga nada diatonic, merupakan tangga nada yang banyak dipakai dalam musikalisasi puisi, sedangkan tangga nada pentatonic lebih banyak dipakai dalam seni musik tradisional Jawa. Penggunakan tangga nada minor, dipakai untuk puisi-puisi yang berjiwa melankolils, sendu, sedih, duka, dan pesimistis.
  5. Tempo menentukan karakter musikalisasi puisi. Tempo secara umum adalah sesuatu yang berhubungan dengan cepat lambatnya lagu yang dinyanyikan.

2. Gitar

cort

Selain piano, gitar termasuk alat pengiring yang sering digunakan untuk mengiringi musikalisasi puisi. Banyak yang lebih memilih gitar untuk bermusikalisasi puisi, karena rupanya alat musik satu ini lebih mudah dimainkan daripada piano. Jadi, jika kalian ingin berkarya, sesuaikan kemampuan dan kesenangan kalian di alat musik tersebut. Karena, jika tidak, suasana dari bait-bait yang ada di musikalisasi puisi tidak dapat tersampaikan dengan baik.

Selamat mencoba untuk mulai berkarya dengan musikalisasi puisi. Karena hal ini sudah sangat jaran, dan jangan biarkan musikalisasi puisi kalah dengan musik di jaman yang modern ini. Karena musikalisasi puisi mengandung bahasa sastra yang sangat bermakna.